Waspada, Sering Makan Terlalu Malam Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/09/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Penyakit kanker jadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh yang abnormal dan tidak terkendali. Sel kanker bisa terjadi di mana pun pada tubuh Anda, mulai dari otak hingga kulit Anda. Awalnya sel kanker hanya menyerang area tertentu, tanpa perawatan sel kanker bisa menyebar dan menyerang jaringan tubuh yang lain.

Sebuah studi menunjukkan bahwa jam makan malam bisa memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit kanker. Bagaimana bisa begitu, ya? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Risiko penyakit kanker dan kebiasaan makan terlalu malam

penderita diabetes makan larut malam

Sebuah studi yang dilakukan oleh Barcelona Institute yang diterbitkan pada International Journal of Cancer menunjukkan bahwa waktu makan di malam hari bisa memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit kanker.

Pada studi tersebut, peneliti mengamati data dari 621 peserta pria dengan kanker prostat dan 1.205 orang wanita dengan kanker payudara. Selain itu, peneliti juga mengamati 872 pria dan 1.321 wanita yang tidak bekerja dengan shift malam.

Peserta penelitian diminta untuk mengisi kuesioner dan melakukan wawancara tatap muka mengenai kebiasaan makan dan tidur serta faktor risiko lainnya. Para peserta pun melaporkan jam di mana mereka biasanya sarapan, makan siang, dan makan malam. Sepertiga dari jumlah peserta juga memiliki kebiasaan ngemil di sore hari, dan 7 persen peserta sering makan camilan setelah makan malam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan malam sebelum pukul 9 malam atau makan setidaknya dua jam sebelum tidur memiliki risiko kanker payudara dan prostat lebih rendah sekitar 20 persen dibanding orang yang makan terlalu malam, yaitu di atas pukul 10.

Orang yang kerja shift malam cenderung makan terlalu malam

kerja shift malam

Beberapa profesi seperti pramugari, perawat, petugas IGD, dan petugas keamanan sering kali harus bergilir untuk masuk kerja di malam hari hingga subuh atau pagi hari.

Mereka yang bekerja shift malam tetap harus waspada di malam hari. Waktu kerja ini bisa menggeser waktu makan jadi lebih malam atau cenderung ngemil untuk mengusir rasa kantuk.

Katie Ferraro, seorang pakar gizi dan dosen dari University of California di Amerika Serikat berpendapat bahwa orang yang bekerja shift malam akan bangun lebih siang dan melewatkan olahraga pagi. Akibatnya, mereka sangat mudah mengalami kenaikan berat badan. Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko untuk semua jenis kanker.

Selain kenaikan berat badan, makan terlalu malam serta perubahan waktu tidur juga bisa mengganggu ritme sirkadian (jam biologis tubuh). Jam biologis tubuh mengatur kadar hormon, siklus tidur dan bangun, metabolisme, serta mekanisme penting lainnya pada tubuh, termasuk perkembangan sel-sel di dalam tubuh.

Nah, kelainan atau pertumbuhan sel yang tidak normal dalam tubuh bisa saja berkembang menjadi penyakit kanker.

Faktor risiko kanker itu bukan cuma waktu makan malam saja

puasa untuk pasien kanker

Makan terlalu malam memang bukanlah faktor risiko tunggal penyakit kanker. Jika Anda makan tanpa memerhatikan kandungan gizi pada makanan juga bisa meningkatkan risiko kanker. Faktor risiko kanker lainnya yang perlu Anda ketahui, meliputi:

  • Usia
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kanker
  • Sering terpapar zat pemicu kanker, misalnya dari asap rokok
  • Terlalu banyak terpapar sinar matahari
  • Obesitas
  • Merokok atau kecanduan alkohol

Meski kanker memang bisa juga disebabkan oleh faktor risiko lainnya, semua orang tetap dianjurkan untuk makan tepat waktu. Jangan ditunda-tunda. Makanlah pada jam yang wajar, yaitu pukul 6-8 malam. Hindari makan terlalu malam, apalagi jika sudah menjadi kebiasaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tenggorokan Stadium 1: Gejala, Cara Mendeteksi, dan Pengobatannya

Perkembangan kanker tenggorokan umumnya dibagi menjadi 4 tahapan stadium. Apa artinya jika Anda didiagnosis kanker tenggorokan stadium 1?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 31/10/2019 . 6 menit baca

5 Jenis Operasi yang Paling Sering Direkomendasikan Dokter untuk Kanker Tenggorokan

Untuk pasien kanker tenggorokan stadium awal, dokter sering merekomendasikan pengobatan langsung lewat operasi. Mana yang akan Anda jalani?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Tiroid, Health Centers 31/10/2019 . 5 menit baca

5 Gejala Kanker Esofagus yang Paling Mudah Dikenali

Kanker esofagus dapat menyebabkan kematian bila terlambat didiagnosis. Maka itu, penting untuk mengetahui gejala awal kanker esofagus (kanker kerongkongan).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/10/2019 . 5 menit baca

7 Gejala Kanker Tenggorokan yang Paling Mudah Dikenali

Meski kanker jenis ini masih dibilang jarang, tapi tak ada salahnya untuk mengenali ciri-ciri atau gejala kanker tenggorokan sejak dini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25/10/2019 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

makan malam saat puasa

Selama Puasa, Makan Malam Sebaiknya Paling Lambat Jam Berapa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . 4 menit baca
manfaat nanas untuk kanker

Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Mencegah Perkembangan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/12/2019 . 4 menit baca
porsi makan malam

Supaya Seimbang, Porsi Makan Malam Sebaiknya Seberapa Banyak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/11/2019 . 3 menit baca
kanker tenggorokan stadium 4

Kanker Tenggorokan Stadium 4: Gejala, Harapan Hidup, Cara Mengobati, dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019 . 6 menit baca