Sering Merokok Bikin Pria Lebih Cepat Impotensi, Bagaimana Bisa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Impotensi atau disfungsi ereksi karena merokok memang sudah bukan rahasia umum lagi. Bahkan, para produsen rokok yang mengiklankan gambar produk mereka juga menyertakan risiko impotensi sebagai dampak dari terlalu sering merokok. 

Bagaimana bisa zat yang ada pada rokok membuat para pria menjadi sulit ereksi? Simak jawabannya melalui ulasan di bawah ini. 

Mengapa seseorang bisa impotensi karena merokok?

hipertensi penyebab disfungsi ereksi

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa merokok dapat menimbulkan berbagai penyakit. Mulai dari penyakit jantung sampai kerusakan pada saluran pernapasan. 

Hal tersebut dikarenakan hampir semua senyawa kimia dalam rokok sangat berbahaya, di antaranya dapat melukai lapisan pembuluh darah dan mengubah cara kerjanya. Akibatnya, jantung, otak, ginjal, dan jaringan lain di seluruh tubuh pun menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Impotensi karena merokok sebenarnya disebabkan oleh zat kimia di dalam rokok, terutama nikotin, yang memengaruhi pembuluh darah di penis.

Normalnya, ketika ereksi, yang terjadi adalah pembuluh darah arteri pada penis melebar (vasodilatasi) dan dialiri oleh darah ketika masuk sinyal yang berasal dari saraf penis. 

Ketika merokok, nikotin dan senyawa kimia dalam rokok membuat pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), sehingga aliran darah menjadi terhambat, termasuk menuju ke penis.  

Semakin sering merokok, semakin tinggi risiko impotensi

sakit kepala setelah merokok

Sederhananya, ketika seseorang merokok, senyawa nikotin akan masuk pada aliran darah. Semakin banyak rokok yang Anda isap, semakin banyak pula nikotin yang akan masuk dan mengganggu aliran darah. 

Bahkan, hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian dari Australia yang melibatkan 8.000 pria dengan rentang usia 16-59 tahun. Di dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa para pria yang merokok kurang dari satu bungkus per hari mempunyai risiko impotensi 24% lebih tinggi dibanding pria yang tidak merokok

Jika Anda merokok lebih banyak, tentu risiko Anda kena disfungsi ereksi juga meningkat. Mereka yang merokok lebih dari 20 batang per hari berpotensi 39% lebih tinggi menderita impotensi. 

Maka itu, semakin sering Anda merokok, semakin tinggi pula risiko impoten. Ingat, impotensi tidak hanya diakibatkan oleh faktor usia saja, melainkan juga gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok. 

Tips mengurangi risiko impotensi karena merokok

melawan rasa ingin merokok

Sebenarnya, satu-satunya cara untuk mengurangi risiko impotensi karena merokok adalah dengan berhenti merokok itu sendiri. Jika tanda-tanda impotensi mulai muncul, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau ahli urologi yang menangani kesehatan reproduksi pria. 

Tidak perlu malu karena disfungsi ereksi adalah masalah kesehatan yang umum. Kemungkinan besar dokter Anda akan menyarankan untuk mengurangi hingga menghentikan kebiasaan merokok agar tidak memperparah kondisi Anda. 

Berhenti merokok memang terdengar sangat sulit, tetapi jika Anda tahu strateginya, kemungkinan besar Anda bisa berhasil menghentikan kebiasaan tersebut.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu Anda berhenti merokok, antara lain: 

  • Membuat daftar alasan mengapa Anda harus berhenti merokok.
  • Memperhatikan kebiasaan apa yang sering memicu Anda untuk merokok, seperti minum alkohol atau kopi. 
  • Meminta bantuan dan dukungan dari keluarga dan orang terdekat. 
  • Berkonsultasi dengan dokter apakah Anda memerlukan obat-obatan yang dapat mengurangi keinginan Anda untuk merokok. 
  • Menyibukkan diri agar keinginan untuk merokok berkurang, seperti berolahraga atau melanjutkan hobi yang tertunda. 

Impotensi karena merokok tentu merupakan risiko yang paling dihindari oleh setiap pria. Ini saatnya untuk berhenti atau mengurangi penggunaannya sebelum terlambat. Temui dokter Anda atau ajak saudara Anda yang gemar merokok untuk sama-sama berhenti dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca