Kalsium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Mineral ini memiliki berbagai macam fungsi penting, antara lain untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium juga diperlukan dalam mekanisme pergerakan otot. Dibutuhkan asupan jumlah kalsium yang cukup agar fungsi-fungsi tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya. Tahukah Anda bahwa ternyata rendahnya kadar kalsium dalam tubuh bisa menjadi salah satu faktor risiko penyebab serangan jantung?

Berapa kebutuhan kalsium dalam tubuh?

Rentang nilai normal kadar kalsium darah pada orang dewasa adalah 8,9 – 10,1 mg/dL. Belum ada acuan baku mengenai berapa kadar kalsium darah yang paling baik untuk meminimalkan serangan jantung. Namun, banyak penelitian yang menggunakan angka minimal 8,95 mg/dL.

Jumlah kalsium yang kurang atau lebih dapat menimbulkan berbagai jenis gangguan dalam tubuh. Belakangan ini, banyak penelitian maupun laporan kesehatan yang menyatakan bahwa berlebihnya kadar kalsium dalam darah mengakibatkan pengapuran pembuluh nadi sehingga berisiko menimbulkan penyakit jantung.

Namun, salah satu penelitian yang dipublikasi pada Oktober 2017 menyatakan bahwa orang dengan kadar kalsium darah kurang dari 8,95 mg/dL mempunyai risiko 2,3 kali lipat lebih besar terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar kalsium lebih dari 9,55 mg/dL.

Bagaimana kekurangan kalsium bisa jadi penyebab serangan jantung?

Kalsium diperlukan oleh jantung karena berperan untuk membuat jantung berkontraksi memompa darah. Kurangnya asupan kalsium dari luar ke dalam sel otot jantung lama-lama akan menyebabkan turunnya jumlah kontraksi jantung.

Akibatnya, terjadi kekurangan asupan oksigen — baik bagi tubuh maupun bagi jantung sendiri — yang dikenal dengan keadaan iskemia. Kondisi ini ditandai dengan timbulnya gejala-gejala serangan jantung, misalnya nyeri dada seperti tertindih beban berat, keringat dingin, bahkan kematian.

Apa saja gejala kekurangan kalsium?

Tidak mudah mengenali kondisi kekurangan kalsium atau hipokalsemia, karena sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Cara terbaik memang dengan melakukan pemeriksaan kadar kalsium dalam darah di laboratorium. Namun, beberapa gejala berikut dapat menjadi petunjuk seseorang mengalami hipokalsemia.

  • Rasa kram pada otot
  • Kelelahan
  • Kesemutan pada bibir dan ujung-ujung jari
  • Kebingungan atau delirium
  • Halusinasi
  • Gangguan konduksi listrik pada jantung yang dapat dilihat melalui rekaman elektrokardiografi (EKG)
  • Penurunan kesadaran

Bagaimana mencegah serangan jantung akibat kekurangan kalsium?

Pepatah lama mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Hipokalsemia dapat dicegah salah satunya dengan cara memilih jenis dan jumlah makanan secara seimbang. Selain itu, perlu juga untuk memeriksakan kesehatan secara berkala agar gejala-gejala awal kurang kalsium dapat dideteksi.

Berikut merupakan contoh-contoh bahan makanan yang kaya akan kalsium.

  • Keju
  • Susu dan olahannya
  • Susu kedelai
  • Ikan sarden
  • Kacang-kacangan
  • Bayam
  • Tahu
  • Bahan makanan yang sudah difortifikasi (roti, sereal)

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca