home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mandi Saat Tubuh Masih Berkeringat, Memangnya Boleh?

Mandi Saat Tubuh Masih Berkeringat, Memangnya Boleh?

Sebuah artikel dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa tubuh yang berkeringat sering kali menjadi salah satu alasan untuk mandi. Tubuh yang penuh peluh juga memicu bau badan. Itu sebabnya, banyak yang memilih untuk langsung mandi agar kebersihan diri senantiasa terjaga. Namun, apakah boleh jika langsung mandi saat tubuh masih berkeringat dan adakah bahaya yang mungkin timbul?

Bolehkah langsung mandi saat tubuh berkeringat?

Mandi atau tidak ketika kondisi kulit masih berkeringat sebenarnya adalah pilihan Anda. Namun, kebanyakan orang akan memilih untuk mandi karena merasa tidak nyaman.

Lantas, apa benar mandi saat keringat masih mengucur deras itu aman? Sebenarnya, mandi saat tubuh masih berkeringat tidak bahaya alias aman untuk dilakukan.

Sebagai contoh, mandi setelah kegiatan yang cenderung membuat tubuh berkeringat, seperti setelah olahraga atau melakukan aktivitas seharian di luar ruangan.

Keringat membuat kulit jadi lengket. Selain itu, kotoran seperti debu menempel di kulit, keringat yang keluar dari sekitar ketiak, selangkangan, dan dada cenderung menyebabkan bau badan.

Pada beberapa kasus, keringat bisa menciptakan kelembapan yang merangsang pertumbuhan jamur atau bakteri di kulit.

Semua pertimbangan itulah yang membuat sebagian besar ahli kesehatan menyarankan untuk mandi setelah beraktivitas seharian.

Pasalnya, mandi dapat membantu membasmi penumpukan kotoran serta minyak pada kulit. Anda pun akan terhindar dari risiko iritasi atau infeksi kulit.

Mandi juga termasuk bagian dari menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menjaga kebersihan diri, lho!

Tips aman mandi saat tubuh berkeringat

mandi setelah bangun tidur

Mandi setelah beraktivitas berat boleh-boleh saja. Namun, penting untuk Anda ketahui bahwa Anda tak bisa sembarangan langsung mandi sewaktu tubuh masih basah oleh keringat.

Cara mandi yang salah justru akan mengakibatkan hal-hal yang tak diinginkan, misalnya salah memilih suhu air saat mandi, atau buru-buru mandi ketika sudah sampai rumah setelah beraktivitas.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa tips di bawah ini jika ingin mandi saat tubuh sedang penuh dengan berkeringat.

1. Istirahat dan atur pernapasan

Bila tubuh Anda berkeringat cukup banyak, misalnya sehabis berolahraga atau pulang dari kantor dengan berjalan kaki, jangan langsung bergegas masuk ke kamar mandi.

Cobalah untuk duduk dan atur pernapasan lebih dulu sesampainya di rumah.

Apabila Anda berkeringat banyak setelah olahraga, ada baiknya lakukan latihan pendinginan lebih dahulu dibanding langsung mandi.

Tak lupa, cuci tangan Anda terlebih dahulu juga, ya! Ada beragam manfaat kesehatan bila Anda rajin mencuci tangan.

2. Lap keringat terlebih dahulu

Jika tubuh bermandikan keringat yang berlebih, ada baiknya Anda mengelapnya terlebih dahulu sebelum mandi.

Dengan mengeringkan keringat, sensasi lengket dari tubuh Anda akan hilang. Proses membersihkan tubuh saat mandi pun jauh lebih mudah.

Anda bisa menggunakan handuk kecil untuk mengelap area tubuh yang basah akibat keringat.

3. Minum segelas air

Tips lain jika Anda ingin mandi saat berkeringat adalah minum segelas air terlebih dahulu. Hal ini penting untuk membantu menormalkan suhu tubuh.

Selain mengembalikan suhu tubuh, air putih membantu mencegah dehidrasi akibat berkeringat.

Jangan lupa, minumlah segelas air untuk memulihkan tubuh dari rasa lelah. Setelah 15-20 menit, barulah Anda boleh mandi.

4. Pilih suhu air yang sesuai

Selain memberi jeda waktu untuk menormalkan suhu tubuh, ada tips lain yang perlu Anda perhatikan jika tidak tahan dan ingin mandi setelah tubuh berkeringat.

Pilih suhu air yang sesuai yang cocok dengan kondisi tubuh. Mandi air dingin atau air hangat, keduanya baik untuk tubuh, asal air tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Mandi dengan air yang terlalu panas bisa membuat kulit Anda kering. Ketimbang memilih air panas, lebih baik Anda pilih air hangat.

Suhu air yang hangat bisa mengurangi kekejangan pada otot setelah seharian beraktivitas. Sementara itu, mandi air dingin bisa melegakan otot dari kelelahan atau cedera.

Namun, mandi dengan air yang terlalu dingin di waktu malam bisa membuat tubuh menggigil.

Sebuah studi dari jurnal Sports Medicine juga menyebutkan bahwa mandi dengan air terlalu dingin seusai olahraga bisa mengakibatkan otot kaku serta denyut jantung meningkat.

Sekali lagi, sebaiknya Anda tidak langsung mandi saat tubuh masih berkeringat deras. Jika tidak tahan, ingatlah untuk memilih suhu air yang tepat saat mandi sesuai kebutuhan Anda.

Pastikan suhu air yang Anda gunakan tidak terlalu dingin dan tidak pula terlalu panas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How the Body Regulates Heat – Rush University Medical Center. (n.d.). Retrieved March 15, 2021, from https://www.rush.edu/news/how-body-regulates-heat 

Shmerling, RH. (2019). Showering daily — is it necessary? – Harvard Health Publishing. Retrieved March 15, 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/showering-daily-is-it-necessary-2019062617193 

How Often Do You Really Need to Take a Shower? – Cleveland Clinic. (2020). Retrieved March 15, 2021, from https://health.clevelandclinic.org/how-often-do-you-really-need-to-take-a-shower/ 

Ask a Dermatologist: Do Long, Hot Showers Damage Your Skin? – American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Retrieved March 15, 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/dry/hot-showers-damage-skin 

What is the correct way to take a shower? – Center for Young Women’s Health. (2017). Retrieved March 15, 2021, from https://youngwomenshealth.org/2017/05/24/what-is-the-correct-way-to-take-a-shower/ 

Versey, N., Halson, S., & Dawson, B. (2013). Water Immersion Recovery for Athletes: Effect on Exercise Performance and Practical Recommendations. Sports Medicine, 43(11), 1101-1130. https://doi.org/10.1007/s40279-013-0063-8 

Ajjimaporn, A., Chaunchaiyakul, R., Pitsamai, S., & Widjaja, W. (2019). Effect of Cold Shower on Recovery From High-Intensity Cycling in the Heat. Journal of strength and conditioning research, 33(8), 2233–2240. https://doi.org/10.1519/JSC.0000000000003017

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x