Kurang Minum Air Putih Bisa Sebabkan Sakit Pinggang, Ini Alasannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Dehidrasi dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi kesehatan. Selain gejala umum seperti rasa lelah, pusing, dan perubahan warna urine menjadi kuning, kurang minum air putih juga bisa menyebabkan sakit pinggang pada sebagian orang. Sebenarnya, apa hubungan antara dehidrasi dan sakit pinggang?

Mengapa kurang minum menyebabkan sakit pinggang?

olahraga untuk sakit pinggang

Tulang punggung terdiri dari ruas-ruas tulang. Di antara tiap dua ruas tulang, terdapat bantalan sendi yang berfungsi menjaga posisi tulang belakang, mencegah benturan antartulang, serta meredam guncangan yang bisa membahayakan tulang belakang.

Bagian dalam bantalan tulang belakang berisikan bahan mirip gel dengan kandungan air yang tinggi. Bantalan ini dapat menipis akibat kehilangan kandungan air, tapi hal ini tak jadi masalah karena tubuh Anda memiliki cadangan air untuk mengatasinya.

Akan tetapi, kondisinya berbeda apabila Anda mengalami dehidrasi. Kurang minum dapat menyebabkan sakit pinggang karena tubuh Anda tidak memiliki cukup air untuk memulihkan kelenturan bantalan tulang belakang.

Bantalan tulang belakang pun kian menipis dan tidak lagi ampuh meredam guncangan. Lama-kelamaan, ruas tulang yang berada di atas bantalan tersebut bisa menjepit saraf di bawahnya. Tekanan pada saraf inilah yang lantas mengakibatkan sakit pinggang.

Sakit pinggang juga dapat terjadi karena otot pinggang bekerja terlalu keras. Aktivitas yang berat membuat otot bekerja lebih keras dan suhunya pun meningkat. Jika Anda mengalami dehidrasi, otot tidak bisa mengembalikan suhu dan kondisi normalnya.

Pada saat yang sama, dehidrasi juga bisa mengganggu keseimbangan ion natrium dan kalium yang penting bagi kerja otot. Gangguan ion akibat kurang minum akan membuat otot lebih cepat lelah, mengalami kram, dan akhirnya menimbulkan sakit pinggang.

Cara mencegah sakit pinggang dengan minum air

kebutuhan minum air putih untuk perokok

Mengacu pada Kementerian Kesehatan RI, orang dewasa perlu meminum sedikitnya 2 liter air setiap hari. Jumlah ini setara dengan 8 gelas berukuran sedang, tapi Anda juga dapat menambah asupan air dari makanan berkuah, buah-buahan, dan sayuran.

Memenuhi kebutuhan tersebut memang tidak mudah. Meski begitu, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengawalinya, yakni:

1. Lebih sering minum air

Jika sebelumnya Anda kurang minum air putih, meminum 8 gelas air sehari untuk mencegah sakit pinggang tentu akan terasa sulit. Maka dari itu, cobalah membagi 8 gelas air tersebut menjadi sebagai berikut:

  • Satu gelas ketika bangun pagi, sebelum sarapan, dan sesudah sarapan
  • Satu gelas sebelum dan sesudah makan siang
  • Satu gelas sebelum dan sesudah makan malam
  • Satu gelas sebelum tidur

2. Minum banyak air ketika berolahraga

Kurang minum saat olahraga dapat memperparah nyeri otot dan sakit pinggang. Jadi, pastikan Anda minum lebih banyak air ketika melakukan aktivitas ini. Membagi waktu minum selama olahraga bisa dengan cara sebagai berikut:

  • 500 ml pada 2-3 jam sebelum berolahraga
  • 250 ml pada 20-30 menit sebelum berolahraga
  • 200-300 ml selama beristirahat di tengah olahraga
  • 250 ml pada 30 menit setelah berolahraga

3. Mengamati warna urine

Warna urine menunjukkan seberapa baik tubuh Anda terhidrasi. Warna bening atau kuning pucat menandakan bahwa Anda sudah cukup minum, sedangkan warna kuning pekat, jingga, hingga kecokelatan adalah tanda bahwa Anda mengalami dehidrasi.

Jika Anda banyak minum, Anda tentu akan lebih sering buang air kecil. Hal ini mungkin awalnya terasa mengganggu, tapi lama-kelamaan tubuh Anda akan terbiasa sehingga Anda tidak lagi harus sering pergi ke kamar mandi.

Kurang minum tidak hanya menimbulkan gejala dehidrasi, tapi juga bisa menyebabkan sakit pinggang. Sakit pinggang tentu dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Jadi, pastikan Anda mencukupi kebutuhan air setiap hari agar pinggang dapat bergerak bebas tanpa nyeri.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 16, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 26, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca