Pernahkah Anda menemui orang yang latah saat kaget? Biasanya orang yang menderita gangguan ini akan merespon kekagetan mereka dengan gerakan tubuh tertentu atau menyebut kata-kata spontan tertentu. Tingkat keparahannya akan bervariasi pada setiap orang. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan latah? Bisakah kebiasaan ini dihentikan? Cari tahu ulasannya di bawah ini.

Apa itu latah?

Latah atau dalam istilah asing disebut dengan istilah jumping frenchmen of maine ialah kelainan sangat langka yang ditandai dengan reaksi terkejut yang cukup ekstrem. Istilah ini pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-19 di Maine, Amerika Serikat dan Quebec, Kanada oleh pakar saraf, Dr. George Miller Beard. Kondisi ini terjadi di antara populasi pemancing keturunan Kanada yang terisolasi.

Orang yang latah akan menunjukkan reaksi yang tak terduga saat ia merasa kaget. Seseorang yang mengalaminya bisa menunjukkan reaksi berlebihan yang tidak biasa. Mulai dari mengulang kata-kata tertentu, melompat, menjerit, memukul, hingga melempar sesuatu.

Respon ini terjadi sangat cepat, natural, dan tanpa disengaja atau direncanakan terlebih dahulu terhadap stimulus yang menyebabkannya. Penderitanya tidak mampu mengendalikan kondisinya sendiri sehingga terkadang kata-kata yang keluar tidak terduga, bahkan bisa mengandung kata-kata kotor. Kondisi ini biasanya dimulai setelah masa pubertas atau selama masa remaja.

Tipe latah

Ada beberapa tipe latah yang biasanya terjadi, yaitu:

  • Pengulangan kata atau frase tertentu (ekolalia). Misalnya, “Eh copot, eh copot!”.
  • Membuat atau meniru gerakan tubuh tertentu (ekopraksia).
  • Mengucapkan kata atau frase yang tidak senonoh (koprolalia).
  • Mengikuti arahan atau bergerak sesuai dengan perintah orang yang mengagetkan, misalnya lari atau pukul.

Penyebab terjadinya latah

Salah satu teori menyebutkan bahwa kelainan ini terjadi sebagai respon dalam kondisi ekstrem terhadap sesuatu yang dipengaruhi faktor budaya. Namun, sejauh ini belum ada penelitian dan penjelasan medis yang mendukung penyebab dari gangguan ini. Akan tetapi, kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kelainan neuropsikiatrik. Hal ini dikarenakan terkejutnya orang latah dianggap berlebihan dan tidak sewajarnya.

Faktor genetik dan lingkungan juga disebut-sebut berkontribusi dalam gangguan ini. Teori lain menyebutkan bahwa kondisi ini diakibatkan oleh gangguan neurologis somatik. Gangguan somatik disebabkan oleh mutasi gen yang terjadi setelah pembuahan dan tidak diwariskan dari orang tua atau diteruskan ke anak-anak. Pengaruh budaya juga disinyalir mampu memengaruhi tingkat keparahan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan penyebab spesifik dari gangguan ini.

kaget menyebabkan kematian

Apa saja faktor yang dapat memengaruhi latah?

Pada beberapa kasus, orang yang lebih muda cenderung mengalami latah yang lebih sering dan parah. Bahkan, banyak kasus menunjukkan intensitas dan tingkat keparahan akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Intensitas respon juga bisa dipengaruhi oleh kondisi fisik seseorang seperti kelelahan, stres, atau dalam kondisi emosi yang tidak stabil.

Gangguan ini dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya. Seringkali orang yang mengalami kondisi ini dipancing terus menerus kelatahannya karena dianggap lucu dan menghibur. Padahal, hal ini bisa meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan kondisi tersebut dan sama sekali tidak membantu orang yang latah.

Selain itu, orang yang terus menerus latah juga akan mengalami kelelahan berat jika setiap orang yang ditemuinya memancing gangguannya tersebut.

Apakah latah bisa “disembuhkan”?

Pada dasarnya tidak ada terapi khusus untuk orang yang latah. Cara terbaik untuk mengurangi reaksinya ialah dengan tidak mengagetkan orang yang memiliki gangguan ini. Kondisi ini akan menurun keparahannya seiring dengan pertambahan usia.

Namun, jika kondisi ini benar-benar menganggu Anda, Anda bisa berkonsultasi dengan terapis atau dokter guna mengendalikan diri pada saat-saat tertentu.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan