5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Anda Rentan Kena Osteoporosis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Osteoporosis acap kali dianggap sebagai penyakit orang tua, karena kepadatan tulang biasanya akan semakin menurun seiring bertambahnya usia. Itu sebabnya, banyak orang yang berusaha untuk mencegah osteoporosis dengan memenuhi kebutuhan kalsium, vitamin D, serta rutin berolahraga. Meski begitu, belum banyak yang tahu kalau kegiatan yang sering Anda lakukan setiap hari justru bisa menjadi penyebab osteoporosis di usia lanjut. Apa saja, sih?

Kebiasaan yang bisa jadi penyebab osteoporosis

Pengeroposan tulang atau osteoporosis adalah hilangnya massa tulang yang membuat tulang lebih tipis. Akibatnya tulang rentan rapuh, keropos, dan mudah patah. Kebanyakan orang mengira osteoporosis adalah penyakit alami, sebagai bagian dari proses penuaan. Padahal tanpa sadar, berbagai kebiasaan sehari-hari di waktu muda punya andil terhadap kerusakan tulang ini.

1. Mengurung diri seharian di rumah

kerja di rumah

Senang berdiam diri sehari di rumah karena matahari tampak sangat terik di luar? Secara tidak langsung, ini bisa jadi penyebab osteoporosis. Ya, matahari dikenal sebagai salah satu sumber vitamin D alami yang baik untuk mendukung berbagai fungsi tubuh.

Uniknya, vitamin D dari matahari punya tugas penting lain dalam membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh, dituturkan oleh dr. Jonathan Lee, selaku spesialis tulang di Montefiore Health System New York. Kecukupan kalsium di dalam tubuh nantinya akan dimanfaatkan untuk membangun dan menjaga struktur tulang tetap sehat.

Jadi, usahakan untuk menyempatkan diri “bertemu” matahari di pagi atau sore hari saat matahari sedang tidak terlalu terik.

2. Bermalas-malasan sepanjang hari

kurang olahraga

Tulang bisa dibilang sebagai suatu bagian penting dari tubuh yang berperan sebagai penyokong dalam pergerakan tubuh. Artinya, semakin sering digunakan maka struktur tulang tentu akan baik, sementara fungsi tulang akan melemah bila jarang dimanfaatkan.

Hal ini didukung oleh pernyataan dari dr. Laila S. Tabatabai, seorang asisten dosen di Houston Methodist dan Weill Cornell Medical College. Menurutnya, gaya hidup yang suka bermalas-malasan dan cenderung menghindari pergerakan fisik, justru akan membuat fungsi tulang menurun karena tidak diasah secara optimal.

Selain berolahraga dengan teratur, Anda bisa mencegah pengeroposan tulang dengan memperbanyak aktivitas yang melibatkan gerakan fisik. Misalnya naik turun tangga, jalan kaki, maupun meluangkan waktu untuk membereskan rumah daripada harus berbaring sepanjang hari di kasur atau menonton TV seharian.

3. Gemar makan makanan asin

bahaya makanan asin

Spesialis tulang dari Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California, dr. Frederick Singer menjelaskan bahwa ternyata ada hubungan antara asupan garam yang tinggi dengan penurunan kepadatan tulang.

Jumlah garam biasanya dapat dihitung dari jumlah natrium yang terkandung di dalamnya. Nah, ketika kadar natrium dalam tubuh meningkat, maka tubuh secara otomatis akan melepaskan lebih banyak kalsium melalui urine.

Dibuktikan oleh Linus Pauling Institute, yakni lembaga penelitian yang berlokasi di Oregon State University di Amerika Serikat, wanita dewasa berisiko kehilangan sekitar satu persen kepadatan tulang setiap tahunnya, hanya karena mengonsumsi satu gram natrium per hari.

4. Minum minuman beralkohol

minum alkohol menurunkan risiko diabetes

Sebaiknya mulai kurangi kebiasaan minum alkohol bila Anda tidak ingin mengalami osteoporosis. Ya, minum alkohol merupakan satu dari beberapa kebiasaan penyebab osteoporosis karena dapat mengganggu kerja sistem pencernaan dalam menyerap kalsium.

Alkohol juga akan memengaruhi fungsi pankreas dan hati, sehingga memengaruhi kadar kalsium dan vitamin D dalam tubuh. Bahkan, hormon kortisol akan meningkat disertai dengan menurunnya hormon estrogen dan testosteron yang semakin melemahkan kepadatan tulang.

5. Merokok

dampak merokok

Menurut National Institute of Health Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center, menyatakan bahwa perokok punya tingkat kepadatan tulang yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang tidak merokok.

Alasannya, karena rokok menghasilkan radikal bebas yang merupakan senyawa berbahaya penyebab penyakit. Radikal bebas ini bisa membunuh komponen sel yang seharusnya membangun tulang yang sehat, diterangkan oleh dr. Edward Domurat, seorang ahli endokrinologi di Kaiser Permanente South Bay Medical Center. Serupa dengan alkohol, merokok juga bisa meningkatkan produksi hormon kortisol yang bisa melemahkan kerja tulang.

Nah, mulai sekarang usahakan untuk menerapkan pola hidup sehat yang bisa menunjang fungsi tulang. Sebaliknya, hindari berbagai kebiasaan yang diyakini dapat mempercepat pengeroposan tulang!

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca