Sinar Matahari Pagi, Siang, dan Sore: Mana yang Paling Sehat?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda menyukai kegiatan berjemur di pantai? Atau Anda suka menjemur buah hati di bawah sinar matahari pada pagi hari? Anda pasti melakukan hal ini untuk mendapatkan manfaat vitamin D yang bagus untuk tulang. Australian Cancer Council pada tahun 2011 mengeluarkan rekomendasi untuk tidak berjemur atau terpapar matahari terlalu lama pada awal pagi hari atau terlalu sore, mengapa? Simak ulasannya.

Sinar matahari tidak selalu sama, tergantung pada waktunya

Anda pasti sudah mengetahui bahwa matahari dapat memberikan manfaat berupa vitamin D. Selain itu, sinar matahari langsung ternyata dapat membantu menurunkan risiko kanker termasuk melanoma atau kanker kulit. Namun, yang patut Anda ingat, jangan terpapar radiasi ultraviolet secara berlebihan, karena hal ini dapat menyebabkan sel-sel tubuh menjadi rusak.

Ada tiga jenis radiasi UV (ultraviolet) yang dipancarkan matahari, namun hanya UVA dan UVB yang berpengaruh pada tubuh manusia. Meskipun membantu dalam membentuk sintesis vitamin D bagi tubuh, paparan radiasi UV secara berlebihan menjadi penyebab kulit terbakar dan bahkan kanker kulit.

Agar terhindar dari risiko negatif  dari pancaran sinar UV matahari, Anda harus memerhatikan jenis dan pigmentasi kulit, serta memilih waktu yang tepat. Untuk Anda yang berkulit lebih putih disarankan untuk tidak berlama-lama di bawah sinar matahari agar terhindar dari kulit terbakar. Sebaliknya, jika kulit Anda gelap, Anda bisa sedikit lebih lama di bawah sinar matahari.

Menghabiskan waktu terlalu banyak di bawah sinar matahari dapat menyebabkan dehidrasi dan bahkan heat stroke, yaitu kondisi tubuh yang terlalu panas sehingga menyebabkan dehidrasi berat sehingga menyebabkan pingsan.

Kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan sinar matahari?

Jam berapa Anda menjemur si kecil? Apakah jam 7 atau jam 8 pagi? Ada beberapa perdebatan mengenai waktu yang tepat untuk mendapatkan sinar matahari yang bermanfaat untuk tubuh.

Sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah mulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore. Waktu ini dianggap waktu yang tepat untuk mendapatkan manfaat matahari dan mengurangi risiko bahaya paparan sinar ultraviolet. Menurut William B. Grant, seorang peneliti dari Pusat Penelitian Kesehatan di California, sinar UVA memiliki peran penting dalam meningkatkan risiko melanoma dibandingkan dengan UVB.

Ketika matahari berada di bawah horizon atau langit bagian bawah yang berbatasan dengan permukaan bumi atau laut, seperti di awal pagi atau waktu sore menjelang malam sinar matahari yang dipancarkan hanya UVA, dan sangat sedikit sinar UVB. Hal ini yang menjadi alasan mengapa berjemur atau terpapar matahari di awal pagi atau sore menjelang malam sangat tidak dianjurkan. Anda bisa mendapatkan manfaat sinar matahari mulai dari jam 10 pagi hingga jam 3 sore.

Yang harus Anda perhatikan saat terpapar sinar matahari

Anda perlu memerhatikan durasi berada di bawah paparan matahari. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal bagi tubuh, disarankan untuk menghabiskan waktu sekitar 20 hingga 30 menit di pagi dan sore hari.

Lalu bagaimana dengan sinar matahari siang? Tidak perlu khawatir bila Anda tidak bisa menghindari teriknya matahari siang. Anda tetap bisa mendapatkan manfaatnya asalkan tidak terlalu lama terpapar matahari. Dalam rentang waktu lima hingga sepuluh menit, Anda tetap bisa mendapatkan manfaat dari matahari siang.

Selain memilih waktu, pakaian yang Anda kenakan juga merupakan faktor penting dalam mendapatkan manfaat matahari yang maksimal bagi tubuh. Pakaian tebal tidak hanya membuat Anda merasa lebih panas di bawah terik matahari, namun juga mencegah masuknya sinar matahari menuju kulit. Memilih pakaian dengan bahan katun tipis serta cerah dapat membantu kulit menyerap cahaya matahari dan menghindarkan Anda dari heat stroke.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit