4 Gangguan Mental yang Menyebabkan Anda Insomnia Alias Susah Tidur

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/03/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Susah tidur nyenyak membuat tubuh jadi lelah keesokan harinya. Anda jadi mengantuk dan tidak dapat konsentrasi dengan baik ketika saat beraktivitas. Walaupun umum terjadi, gejala insomnia cenderung lebih sering menyerang orang dengan gangguan mental. Apa saja penyakit mental yang menyebabkan Anda susah tidur? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu insomnia?

Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai tidur, sering terbangun di malam hari dan sulit untuk tidur kembali, serta bangun lebih awal dari jam biasanya dan susah untuk tidur kembali setelah terbangun.

Insomnia bukan hanya penyakit, tapi juga gejala dari suatu penyakit. Bagaimana bisa? Jika gangguan tidur ini terjadi tanpa diikuti oleh masalah kesehatan lain, insomnia disebut sebagai penyakit atau insomnia primer. Biasanya ini terjadi akibat penggunaan alkohol atau efek samping obat-obatan tertentu.

Sementara, jika insomnia muncul akibat adanya kondisi medis tertentu, insomnia disebut sebagai insomnia sekunder. Umumnya gejala insomnia ini terjadi pada orang dengan penyakit asma, radang sendi, atau masalah mental.

Masalah mental yang menimbulkan gejala insomnia

Ada beberapa masalah mental yang menyebabkan gejala insomnia, di antaranya:

1. Depresi

terapi cahaya cara mengatasi depresi menghilangkan depresi

Sekitar tiga perempat dari pasien depresi memiliki gejala insomnia. Gejala ini berdampak besar pada kualitas hidup dan dapat mendorong pasien untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Depresi merupakan gangguan mood yang menyebabkan seseorang merasa sedih, putus asa, tidak berdaya, dan tidak berharga. Semua emosi negatif tersebut menyita pikiran Anda sehingga membuat Anda kesulitan untuk tidur.

2. Gangguan kecemasan

merasa kesepian

Hampir 90% orang dewasa dengan gangguan kecemasan melaporkan mengalami gejala insomnia sedang hingga parah. Orang dengan gangguan kecemasan cenderung lebih mudah cemas, mengekspresikannya secara berlebihan, dan kesulitan untuk mengatasinya.

Meski tubuh sudah kelelahan, rasa takut, waspada, dan khawatir yang terus muncul membuat seseorang sulit untuk mencoba tidur dengan nyenyak.

3. Serangan panik

perbedaan skizofrenia dan bipolar disorder

Serangan panik menyebabkan jantung berdetak cepat, gemetar, pusing, keringat berlebihan, dan sesak napas. Mayoritas pasien dengan gangguan ini biasanya pernah mengalami serangan panik nokturnal, yaitu serangan panik yang terjadi selama tidur.

Serangan panik nokturnal dapat mengembangkan gejala insomnia karena pasien merasa takut dan berusaha untuk menghindari tidur.

4. Gangguan bipolar

gangguan bipolar

Gangguan bipolar menyebabkan seseorang mengalami perubahan mood yang ekstrem, dari depresi (tertekan) ke mania (aktif tidak terkendali). Sebuah studi menunjukkan bahwa selama episode depresi maupun mania, hampir semua pasien merasakan gejala insomnia.

Sama seperti depresi pada umumnya, pasien bipolar yang sedang mengalami episode ini juga tidak bisa tidur dengan tenang. Sementara selama episode mania, kemungkinan membuat mereka melupakan rasa lelah sehingga tidak bisa memulai tidur.

Jika gejala insomnia terus terjadi, apa dampaknya?

Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Jika waktu tidur tidak cukup, Anda jadi mengantuk, lelah, dan mudah marah. Apalagi pada orang dengan masalah mental. Gangguan insomnia yang tidak kunjung membaik, akan menurunkan kualitas hidup pasien.

Orang dengan depresi, misalnya. Mereka yang cenderung tidak makan dengan baik, tentu akan semakin menurun sistem kekebalan tubuhnya. Berbagai infeksi dari virus, jamur, atau bakteri jadi lebih rentan terjadi. Gejala depresi lainnya pun jadi semakin parah.

Cara memperbaiki tidur jika punya masalah mental

Kunci untuk mengatasi gejala insomnia terkait masalah mental adalah dengan mengobati masalah mental yang dimiliki. Jika tidak, kualitas tidur mungkin tidak akan membaik secara maksimal atau akan mudah kambuh.

Nah, untuk mengatasi masalah mental biasanya, Anda akan mengikuti terapi obat, terapi perilaku kognitif (CBT), terapi inhalasi dengan visualisasi, dan terapi lainnya yang direkomendasikan dokter.

Selain itu, ada cara tambahan yang bisa Anda terapkan untuk memperbaiki kualitas tidur, yaitu membuat jadwal jam tidur dan bangun tidur. Jika biasanya Anda tidur pada pukul 1 malam, maka usahakan untuk tidur lebih awal, yaitu mengurangi satu jam sebelumnya. Lakukan penerapannya secara bertahap dalam beberapa minggu supaya Anda terbiasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. Chrisendy Hakim

Atasi Susah BAB Saat Traveling dengan 4 Cara Ampuh Ini

Saat traveling, salah satu keluhan yang sering muncul adalah susah BAB. Tak perlu khawatir, simak penjelasan cara mengatasinya di sini.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
susah bab saat traveling

Haruskah ke Dokter Jika Diare Terjadi Selama Berhari-hari?

Diare memang umum terjadi dan dapat berlangsung selama berhari-hari. Lantas, haruskah pergi ke dokter jika mengalami hal ini? Baca selengkapnya di sini.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
diare berhari hari
Diare, Health Centers 12/11/2019

Cegah Dehidrasi Dengan 5 Cara Ini di Tengah Aktivitas Padat dan Cuaca Panas

Beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas rentan membuat Anda dehdirasi. Simak cara berikut ini untuk mencegah dehidrasi saat cuaca panas.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
mencegah dehidrasi cuaca panas

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

Selain memberikan dampak buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, udara kotor ternyata juga dapat mempengaruhi tidur Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 01/04/2020 . 4 menit baca

Benarkah Ada Hubungan Psoriasis dengan Insomnia?

Psoriasis adalah penyakit perandangan kulit. Kondisi ini disebut-sebut dapat memicu insomnia. Bagaimana sebenarnya hubungan psoriasis dengan insomnia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Penyakit Kulit, Health Centers 18/03/2020 . 4 menit baca

Tips Tidur Nyenyak untuk Melawan Cuaca yang Terlalu Dingin

Untuk tidur nyenyak saat kedinginan terkadang tidak selalu mudah. Berikut tips dan cara agar tetap tidur berkualitas dengan melawan cuaca dingin.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 15/03/2020 . 4 menit baca

Tanpa Penanganan, Sindrom Kaki Gelisah Bisa Sebabkan Gangguan Tidur

Sindrom kaki gelisah dapat menyebabkan sejumlah dampak jangka panjang bagi kesehatan, termasuk kedua gangguan tidur berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 18/01/2020 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . 6 menit baca
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . 6 menit baca
susah tidur selama pandemi COVID-19

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . 7 menit baca