Multiple Myeloma

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu multiple myeloma?

Multiple myeloma adalah salah satu jenis kanker yang berkembang di sel plasma pada sumsum tulang. Penyakit ini umumnya memengaruhi beberapa bagian tubuh (multiple).

Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang terdapat di beberapa bagian rongga tulang, di mana sel-sel darah diproduksi. Sel plasma yang terdapat di sumsum tulang merupakan jenis sel darah putih. Sel plasma berperan penting dalam sistem imun tubuh manusia.

Normalnya, sel plasma menghasilkan antibodi atau immunoglobulin. Fungsi dari antibodi adalah membantu tubuh melawan infeksi dan membunuh kuman.

Apabila pertumbuhan sel-sel plasma rusak, kanker akan muncul. Sel-sel kanker biasanya muncul di tulang belakang, tulang tengkorak, tulang panggul, rusuk, lengan, kaki, dan di area sekitar bahu serta pinggang.

Multiple myeloma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara total. Pengobatan ditujukan untuk mengendalikan gejala-gejala dan memperpanjang usia penderitanya. Sel kanker bisa saja menjadi tidak aktif (dormant) selama beberapa tahun, dan kemudian muncul kembali.

Seberapa umumkah multiple myeloma?

Multiple myeloma merupakan jenis kanker darah yang tergolong langka. Sekitar 10% kasus kanker darah termasuk dalam jenis penyakit ini.

Penyakit ini menduduki urutan ke-14 pada kasus kanker yang paling banyak terjadi di seluruh dunia. Namun, sebanyak 90% kasus myeloma tergolong dalam jenis multiple myeloma.

Kanker jenis ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan. Persentase risiko seseorang menderita penyakit ini adalah 0,76%, dengan perkiraan angka kejadian sebanyak 1 dari 132 orang.

Selain itu, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut, dengan rata-rata usia terdiagnosis adalah 68 pada pria dan 70 pada wanita. Hanya terdapat 18% penderita penyakit ini yang berusia di bawah 50 tahun, dan 3% yang berumur di bawah 40 tahun.

Meskipun tidak dapat disembuhkan secara total, penyakit ini masih bisa diobati berkat adanya kemajuan dalam penelitian kanker hingga saat ini. Penderitanya masih dapat memperpanjang angka harapan hidup sebanyak 5 tahun.

Multiple myeloma dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala multiple myeloma?

Tanda-tanda dan gejala multiple myeloma mungkin saja akan bervariasi. Bahkan, kemungkinan gejala tidak akan muncul sama sekali pada tahap awal kemunculannya.

Gejala-gejala umum penyakit ini adalah:

  • Anemia
  • Kerusakan ginjal
  • Hiperkalsemia (kebanyakan kalsium)
  • Kerusakan saraf
  • Kulit terluka
  • Infeksi
  • Lidah membesar (makroglossia)
  • Tulang terasa lunak atau nyeri
  • Lelah
  • Retak tulang
  • Nyeri punggung
  • Tekanan pada tulang punggung
  • Gagal dan/atau kerusakan ginjal
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan
  • Sembelit
  • Kaki bengkak

Namun, terdapat 5 gejala utama yang perlu mendapat perhatian khusus apabila seseorang menderita penyakit ini. Berikut penjelasannya:

1. Rendahnya jumlah sel darah

Pada penderita penyakit ini, sel-sel plasma di dalam tubuh berkembang secara tidak terkendali. Kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya kadar sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

  • Anemia

Anemia adalah kondisi di mana sel-sel darah merah Anda mengalami penurunan. Gejala yang ditunjukkan adalah tubuh melemah, kesulitan bernapas, dan kepala pusing.

  • Leukopenia

Apabila Anda mengalami leukopenia, tubuh tidak memiliki sel darah putih yang cukup. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh rentan mengalami infeksi, seperti pneumonia.

  • Trombositopenia

Jika tubuh Anda kekurangan kadar trombosit, hal tersebut dapat mengakibatkan munculnya masalah pada pendarahan, misalnya saat muncul luka kecil, memar, atau sayatan.

2. Gangguan pada tulang dan kadar kalsium dalam darah

Sel-sel kanker juga dapat mengganggu siklus sel tulang dengan munculnya zat osteoclast dan osteoblast. Kedua zat ini dapat mempercepat pelarutan sel tulang dan mengurangi produksi sel tulang baru.

Hal ini melemahkan tulang dan membuat tulang mudah patah. Beberapa gejala yang mungkin akan Anda rasakan adalah:

  • Nyeri tulang, paling sering muncul di punggung, pinggang, dan kepala
  • Tulang rapuh, seperti osteoporosis
  • Patah tulang (fraktur), yang bahkan bisa muncul akibat cedera ringan

Selain itu, tubuh Anda juga akan mengalami peningkatan kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia). Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya gejala-gejala seperti:

  • Haus berlebihan
  • Buang air kecil lebih sering
  • Dehidrasi
  • Masalah pada ginjal
  • Konstipasi parah
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Merasa kelelahan dan kebingungan

3. Gangguan sistem saraf

Apabila penyakit ini mengenai bagian tulang belakang, saraf-saraf tulang belakang akan tertekan (spinal cord compression). Gejala yang akan Anda rasakan meliputi:

  • Sakit punggung parah yang muncul mendadak
  • Mati rasa, terutama di bagian kaki
  • Otot lemah, terutama di bagian kaki

4. Infeksi

Peran sel plasma di dalam tubuh adalah melawan infeksi. Namun, sel plasma kanker tidak dapat melindungi tubuh dari serangan patogen berbahaya, sehingga infeksi lebih mudah terjadi.

5. Gangguan ginjal

Protein yang dihasilkan oleh sel myeloma dapat membahayakan ginjal. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan ginjal dan bahkan gagal ginjal. Gejala-gejalanya berupa:

  • Tubuh lemah
  • Napas memendek
  • Rasa gatal
  • Kaki membengkak

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala yang tercantum di atas atau ingin bertanya, konsultasikan ke dokter, terutama saat gejala-gejala berikut muncul:

  • Rasa sakit di tulang (terutama di punggung bawah atau rusuk)
  • Kelelahan, napas melemah atau memendek
  • Mengalami infeksi beberapa kali
  • Pendarahan atau memar yang tidak wajar
  • Pergelangan kaki membengkak

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan diri ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab multiple myeloma?

Hingga saat ini, penyebab multiple myeloma belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa myeloma muncul dari sel plasma sumsum tulang yang mengalami kerusakan.

Kerusakan terjadi akibat adanya DNA yang bermutasi pada sel-sel plasma. DNA berfungsi menginstruksikan bagaimana sel bereplikasi dan berkembang.

Sel-sel plasma yang sehat biasanya berkembang dalam kecepatan yang normal, kemudian mati dan digantikan dengan sel-sel baru. Namun, pada sel-sel plasma yang rusak, kondisi yang berbeda terjadi.

Sel-sel yang rusak akan berkembang secara tidak terkendali, sehingga terjadi penumpukan dan mengganggu produksi sel-sel yang sehat. Pada sumsum tulang, kelebihan sel ini dapat memengaruhi produksi sel darah merah dan sel darah putih, sehingga tubuh terasa lemas dan rentan terserang infeksi.

Sel-sel yang rusak ini, sama seperti sel plasma normal, akan tetap memproduksi antibodi. Namun, antibodi ini tidak dapat berfungsi selayaknya antibodi pada umumnya (protein monoklonal atau protein M). Penumpukan protein M ini dapat merusak organ-organ tubuh, seperti ginjal.

Tidak seperti sel-sel kanker pada umumnya, myeloma tidak membentuk jaringan atau tumor. Yang terjadi ketika tubuh menderita penyakit ini adalah penumpukkan sel plasma yang rusak dan munculnya paraprotein di dalam tubuh.

Dalam beberapa kasus, multiple myeloma berawal dari tumor jinak yang disebut dengan monoclonal gammopathy of undetermined significance (MGUS). Setiap tahun, sekitar 1% penderita MGUS mengembangkan kanker jenis ini.

Seperti myeloma, MGUS juga ditandai dengan adanya produksi protein M di dalam darah. Namun, pada penderita MGUS, kadar protein M lebih rendah dan tidak berisiko merusak tubuh.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena multiple myeloma?

Multiple myeloma adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Memiliki salah satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terkena penyakit ini. Dalam beberapa kasus, ada pula penderita yang justru tidak memiliki faktor risiko apapun.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu munculnya penyakit ini:

1. Usia

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 50 atau 60 tahun ke atas. Angka kejadian penyakit ini pada pasien berusia di bawah 40 tahun sangatlah rendah.

2. Jenis kelamin

Apabila Anda berjenis kelamin laki-laki, peluang Anda untuk terkena penyakit ini lebih tinggi dibanding dengan orang-orang berjenis kelamin perempuan. Penyebab dari hal tersebut masih belum diketahui secara pasti.

3. Ras

Jumlah kasus kejadian penyakit ini dua kali lipat lebih banyak terjadi pada orang-orang berkulit hitam dibanding orang-orang berkulit putih.

4. Paparan terhadap radiasi

Jika Anda pernah terkena paparan radiasi tingkat tinggi atau tingkat rendah dalam waktu lama, seperti bekerja di lingkungan khusus, risiko Anda untuk terserang penyakit ini lebih tinggi.

5. Riwayat penyakit keluarga

Apabila Anda memiliki orang tua, kakak, adik, atau anak yang memiliki penyakit ini, Anda memiliki peluang 2 atau 3 kali lebih besar untuk mengidap penyakit yang sama.

6. Berat badan berlebih atau obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya sel kanker di dalam tubuh, termasuk myeloma.

7. Menderita monoclonal gammopathy of undetermined significance (MGUS)

Penyakit ini umumnya muncul pada kebanyakan penderita myeloma. Kondisi tersebut menyebabkan munculnya protein M yang berlebihan di dalam darah.

Jadi, jika Anda mengidap MGUS, peluang Anda untuk menderita kanker jenis ini lebih besar.

8. Memiliki sistem imun yang buruk

Orang-orang dengan sistem imun yang lemah akibat menjalani pengobatan setelah transplantasi organ memiliki risiko lebih besar terkena myeloma. Selain itu, peluang terkena penyakit ini juga dimiliki oleh penderita HIV.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara multiple myeloma didiagnosis?

Apabila Anda merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Sebelum melakukan tes diagnosis, dokter akan menanyakan terlebih dahulu faktor-faktor risiko yang mungkin Anda punya, riwayat penyakit Anda dan keluarga, serta berapa lama gejala-gejala telah muncul.

Berikut adalah beberapa tes yang dijalankan oleh dokter untuk menentukan apakah Anda menderita penyakit ini atau tidak:

1. Tes darah

Tim medis akan melakukan tes hitung darah lengkap (complete blood count atau CBC) untuk menentukan kadar sel darah putih, merah, dan trombosit di dalam darah.

Jika terdapat kanker berkembang di sumsum tulang, biasanya kadar sel-sel tersebut akan menurun. Selain itu, kadar kreatinin, albumin, kalsium, dan elektrolit lainnya juga akan diperiksa dengan tes kimia darah.

2. Tes urine

Tes urine dilakukan secara berkala untuk mengetahui adanya protein myeloma pada urine yang telah diproses melalui ginjal. Tes ini disebut dengan urine protein electrophoresis (UPEP) dan urine immunofixation.

3. Tes immunoglobulin kuantitatif

Tes ini menghitung kadar darah di beberapa jenis antibodi. Antibodi terdiri dari berbagai macam, yaitu IgA, IgD, IgE, IgG, dan IgM.

Jika salah satu komponen tersebut memiliki kadar yang berlebihan atau terlalu sedikit, ada kemungkinan terdapat sel kanker berkembang di sumsum tulang Anda.

4. Elektroforesis

Prosedur ini merupakan langkah paling akurat dalam menentukan adanya kanker pada sumsum tulang Anda. Melalui tes ini, dokter dapat mengetahui adanya protein abnormal dalam darah Anda, seperti protein M.

5. Biopsi sumsum tulang

Dalam tes ini, dokter akan mengambil sampel cairan sumsum tulang Anda dengan menggunakan jarum. Kemudian, cairan sumsum tulang akan diperiksa di laboratorium untuk diketahui apakah terdapat sel myeloma di dalamnya.

6. Tes pengambilan gambar (CT scan, MRI, atau PET scan)

Dokter juga akan merekomendasikan tes pengambilan gambar pada bagian dalam tubuh Anda, terutama pada jaringan-jaringan yang lunak seperti sumsum tulang.

Bagaimana multiple myeloma diobati?

Pengobatan penyakit ini bertujuan untuk meringankan rasa sakit, mengontrol gejala-gejala, mengurangi kemungkinan munculnya komplikasi, serta memperlambat perkembangan sel-sel kanker.

Namun, dalam beberapa kasus, Anda tidak memerlukan pengobatan apapun jika Anda tidak merasakan gejala-gejala. Pengobatan dan penanganan yang diberikan selalu bergantung pada kondisi kesehatan serta seberapa parah sel kanker telah berkembang.

Berikut adalah penanganan dasar yang diberikan pada pasien penyakit ini:

1. Terapi target

Terapi pemberian obat target ini berfokus langsung pada sel-sel kanker dan penyebab sel-sel tersebut bertahan hidup.

Obat-obat seperti bortezomib (Velcade), carfilzomib (Kyprolis), dan ixazomib (Ninlaro) diberikan oleh dokter untuk membunuh sel-sel myeloma.

2. Terapi biologis

Obat ini mendorong sistem imun tubuh untuk membunuh sel-sel myeloma. Dokter akan memberikan obat-obatan seperti thalidomide (Thalomid), lenalidomide (Revlimid), dan pomalidomide (Pomalyst).

3. Kemoterapi

Obat kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker yang berkembang dengan cepat, termasuk sel-sel myeloma. Obat biasanya diberikan dengan cara diminum atau disuntikkan.

4. Kortikosteroid

Obat-obatan kortikosteroid, seperti prednisone dan dexamethasone, dapat membantu tubuh melawan peradangan atau inflamasi. Hal ini dapat memicu sistem imun tubuh melawan sel-sel myeloma.

5. Transplantasi sumsum tulang

Prosedur bedah dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang baru.

6. Terapi radiasi atau radioterapi

Prosedur ini menggunakan cahaya berkekuatan tinggi, seperti X-ray dan proton, untuk membunuh sel-sel myeloma di dalam tubuh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi multiple myeloma?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi multiple myeloma:

  • Mengetahui kondisi, cara mengatasi gejala, serta efek samping pengobatan.
  • Mendapatkan dukungan dari keluarga, teman, serta kolega.
  • Meluangkan waktu untuk beristirahat dengan cukup
  • Ingat untuk makan dengan benar dan cukup berolahraga. Jika Anda sulit makan, cobalah membagi makanan menjadi porsi yang lebih kecil, namun lebih sering.
  • Jika Anda masih harus pergi bekerja atau ke sekolah selama pengobatan, Anda harus berdiskusi dengan atasan atau sekolah. Anda tidak perlu memaksakan diri Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca