Meski Berkhasiat, Waspada Juga Bahaya Mengonsumsi Madu Mentah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Akhir-akhir ini, madu mentah menjadi sebuah tren di kalangan pecinta kesehatan dan bahan-bahan alami. Madu mentah dipercaya lebih sehat dan bermanfaat bagi tubuh karena masih mengandung berbagai zat asli yang kaya akan nutrisi dan tidak melalui proses kimia berlebihan. Oleh karena itu, banyak orang saat ini mulai beralih ke konsumsi madu mentah. Akan tetapi sebelum mengambil keputusan tersebut, alangkah baiknya jika Anda mempertimbangkan dulu apa saja kelebihan dan kekurangan madu mentah. Karena meskipun produk tersebut menawarkan segudang khasiat, masih ada bahaya madu mentah yang mengintai Anda dan keluarga. Efek samping tertentu bahkan bersifat fatal. Simak informasinya di bawah ini untuk mencari tahu lebih lanjut.

Apa bedanya madu mentah dengan madu biasa?

Yang membedakan madu mentah dengan madu biasa (sering juga disebut sebagai madu alami atau madu olahan) adalah proses pengolahannya. Untuk mengekstrak madu, sarang lebah yang sudah berisikan madu akan dipatahkan menjadi bagian-bagian kecil. Setelah itu sarang lebah akan diperas atau disaring agar cairan madunya terpisah. Madu yang dihasilkan inilah yang disebut sebagai madu mentah atau raw honey.

Sementara itu kebanyakan madu yang dijual di toko-toko umumnya telah melalui berbagai proses tambahan seperti penyaringan, pasteurisasi, atau penambahan perasa seperti sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS). Proses tersebut menyebabkan hilangnya berbagai nutrisi asli yang terkandung dalam madu mentah, misalnya serbuk sari lebah, bakteri baik, dan berbagai jenis fitonutrien. Oleh karena itu, manfaat madu mentah diyakini jauh lebih banyak dan kuat dibanding madu biasa.

Khasiat madu mentah

Madu mentah menawarkan khasiat-khasiat tertentu yang mungkin tak akan Anda dapatkan dari konsumsi madu biasa. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda bisa mempertimbangkan untuk beralih mengonsumsi madu mentah.

Menyediakan asupan mineral

Madu yang tidak melalui proses pasteurisasi di mana madu akan dipanaskan untuk membunuh berbagai bakteri masih mengandung berbagai jenis mineral yang dibutuhkan tubuh. Mineral tersebut antara lain adalah zat besi, kalsium, kalium, dan vitamin B kompleks. Dengan asupan mineral yang cukup, kesehatan tulang pun terjaga dan metabolisme Anda akan semakin lancar. Selain itu, mineral juga berfungsi untuk menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh.

Menyembuhkan luka

Dibandingkan dengan madu biasa, madu mentah bekerja dengan lebih baik dalam menyembuhkan luka. Tingkat keasamannya yang cukup tinggi dan kandungan antibakteri bernama methylglyoxal mampu meningkatkan pH pada permukaan luka sehingga berbagai bakteri pun akan menjauh. Madu mentah juga lebih efektif daripada madu biasa sebagai antiseptik untuk membersihkan luka dan mencegah infeksi lebih jauh.  

Mencegah radikal bebas

Rutin mengonsumsi madu mentah akan memicu produksi antioksidan alami dalam tubuh. Antioksidan sendiri bertanggung jawab untuk mencegah radikal bebas yang datang dari polusi, paparan sinar matahari, dan zat-zat kimia. Radikal bebas sifatnya berbahaya karena mampu merusak dan membunuh sel-sel dalam tubuh serta menyebabkan penuaan dini.

Mengendalikan tekanan darah dan kolesterol

Madu mentah mampu membantu Anda mengendalikan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam tubuh. Tak seperti madu biasa, madu mentah bisa merangsang produksi kolesterol baik (HDL) sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Tekanan darah dan kolesterol pun jadi lebih stabil dan Anda terhindar dari berbagai penyakit seperti serangan jantung atau stroke.

Bahaya madu mentah yang mungkin terjadi

Madu mentah memang memiliki berbagai khasiat dan kegunaan yang mujarab untuk berbagai penyakit yang Anda keluhkan. Akan tetapi, para ahli mengungkapkan bahwa madu yang tidak diolah secara sempurna juga berisiko bagi kesehatan. Berikut adalah berbagai risiko mengonsumsi madu mentah yang harus Anda cermati.

Botulisme (keracunan bakteri)

Madu mentah berpotensi mengandung spora bakteri botulisme. Bakteri tersebut berisiko menghasilkan racun dalam tubuh sehingga menyebabkan penyakit botulisme. Botulisme ditandai dengan kram perut, mual, diare, demam, muntah, mulut kering, dan otot melemah. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Para dokter di seluruh dunia tidak menganjurkan bayi dan balita untuk mengonsumsi madu mentah karena risiko botulisme pada anak jauh lebih tinggi. Orang-orang dengan penyakit autoimun, leukimia, AIDS, dan yang sistem kekebalan tubuhnya bermasalah juga tidak disarankan untuk mengonsumsi madu mentah.   

Alergi

Karena madu mentah masih memiliki kandungan serbuk sari asli, beberapa orang yang alergi terhadap serbuk sari bisa mengalami reaksi alergi tertentu. Reaksi alergi yang ditimbulkan antara lain sulit bernapas, tekanan darah menurun drastis, pusing, pingsan, gagal jantung, bahkan kematian. Reaksi lain yang dilaporkan oleh orang-orang yang tidak begitu sensitif terhadap alergen tersebut antara lain gatal, muncul ruam, dan pembengkakan.

Keracunan

Madu yang dihasilkan oleh lebah sangat dipengaruhi oleh bunga yang nektarnya diambil lebah. Beberapa jenis bunga tertentu dalam kelompok Rhododendron ternyata beracun bagi manusia. Jika lebah memproduksi madu yang berasal dari nektar bunga tersebut, Anda berisiko mengalami keracunan grayanotoxin, zat racun berbahaya dari bunga Rhododendron. Racun tersebut menyerang sistem saraf Anda. Dalam beberapa kasus, racun akan merusak sel-sel saraf otak sehingga menyebabkan hilangnya kendali terhadap berbagai fungsi tubuh yang diatur otak Anda. Grayanotoxin seharusnya ikut mati bersama dengan kuman dan bakteri dalam proses pasteurisasi. Namun, madu mentah tidak melalui proses tersebut sehingga racunnya tidak mati.  

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

    Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

    Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Alergi Paracetamol

    Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    ensefalopati uremikum

    Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    hubungan suami istri terasa hambar

    3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    melihat bullying

    5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    kencing berdiri

    Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit