Kena Infeksi Jamur Vagina, Masih Boleh Berhubungan Intim Tidak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Infeksi jamur vagina terjadi saat jamur Candida berkembang biak secara tidak terkendali di sekitar vagina dan menyebabkan infeksi. Wanita yang kena infeksi jamur vagina biasanya mengalami keputihan yang tidak normal, gatal, sakit, dan merasakan sensasi perih pada vagina.

Hal ini tentu bisa memengaruhi aktivitas seksual seseorang. Namun, masih banyak juga yang bertanya-tanya apakah boleh berhubungan intim ketika kena infeksi jamur vagina.

Masih boleh berhubungan intim saat kena infeksi jamur vagina

Seperti penyakit lainnya, infeksi jamur vagina juga menimbulkan gejala yang beragam. Gejala yang dialami setiap wanita pun berbeda. Rasa nyeri dan sensasi panas yang muncul pada vagina, memang sering kali muncul saat buang air kecil atau saat melakukan seks. Namun, ada juga yang tidak merasakan gejala tersebut.

Nah, bolehkah melakukan seks dengan kondisi tersebut? Dilansir dari Women’s Health, dr. Jessica Shepherd, spesialis kandungan dan kebidanan menjelaskan bahwa wanita yang terinfeksi jamur vagina boleh melakukan hubungan seks. Asal kegiatan tersebut tidak menimbulkan rasa sakit dan masih terasa nyaman untuk dilakukan.

Meski boleh bercinta, perhatikan beberapa hal ini

Bila Anda tidak merasakan sakit karena berhubungan intim saat kena infeksi jamur vagina, kemungkinan risikonya tetap ada. Di antaranya adalah:

1. Seks mungkin memperparah gejala

Pertumbuhan jamur Candida yang tidak terkontrol disebabkan oleh ketidakseimbangan tingkat keasaman vagina. Kondisi ini bisa dipicu oleh vagina yang terlalu lembap, penggunaan obat atau produk pembersih tertentu, dan hormon.

Saat berhubungan seks, pelumas, sperma, dan lateks kondom dapat mengacaukan keseimbangan jamur pada vagina. Aktivitas seksual ini kemungkinan bisa bikin infeksi jadi lebih parah.

Pada beberapa kasus, infeksi jamur vagina membuat labia dan vulva membengkak. Gesekan saat penetrasi (masuknya penis ke vagina), sex toys, jari, atau lidah dapat menyebarkan bakteri baru. Banyaknya gesekan tersebut juga bisa membuat infeksi menjadi lebih parah.

2. Seks dapat menularkan infeksi ke pasangan Anda

Walaupun bukan termasuk penyakit menular seksual, infeksi jamur juga bisa berpindah melalui aktivitas seksual. Terutama jika seks dilakukan dengan sesama jenis; wanita dengan wanita. Namun, penelitian mengenai ini masih sangat terbatas.

Sementara pada pria, sekitar 15 persen orang akan merasakan gatal dan muncul ruam pada penis mereka setelah melakukan hubungan seks dengan wanita yang terinfeksi. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada pria yang tidak disunat. Selengkapnya soal infeksi jamur pada penis, simak dalam artikel ini.

Jika Anda kena infeksi jamur vagina, sebaiknya…

aspirin
Sumber: Reader’s Digest

Walaupun boleh bercinta saat kena infeksi jamur vagina, risikonya tak boleh disepelekan. Wanita yang terinfeksi kondisinya akan semakin parah sementara pasangan Anda kemungkinan juga bisa tertular infeksi jamur vagina. Jadi, sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan seksual dulu sampai sembuh dari infeksi.

Agar penyakit lebih cepat sembuh, Anda harus mengikuti pengobatan hingga tuntas. Sebab beberapa wanita dengan kondisi ini akan merasa membaik, tetapi infeksi akan terjadi kembali. Dokter akan memberikan obat antijamur seperti miconazole, butoconazole, atau terconazole.

Umumnya obat-obatan tersebut bisa didapatkan dengan mudah di apotek. Akan tetapi, selalu konsultasikan dulu kepada dokter sebelum menggunakan atau ingin menghentikan obat-obatan supaya kondisinya tidak bertambah parah atau kambuh lagi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca