Sering Dikira Musuh, Hormon Kortisol Ternyata Penting Bagi Tubuh Kita

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/05/2018
Bagikan sekarang

Kortisol adalah jenis hormon steroid yang memengaruhi bagaimana tubuh merespon stres. Ya, kortisol memang sudah sering dicap negatif karena hormon ini banyak diproduksi saat Anda sedang stres. Padahal, tak seperti dugaan banyak orang, hormon yang kerap disebut hidrokortison ini punya penting bagi tubuh manusia. Apa itu kortisol dan apa fungsinya bagi kesehatan manusia? Simak penjelasan di bawah ini, ya. 

Apa itu kortisol?

Kortisol adalah hormon yang diproduksi pada kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal sendiri merupakan penghasil hormon yang berada di atas ginjal. Kortisol kemudian akan dilepaskan ke dalam darah dan dialirkan ke seluruh tubuh.

Kortisol memiliki berbagai efek terhadap sel. Sebab, hampir setiap sel memiliki reseptor kortisol yang akan bereaksi sesuai dengan fungsinya ketika dirangsang.

Apa fungsi kortisol dalam tubuh?

Kortisol berperan dalam mengendalikan metabolisme, yaitu seluruh proses kimiawi yang terjadi pada tubuh manusia. Karena itu, kortisol adalah hormon yang bertugas menjalankan hal-hal berikut ini:

  • Mengatur kadar gula darah
  • Melawan peradangan dalam tubuh
  • Memengaruhi pembentukan ingatan
  • Mengendalikan keseimbangan garam dan air dalam tubuh
  • Menyesuaikan tekanan darah dengan kondisi tubuh
  • Membantu perkembangan janin pada ibu hamil

Produksi kortisol dikendalikan oleh tiga organ dalam tubuh: hipotalamus di otak, kelenjar pituitari, dan kelenjar adrenal. Normalnya, kortisol memang ada dalam tubuh dengan kadar yang wajar. Bila kadar kortisol dalam darah menurun, ketiga organ tersebut akan bekerja sama untuk memicu produksi kortisol.

Faktor lainnya seperti stres atau aktivitas fisik yang Anda lakukan juga memengaruhi proses produksi kortisol. Ketika Anda stres atau sedang olahraga, produksi hormon kortisol akan meningkat. Hal ini terjadi supaya tubuh Anda mampu merespon atau beradaptasi terhadap faktor-faktor pemicu yang disebutkan tadi. 

Misalnya ketika Anda sedang berolahraga, Anda tentu membutuhkan energi dalam jumlah besar. Nah, kortisol harus menjalankan fungsinya sebagai pengatur gula darah agar gula bisa diolah menjadi sumber energi. Dengan begitu, tubuh Anda pun mampu beradaptasi terhadap kebutuhan energi yang meningkat dan Anda bisa lancar berolahraga.

Apa yang terjadi bila tubuh kelebihan dan kekurangan jumlah kortisol?

Terlalu banyak atau terlalu sedikit jumlah kortisol bisa menyebabkan masalah bagi kesehatan Anda. Terlalu banyak kortisol disebabkan oleh tumor yang menghasilkan hormon adrenokortikotropik, atau Anda sedang minum obat-obatan jenis tertentu. Gejala kelebihan jumlah kortisol adalah:

  • Kenaikan berat badan
  • Muka memerah atau membengkak
  • Tekanan darah tinggi
  • Osteoporosis
  • Masalah pada kulit (misalnya muncul memar atau stretch mark keunguan)
  • Gampang haus dan sering buang air kecil
  • Mood swing yang menyebabkan rasa gelisah, cemas, atau depresi

Sedangkan, gejala kekurangan kadar kortisol adalah:

  • Kelelahan atau badan lemas
  • Pusing, terutama saat Anda tiba-tiba berdiri
  • Berat badan menurun
  • Otot lemas
  • Perubahaan suasana hati

Bila Anda menunjukkan gejala kelebihan atau kekurangan jumlah kortisol, beberapa tes dapat dilakukan untuk memeriksa kadar kortisol Anda. Pemeriksaan ini meliputi tes darah, tes air liur, dan tes urine.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Studi menunjukkan manfaat makan buah rutin bisa untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Namun, benarkah demikian? Yuk, ulas lebih dalam di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

stres kerja di rumah

Terlalu Lama Kerja di Rumah Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020