Seperti Apa, Sih, Rasanya Mabuk Alkohol? Kenali 7 Tahapannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Semua orang mungkin sudah tahu bahwa terlalu banyak alkohol itu tidak baik untuk kesehatan. Namun, masih banyak saja orang yang rela mabuk alkohol hanya untuk mendapatkan sensasinya meski cuma beberapa saat. Padahal, lama-lama kebiasaan buruk ini dapat menggerogoti tubuh dan memicu berbagai penyakit. Mulai dari hipertensi, gangguan fungsi hati, kerusakan otak, kanker, hingga kematian.

Seperti apa, sih, rasanya mabuk alkohol?

efek alkohol pada otak

Kebiasaan minum alkohol merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan kesehatan. Berdasarkan data dari RISKESDAS tahun 2007, sebanyak 5,5 persen penduduk Indonesia usia 15-24 tahun gemar peminum alkohol. Angka ini terus meningkat menjadi 6,7 persen pada penduduk usia 25 sampai 34 tahun.

Pada awalnya, orang yang mulai mabuk alkohol akan mengalami sensasi tipsy atau kepala kliyengan. Saking pusingnya, Anda jadi tidak kuat berdiri dan ingin terus duduk untuk mengurangi sensasi berputar di kepala.

Racun dalam alkohol akan terus masuk ke pembuluh darah dan meracuni tubuh. Tanda awal mabuk alkohol ini biasanya akan muncul setelah pria mengonsumsi 2 sampai 3 gelas alkohol, sementara pada wanita akan mengalaminya setelah minum 1 sampai 2 gelas alkohol dalam satu jam.

Tahapan perubahan dalam tubuh saat mabuk alkohol

dampak alkohol pada gejala hepatitis

Cepat atau lambatnya seseorang mengalami mabuk alkohol bisa berbeda-beda. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, postur tubuh, dan toleransi alkohol.

Toleransi alkohol adalah ketahanan tubuh terhadap alkohol yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Bagi orang yang terbiasa menenggak miras biasanya memiliki toleransi alkohol yang rendah sehingga ia akan minum miras lebih banyak untuk mencapai efek memabukkan yang diincar.

Ada tujuh tahapan yang akan terjadi saat Anda mabuk alkohol, di antaranya:

1. Rileks

Orang yang baru menenggak satu gelas miras dalam satu jam biasanya akan merasakan sensasi ketenangan atau rileks. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat alkohol dalam darah (BAC) yang masih sedikit, yaitu berkisar 0,01 sampai 0,05 persen.

Di tahap ini, para peminum alkohol masih terlihat normal dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Sering kali sensasi rileks dan enteng inilah yang memicu kita untuk menenggak lebih banyak lagi alkohol. Hal ini tentu bertujuan supaya ia mendapatkan sensasi yang lebih intens, sesuai yang diharapkan.

2. Euforia

Anda akan mulai merasakan sensasi euforia, nge-fly, atau bahagia berlebihan setelah menenggak 2 sampai 3 gelas untuk pria atau 1 sampai 2 gelas untuk wanita dalam satu jam. Biasanya, kadar BAC-nya mulai bertambah, yaitu sekitar 0,03 sampai 0,12 persen.

Orang yang mengalami mabuk alkohol ringan cenderung banyak bicara dan makin percaya diri di depan orang banyak. Mereka bahkan berani mengambil risiko dan tidak malu saat bertindak di luar batas meski dalam kondisi sadar.

3. Mabuk berat

Seseorang dapat dikatakan mabuk alkohol setelah ia menenggak 3 sampai 5 gelas alkohol untuk pria, dan 2 sampai 4 gelas alkohol untuk wanita dalam satu jam. Ini terjadi karena hati (liver) sudah tidak bisa lagi memproduksi enzim alkohol dehidrogenase untuk mengubah alkohol menjadi asetaldehida.

Jika Anda minum banyak alkohol melebihi kemampuan hati Anda untuk menetralisirnya, Anda akan mulai mengalami mabuk alkohol. Hal ini biasanya ditandai dengan perubahan emosi yang tidak stabil, entah itu jadi gampang senang atau sedih.

Secara perlahan, Anda juga akan mulai hilang konsentrasi dan sulit mengingat semua hal yang terjadi sebelumnya. Pandangan tampak kabur, terasa mudah lelah, hingga mengantuk. Hal ini dipengaruhi oleh kadar BAC dalam darah yang mencapai 0,09 sampai 0,25 persen.

4. Hilang keseimbangan

Lama-lama, alkohol akan masuk ke dalam pembuluh darah dan memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Saat Anda menenggak alkohol yang lebih banyak, yaitu 5 gelas alkohol pada pria dan 4 gelas alkohol pada wanita, fungsi tubuh dan otak secara perlahan akan menurun.

Seringnya ini menyebabkan seseorang jadi sulit berdiri dan berjalan. Pandangan Anda pun akan semakin kabur, hitam, dan tidak jelas. Kondisi ini terjadi sebagai pengaruh kadar BAC yang kian meningkat, yaitu 0,18 sampai 0,30 persen.

5. Pingsan

Semakin banyak alkohol yang diminum, semakin kuat pula pengaruh alkohol terhadap tubuh. Mabuk alkohol menyebabkan tubuh lebih cepat mengalami dehidrasi, muntah, kejang, hingga pingsan.

Pada fase ini, Anda sudah tidak dapat lagi merespon semua yang terjadi di sekitar Anda. Tubuh Anda akan sulit digerakkan sehingga tidak bisa berdiri atau berjalan, muka pucat, kulit membiru hingga mengalami kejang.

Alkohol akan menekan hormon vasopresin arginin dalam tubuh, yang tugasnya menjaga kadar air dalam tubuh. Tanpa hormon ini, air dalam tubuh akan cepat terkuras dan membuat seluruh organ mengalami dehidrasi, termasuk pada otak. Alhasil, Anda akan merasakan sensasi nyeri hebat di kepala.

Dampak fatalnya, Anda bahkan tidak bisa bernapas dengan normal. Hal ini bisa menjadi pertanda bahaya dan perlu segera ditangani dokter untuk menyelamatkan nyawa Anda.

6. Koma

Ya, mabuk alkohol juga bisa membuat Anda mengalami koma. Kondisi ini dapat terjadi setelah Anda minum alkohol dalam jumlah banyak sampai kadar BAC dalam darah mencapai 0,35 hingga 0,45 persen.

7. Kematian

Tubuh Anda sudah tidak mampu lagi mentoleransi kadar alkohol yang ada di pembuluh darah. Semua organ tubuh sudah rusak karena diracuni oleh alkohol, mulai dari jantung, pankreas, hati, hingga usus. Jika kadar BAC mencapai 0,45 persen atau lebih, seseorang dapat mengalami kematian akibat keracunan alkohol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit