6 Fakta Menggoda Tentang Puting Payudara yang Mungkin Belum Anda Tahu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Setiap wanita maupun pria memiliki puting payudara yang berbeda-beda. Selain dipengaruhi oleh faktor genetik, kadar hormonal juga ternyata ikut mempengaruhi perbedaan bentuk dan warna puting setiap orang, khususnya wanita. Ada beberapa fakta unik mengenai puting payudara yang mungkin belum Anda ketahui. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.

Berbagai fakta unik tentang puting payudara

1. Ada orang yang memiliki 3 tiga puting payudara

Bukan hal yang aneh bagi pria atau wanita untuk dilahirkan dengan tiga puting susu, atau bahkan lebih. Meski tergolong jranga, kondisi ini mungkin saja terjadi. Puting tambahan ini menyerupai tahi lalat atau tanda lahir dan umumnya tidak pernah berkembang menjadi payudara yang sebenarnya. Puting ekstra ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, bahkan di tangan atau kaki Anda.

2. Puting payudara bisa masuk ke dalam

Beberapa orang memiliki puting payudara yang tampak masuk ke dalam, bukan menonjol keluar. Menurut Z. Paul Lorenc, MD seorang ahli bedah plastik mengatakan bahwa sekitar 15 persen wanita memiliki puting susu yang masuk ke dalam karena ‘bawaan’ lahir.

Kondisi ini terjadi karena adanya masalah di sambungan jaringan di bawah puting, ligamen, dan kulit. Dalam banyak kasus, puting yang masuk ke dalam tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan prosedur pembedahan.

Meski begitu, Anda harus waspada jika sebelumnya memiliki puting payudara yang menonjol, tetapi kemudian perlahan berubah masuk ke dalam. Pasalnya ini bisa jadi tanda adanya kondisi medis tertentu.

3. Aerola bisa ditumbuhi rambut halus

Tumbuhnya rambut halus di sekitar puting payudara tepatnya di bagian aerola merupakan hal yang normal. Ini bisa terjadi karena pengaruh hormonal dan faktor genetik. Terutama pada pria, pertumbuhan rambut halus ini akan nampak lebih nyata dibandingkan wanita. Namun, jika Anda pertumbuhan rambut halus di sekitar puting terjadi baru-baru ini dan disertai dengan keluhan lain seperti gangguan menstruasi, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat.

4. Puting payudara merupakan zona sensitif rangsangan

Puting payudara merupakan area paling sensitif terhadap sentuhan. Area berwarna gelap di sekitar puting yang dikenal dengan istilah areloa terdiri dari saraf-saraf yang cukup sensitif. Menurut para peneliti dari Rutgers University, ketika puting susu dirangsang secara seksual, aktivitas di bagian bernama korteks sensorik meningkat. Reaksi korteks sensorik ini rupanya sama persis dengan reaksi ketika vagina, klitoris, dan leher rahim terangsang.

Itu sebabnya, jika Anda memberikan rangsangan di sekitar puting, hal tersebut bisa mendatangkan kepuasan seksual. Biasanya puting akan membesar dan mengeras saat terkena rangsangan.

5. Warna puting bisa berubah

Selain ukuran dan bentuk payudara yang berbeda-beda, warna puting pun bisa berbeda pada setiap orang. Perubahan warna ini umumnya disebabkan karena perubahan hormon saat seseorang wanita sedang hamil atau menyusui. Tidak hanya itu, puting susu pun dapat berubah warna menjadi lebih gelap seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

6. Cairan bisa keluar dari puting meski Anda tidak hamil atau menyusui

Tubuh Anda akan memproduksi air susu secara alami saat kehamilan. Namun, ada beberapa wanita yang air susunya keluar dari puting meski ia tidak hamil atau menyusui. Dalam istilah medis hal ini disebut dengan galaktorea, yang bisa terjadi di salah satu atau kedua payudara.

Umumnya kondisi ini disebabkan karena payudara mendapatkan rangsangan seperti ketika menyusui, misalnya saat meremas payudara, gairah seksual, ataupun terkena gesekan pakaian. Tidak hanya itu, beberapa obat-obatan seperti pil KB, H2 blocker, dan obat-obatan psikotropika, juga bisa memicu galaktorea.

Meski tergolong umum, Anda tetap harus waspada jika kondisi ini terjadi secara terus menerus dan cairan yang keluar dari puting payudara mengandung darah atau nanah, serta memiliki tekstur yang lengket. Pasalnya, ini bisa jadi tanda dari kondisi medis serius. Itu sebabnya, segeralah periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca