Sering Mengecek Sesuatu Berulang Kali? Mungkin Gejala Gangguan Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Memastikan segala hal sudah benar bisa jadi kebiasaan yang baik. Akan tetapi, beberapa orang punya kebiasaan untuk berulang kali mengecek sesuatu. Misalnya Anda sudah mengunci pintu rumah dan berangkat menuju kampus atau kantor. Namun, di benak Anda, Anda tidak yakin tadi sudah mengunci pintu atau belum. Akhirnya, Anda kembali lagi untuk mengecek kunci pintu. Hal ini bisa Anda lakukan sampai lima kali, bahkan lebih, di pagi hari yang sama.

Atau Anda habis menggunakan setrika pakaian, tapi lagi-lagi Anda belum yakin setrikanya sudah dimatikan atau belum. Anda pun jadi bolak-balik mengecek setrika sampai berkali-kali.

Masih banyak contoh lain yang menggambarkan kasus orang dengan kebiasaan mengecek sesuatu hingga berkali-kali. Bukan berarti daya ingatnya lemah, lho. Orang dengan kebiasaan seperti ini biasanya daya ingatnya cukup kuat dan baik-baik saja. Lalu mengapa bisa muncul kebiasaan tersebut? Begini penjelasannya.

Mengapa saya bolak-balik mengecek sesuatu yang sudah saya lakukan sebelumnya?

Kalau Anda hanya sesekali mengecek sesuatu yang sebenarnya sudah dilakukan, masih wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika Anda sudah terlalu sering melakukannya, dan hal tersebut sampai mengganggu aktivitas dan kehidupan Anda sehari-hari.

Misalnya setiap pagi Anda harus bolak-balik ke rumah untuk memeriksa apakah sudah mematikan kompor. Akibatnya, Anda selalu datang terlambat ke kantor. Bahkan saat bekerja di kantor, Anda masih dihantui dengan pikiran negatif apakah kompor di rumah masih menyala. Anda jadi sulit berkonsentrasi dan bekerja secara produktif karena terlalu sibuk membayangkan apa yang bakal terjadi kalau kompornya meledak atau terjadi kebakaran.

Contoh tersebut dinamakan dengan gangguan obsesif kompulsif atau obsessive compulsive disorder (OCD). OCD merupakan sebuah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan pola pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal (obsesi). Obsesi tersebut mendorong Anda melakukan perilaku berulang (kompulsif).

Ketika Anda mencoba untuk mengabaikan atau menghentikan obsesi Anda, Anda justru tambah stres dan gelisah. Pada akhirnya, Anda merasa terdorong untuk melakukan tindakan kompulsif untuk meredakan stres. Meski ritual kompulsif (mengecek berkali-kali) sudah dilakukan dan untuk sementara bisa mengurangi kegelisahan, Anda tetap harus melakukan ritual itu lagi saat pikiran obsesif terjadi kembali dan Anda tidak bisa menghentikannya.

meringankan kecemasan

Memahami penyebab OCD

Untuk memahami kenapa Anda bisa berkali-kali mengecek sesuatu yang jelas-jelas sudah Anda lakukan dengan benar, Anda harus memahami dulu bagaimana OCD bisa terjadi.

Penyebab pasti terjadinya OCD tidak sepenuhnya dipahami, namun studi menunjukkan kombinasi dari faktor biologis, genetik, dan lingkungan hidup berperan dalam terjadinya OCD.

Secara biologis, OCD mungkin merupakan hasil dari perubahan fungsi kimiawi atau fungsi otak Anda sendiri.

Dari faktor genetik, para ahli menduga bahwa ada gen tertentu yang memang membuat seseorang lebih rentan kena OCD. Gen ini bisa dibawa dalam keluarga (diturunkan). Akan tetapi, hingga saat ini gen khusus penyebab OCD tersebut belum berhasil ditentukan.

Selain itu, faktor lingkungan hidup seseorang dapat memicu OCD atau memperparah gejala OCD. Seperti kekerasan, perubahan dalam situasi hidup, penyakit infeksi, kematian orang yang dicintai, perubahan atau masalah yang berhubungan dengan pekerjaan atau sekolah, dan masalah dalam hubungan pribadinya.

Apa saja gejala OCD selain berkali-kali mengecek sesuatu?

Gejala OCD mencakup obsesi dan kompulsif. Namun, Anda juga bisa hanya memiliki gejala obsesi atau hanya gejala kompulsif. Anda dapat menyadari atau tidak menyadari bahwa gejala obsesi dan kompulsif Anda berlebihan atau tidak masuk akal, tetapi hal tersebut menghabiskan banyak waktu Anda dan mengganggu rutinitas, fungsi sosial, atau pekerjaan Anda sehari-hari.

Gejala obsesi

  • Takut kotoran atau terkontaminasi oleh kuman
  • Takut menyakiti orang lain
  • Takut membuat kesalahan
  • Takut dipermalukan atau berperilaku melenceng dari masyarakat
  • Takut memikirkan pikiran jahat atau berdosa
  • Segala sesuatu harus tertata dan simetris
  • Keraguan yang berlebihan dan membutuhkan kepastian yang terus-menerus

Gejala kompulsif

  • Mandi atau cuci tangan berulang kali
  • Menolak berjabat tangan atau menyentuh kenop pintu
  • Berulang kali memeriksa barang, seperti kunci atau kompor
  • Selalu berhitung saat melakukan rutinitas
  • Terus mengatur berbagai dengan cara tertentu
  • Mengonsumsi makanan dengan urutan tertentu (misalnya dari ukuran makanan paling kecil ke besar)
  • Dihantui oleh kata-kata, gambar, atau pemikiran, yang tidak bisa hilang dan mengganggu tidur
  • Mengulangi kata-kata, ungkapan, atau doa tertentu
  • Perlu melakukan hal yang sama beberapa kali
  • Mengumpulkan atau menimbun barang tanpa nilai yang jelas

OCD biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa muda. Gejala yang timbul umumnya dimulai secara bertahap dan cenderung berbeda-beda dalam tingkat keparahannya. Gejala tersebut akan bertambah parah ketika Anda sedang dilanda stres.

OCD biasanya dianggap sebagai gangguan seumur hidup. Anda mungkin memiliki gejala ringan sampai sangat berat dan menyita waktu hingga melumpuhkan kegiatan Anda sehari-hari.

Bila Anda gejala OCD yang Anda alami, yaitu berkali-kali mengecek sesuatu yang sudah dikerjakan sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, segera periksa ke terapis, dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater), atau psikolog. Terapi dan obat-obatan tertentu bisa membantu Anda mengendalikan dorongan untuk mengecek sesuatu sampai puluhan atau ratusan kali sehari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat atau organ reproduksi wanita berfungsi untuk memungkinkan kehamilan dan melindungi bagian dalam tubuh lain dari infeksi. Apa saja organ yang terlibat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

Beragam masalah dapat membuat Anda merasa terhimpit, sehingga timbul pikiran buruk. Apa yang perlu dilakukan jika timbul rasa ingin bunuh diri?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Mental, Cegah Bunuh Diri 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Manfaat Kulit Manggis untuk Kesehatan Tubuh

Banyak berbagai macam penelitian yang menyatakan bahwa kulit manggis kaya manfaat. Yuk, simak apa saja manfaat kulit manggis yang baik bagi kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Toxic people merupakan salah satu jenis orang negatif yang harus Anda jauhi. Bagaimanakah ciri-cirinya? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hubungan Harmonis 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kutu bulu mata

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
penyebab kondom sobek

8 Kesalahan yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Kondom Sobek

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
cara membasakan diri jalan kaki agar tubuh bugar

6 Trik Sederhana Agar Terbiasa Jalan Kaki Demi Tubuh yang Bugar

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
bahaya polusi udara

Jangan Remehkan Bahaya Debu Polusi! Yuk, Lindungi Diri Dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit