Cara Melakukan Teknik Pomodoro Supaya Lebih Fokus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Waktu sangat berharga, tapi terkadang kita tidak tahu menghabiskan waktu untuk apa saja. Ketika pagi tiba, Anda bergegas pergi ke tempat Anda memulai kegiatan, tak terasa siang pun datang, lalu tiba-tiba Anda sudah berada di atas kasur lagi saja pada malam hari. Terkadang kita merasa 24 jam masih sangat kurang, Anda memerlukan waktu lebih untuk menyelesaikan target-target Anda. Kalau sudah begitu, siapa yang harus disalahkan, waktu atau diri sendiri?

BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik dan Terburuk untuk Membuat Keputusan?

Kunci dari semua tugas dan kegiatan berjalan baik adalah pengaturan waktu Anda. Jika Anda mampu meningkatkan produktivitas, tentu semua bisa diselesaikan dengan baik. Masalahnya, sering kali kita merasa terdistraksi oleh beberapa hal, misalnya oleh gadget. Berlama-lama memandangi gadget sehingga membuat kita lupa diri untuk kembali pada aktivitas. Apakah Anda pernah mendengar tentang teknik Pomodoro? Hmm, namanya memang terdengar asing ya? Tapi jangan salah, katanya dengan teknik ini, Anda bisa meningkatkan produktivitas. Ingin tahu lebih lanjut?

Apa itu teknik Pomodoro?

Teknik Pomodoro adalah filosofi manajemen waktu di mana kita yang melakukannya harus fokus secara maksimal dalam jangka waktu yang disediakan. Manfaat yang ditawarkan berupa kreativitas yang segar dan Anda mampu menyelesaikan tugas lebih cepat, selain itu rasa lelah pada mental pun tidak terlalu parah. Wah, agak rumit ya? Begini, jadi Anda akan menyelesaikan tugas dalam jangka waktu singkat. Selama waktu tersebut berlangsung, Anda diminta untuk tetap fokus.

BACA JUGA: Berbagai Trik untuk Tetap Fokus Setiap Saat

Teknik ini ditemukan oleh Francesco Cirillo pada awal 90-an. Sistem ini terinspirasi dari cara memotong tomat ketika ia masih menjadi mahasiswa. Metodenya cukup mudah, ketika Anda dihadapkan pada tugas yang sulit, bagi-bagi tugas ke dalam interval waktu-waktu yang singkat. Untuk mempermudah Anda mencerna cara kerja teknik ini, berikut ini adalah penjelasannya.

Bagaimana cara melakukan teknik Pomodro?

Berikut ini tekniknya:

  • Pilih tugas yang ingin Anda selesaikan.
  • Anda harus mengerjakan satu tugas dalam waktu 25 menit, cobalah untuk fokus saja pada tugas yang Anda kerjakan.
  • Bukan berarti 1 tugas untuk 25 menit. Untuk memudahkan, bagilah satu tugas ke dalam beberapa bagian yang harus dikerjakan masing-masing selama 25 menit.
  • Ambil istirahat selama 5 menit. Di masa ini, Anda bisa melakukan distraksi apa pun, seperti mengecek media sosial. Tapi ingat, hanya 5 menit.
  • Lalu, Anda mulai mengerjakan tugas lagi untuk 25 menit berikutnya.
  • Ketika Anda sudah mengerjakan tugas selama 100 menit (empat kali 25 menit yang terpisah-pisah), maka Anda bisa beristirahat lebih lama yaitu sekitar 15 hingga 20 menit.

Jika Anda berhasil fokus mengerjakan tugas dalam 25 menit, maka beri tanda ‘X’ pada catatan daftar tugas Anda. Kenali kapan saja waktu saat Anda terdistraksi. Hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi Anda dalam memilih mengerjakan tugas.

BACA JUGA: 13 Hal Unik dan Sederhana untuk Menghilangkan Stres

Bagaimana teknik ini dapat berjalan efektif?

Kunci keberhasilan dari teknik ini adalah fokus yang tinggi. Tantangannya adalah Anda mungkin cukup sulit menjalani teknik ini dalam keseharian. Contohnya, Anda akan tetap mendapat distraksi lewat email kantor, rekan kerja, teman sekolah, telpon dari keluarga, dan lain-lain. Ketika Anda mendapatkan distraksi tersebut, Anda harus berhenti, lalu memulai lagi dari awal.

Teknik ini menawarkan produktivitas, sebab istirahat di sela-sela tugas dapat membuat pikiran Anda akan tetap fokus dan segar. Namun, Anda juga tidak langsung berhasil mengaplikasikan teknik ini pada kali pertama melakukannya. Mungkin, dibutuhkan waktu sekitar 7 sampai 20 hari untuk membuatnya berhasil. Seperti yang kita tahu, terkadang kita lupa diri kalau sudah terdistraksi pada hal lain.

Sebaiknya, istirahat 5 menit tersebut Anda pakai untuk mengambil minuman atau berjalan keliling ruangan. Teknik ini bagus untuk dipakai oleh orang yang memiliki to-do-list (daftar-yang-harus-dilakukan) banyak, melihat waktu mulai menipis, akan meningkatkan fokus Anda dalam menyelesaikan tugas. Menargetkan waktu secara konstan dapat meminimalisir Anda dari kegiatan menunda-nunda.

Perlu diingat, tidak semua orang cocok menggunakan teknik ini. Ada yang menyukai pembagian tugas dengan target waktu tertentu, ada juga yang tidak suka mendengar alarm waktu berbunyi setiap 25 menit. Teknik memang sedikit membuat Anda tertekan.

Apa saja tujuan dari melakukan teknik Pomodoro?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, teknik ini membantu Anda untuk meningkatkan produktivitas dengan cara:

  • Menjauhkan Anda dari distraksi
  • Meningkatkan kesadaran ketika membuat keputusan
  • Meningkatkan motivasi
  • Membantu menentukan tujuan Anda untuk mencapai target
  • Mengubah proses kerja atau belajar
  • Menguatkan tujuan Anda dalam situasi yang kompleks
  • Menghindari multitasking

Bagaimana ketika saya tetap terdistraksi oleh lingkungan?

Cirilli dikutip dari situs Lifehacker, mengungkapkan beberapa cara yang bisa Anda lakukan ketika ada distraksi dari luar, seperti:

  • Informasi: beri tahu pihak yang ‘menginterupsi’ bahwa Anda perlu melakukan sesuatu selama beberapa menit ke depan
  • Negosiasi: buat kesepakatan dengan pihak terkait, kapan waktu yang tepat untuk menginterupsi Anda
  • Jadwal: buat jadwal kapan Anda harus merespon balik pihak tersebut
  • Telepon balik: Anda bisa meresponnya dengan cara menghubungi kembali saat tugas Anda yang dikerjakan dengan teknik Pomodoro telah beres.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit