5 Mitos yang Salah Tentang Rambut Kemaluan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update September 6, 2017
Bagikan sekarang

Banyak mitos dan fakta rambut kemaluan yang masih simpang siur kejelasannya. Ada yang katanya boleh, atau katanya tidak boleh melakukan sesuatu pada rambut kemaluan. Kesimpangsiuran ini menjadi banyak hal yang menjadi dipertanyakan. Yuk, simak mitos dan fakta rambut kemaluan yang bisa Anda simak di bawah ini.

Mitos dan fakta rambut kemaluan

1. Mitosnya, rambut kemaluan bisa mencegah penyakit kelamin

Faktanya justru menunjukkan kebenaran yang sebaliknya. Rambut kemaluan bisa berperan sebagai wadah berkembangbiaknya bakteri di kemaluan Anda. Sayangnya, banyak orang yang mengira bahwa rambut kemaluan juga dapat menghindarkan mereka dari yang namanya penyakit kutil kelamin. Padahal rambut kemaluan saja tidak cukup untuk melindungi Anda dari penyakit menular seksual, seperti yang dikatakan dermatolog dari New York, dokter Sejal Shah.

Disarankan untuk menjaga dan mencukur rapi bulu-bulu halus di alat vital Anda. Selain untuk estetika, bulu kemaluan yang terlalu lebat akan mengakibatkan gatal dan kuman akan mudah berkembang biak.

2. Mitosnya, rambut kemaluan bikin seks jadi kurang menyenangkan

Kalau mitos yang ini tidak selalu benar, tergantung dari bagaimana pandangan dan rasa seks itu sendiri dibuat oleh Anda dan pasangan. Banyak wanita yang berpikir kalau rambut kemaluan ini mengurangi rasa dari gesekan penetrasi yang akan masuk ke kemaluan mereka. Akhirnya banyak yang merasa kalau rambut-rambut ini cuma membuat seks jadi kurang terasa dalam nikmatnya. Padahal, tidak seperti itu.

Dokter Shah menyatakan, bahwa secara langsung tidak ada hubungannya rambut kemaluan dengan kenikmatan bercinta. Itu semua tergantung bagaimana rangsangan dan ketepatan stimulasi seks itu dilakukan.

3. Mitosnya, rambut kemaluan matching dengan warna rambut di kepala

Fakta rambut kemaluan yang satu ini jelas salah. Wendy Askew, seorang ginekolog dari Institute for Women’s Health mengatakan ini tidak benar. Tidak ada alasan ilmiah yang menyatakan keserasian antara warna rambut di kepala dengan rambut kemaluan. Untuk ketepatannya, Anda bisa membandingkan rambut di kepala dengan alis, itu baru akan sama. Tapi kalau untuk rambut kemaluan, alis dan rambut kepala, warnanya jelas tidak akan sama.

4. Mitosnya, rambut kemaluan tidak akan berhenti tumbuh

Faktanya, rambut kemaluan akan berhenti tumbuh pada saat tertentu. Umumnya, rambut kemaluan bisa tumbuh (sehabis dicukur, ya) sekitar 1 sampai 5 cm. Ini juga bergantung pada genetik seseorang, mengenai kepanjangan ukuran tumbuhnya rambut kemaluan. Nah, rambut kemaluan ini akan berhenti ketika seseorang menapaki batas usia tertentu. Untuk wanita biasanya setelah menopause, akan semakin halus teksturnya, tetapi juga akan semakin botak.

5. Mitosnya, kalau kulitnya sensitif tidak perlu memotong rambut kemaluan

Faktanya ini salah, seperti yang diungkapkan di awal, semakin lebat rambut kemaluan, akan semakin bagus untuk bakteri berkembang biak. Kalau Anda memiliki kulit sensitif (gampang terluka dan berdarah jika mencukur), Anda bisa melakukan alternatif lain, misalnya seperti waxing atau dengan metode laser. Atau Anda juga bisa menggunakan krim lembut sebagai alat bantu mencukur bulu-bulu halus Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Mainan seks berupa vibartor harus Anda bersihkan dengan rutin. Namun, bagaimana cara membersihkan vibrator? Lihat di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan Mei 1, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020
7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 9, 2020