Keringat Anda Berlebihan? Mungkin Anda Mengidap Hiperhidrosis

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mengalami tangan yang basah dan berkeringat berlebihan saat sedang ujian, wawancara kerja, bertemu orangtua pacar, atau saat sedang gugup? Jika iya, Anda mungkin mempunyai suatu kondisi medis yang dinamakan hiperhidrosis.

Keringat diperlukan untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan mengeluarkan zat sisa metabolisme. Hiperhidrosis adalah kondisi yang terjadi ketika keringat keluar berlebihan padahal tidak dipicu oleh suhu lingkungan yang panas maupun aktivitas fisik yang berat.

Kebanyakan hiperhidrosis tidak membahayakan kesehatan, namun dapat berdampak psikologis dan sosial karena bisa menimbulkan perasaan malu dan canggung bagi penderitanya. Hiperhidrosis terjadi pada 1% penduduk dunia dan lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Jumlah ini bisa bertambah, karena banyaknya kasus hiperhidrosis yang tidak dilaporkan.

Apa saja yang menyebabkan hiperhidrosis?

Berdasarkan penyebabnya, hiperhidrosis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Hiperhidrosis primer

Pada kebanyakan kasus, penyebab hiperhidrosis tidak dapat diketahui dengan jelas, umumnya disebabkan karena peningkatan aktivitas saraf simpatis.

Hiperhidrosis sekunder

Hiperhidrosis ini disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, dibagi atas tiga jenis, yaitu

  • Hiperhidrosis yang dipicu secara emosional, seperti rasa takut dan kecemasan, umumnya menyerang ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.
  • Hiperhidrosis lokal, disebabkan oleh kerusakan saraf simpatis yang disebabkan oleh trauma atau bawaan lahir.
  • Hiperhidrosis general, disebabkan oleh gangguan saraf otonom atau adanya penyakit lain seperti diabetes insipidus, keganasan, menopause, serangan jantung, Parkinson, dan efek obat-obatan.

Apa tanda dan gejala dari hiperhidrosis?

Berkeringat merupakan hal normal yang dialami oleh manusia, namun pada penderita hiperhidrosis, ciri utamanya yang bisa dilihat adalah keluarnya keringat berlebihan tanpa pemicu jelas seperti olahraga atau suhu panas di sekitar. Gejala lain yang menandakan seseorang mengalami hiperhidrosis adalah:

  • Menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan, karena sadar bahwa tangannya berkeringat.
  • Jarang berpartisipasi dalam aktivitas fisik seperti olahraga atau menari, karena dapat memperburuk kondisi yang dialami
  • Keringat berlebihan dapat mengganggu pekerjaan Anda, seperti kesulitan memegang objek atau mengetik dengan keyboard komputer karena keringat di telapak tangan membuatnya licin.
  • Kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengemudi
  • Banyak menghabiskan waktu untuk mengatasi kondisi ini, seperti sering mandi dan berganti pakaian.
  • Sadar akan kondisi yang dialami sehingga menarik diri dari lingkungan sosial.

Apakah hiperhidrosis berbahaya?

Secara umum hiperhidrosis tidak berbahaya bagi kesehatan. Kebanyakan hiperhidrosis terjadi sejak anak-anak. Pada hiperhidrosis yang baru terjadi saat seseorang dewasa, perlu digali lebih lanjut mengenai ada tidaknya penyakit yang mendasari hiperhidrosis tersebut, seperti diabetes atau kanker. Keringat berlebihan di malam hari juga salah satu tanda dari adanya penyakit yang lebih serius. Jadi, segera konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mendadak berkeringat berlebihan tanpa penyebab jelas dan jika terdapat keringat berlebihan yang sampai mengganggu aktivitas harian.

Walaupun tidak berbahaya, hiperhidrosis yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti:

  • Infeksi jamur. Kondisi lembap merupakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan jamur.
  • Kelainan kulit. Keringat berlebihan menyebabkan Anda rentan terkena penyakit kulit seperti bisul dan kutil.
  • Bau badan. Pada hiperhidrosis yang disertai bakteri, dapat timbul bau badan tidak sedap.
  • Efek emosional. Hiperhidrosis dapat menyebabkan penderitanya merasa malu dan tidak percaya diri.

Bagaimana cara mengatasi keringat berlebihan?

Penanganan awal untuk hiperhidrosis adalah dengan melakukan perubahan perilaku dan gaya hidup disertai pemberian antiperspirant. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dianjurkan adalah berikut:

  • Hindari konsumsi produk yang dapat membuat Anda berkeringat seperti makanan pedas dan alkohol.
  • Penggunaan rutin antiperspirant.
  • Hindari pakaian ketat dengan bahan serat buatan seperti nilon.
  • Menggunakan pakaian berwarna putih atau hitam dapat menyembunyikan bekas keringat.
  • Menggunakan pelindung ketiak yang dapat menyerap keringat.
  • Menggunakan kaus kaki yang dapat menyerap keringat, dan menggantinya setiap hari.
  • Sebaiknya pakailah sepatu kulit, dan gunakan sepatu yang berbeda setiap harinya
  • Jika hiperhidrosis Anda dipicu oleh kecemasan, maka Anda dapat berkonsultasi dengan ahli kesehatan jiwa untuk mengatasi kecemasan Anda.

Apabila gejala tidak membaik setelah melakukan hal di atas, segera konsultasikan dengan dokter Anda. Terapi yang dapat diberikan antara lain:

  • Obat-obatan, antikolinergik, antidepresan, anti radang, dan botox merupakan contoh obat-obatan yang dapat mengurangi pengeluaran keringat.
  • Iontoforesis, dilakukan dengan cara menghantarkan aliran listrik lemak pada daerah yang mengalami hiperhidrosis.
  • Pembedahan dilakukan jika berbagai cara di atas tidak efektif. Operasi akan dilakukan untuk mengangkat kelenjar keringat atau saraf di lokasi hiperhidrosis.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

    Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Cara Membuat Deodoran Alami yang Bisa Anda Coba di Rumah

    Percaya atau tidak, ternyata deodoran bisa Anda bikin sendiri dengan bahan-bahan alami, loh! Penasaran? Ketahui cara membuat deodoran alami di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Tips Sehat 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

    Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mitos tentang tidur

    Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    manfaat menangis

    3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    manfaat efek musik pada otak

    5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    proses inflamasi

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit