Bercak Putih Pada Cokelat, Amankah untuk Dikonsumsi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Cokelat adalah salah satu kudapan yang menjadi favorit banyak orang. Sayangnya, ketika terlalu lama menyimpannya, sering kali Anda menemukan bercak putih pada permukaan cokelat. Padahal, tanggal kedaluwarsa masih lama. Sebetulnya, apakah bercak keputihan ini? Benarkah bahwa bercak tersebut merupakan tanda cokelat sudah tak layak konsumsi?

Apa itu bercak putih pada cokelat?

chocolate blooming
Sumber : Mother Nature Network

Banyak orang mengira bahwa bercak putih pada cokelat dikaitkan dengan jamur. Nyatanya, tidaklah demikian. Biasa disebut sebagai chocolate bloom, fenomena ini adalah munculnya lapisan berwarna keputihan pada cokelat saat penyimpanan.

Pada beberapa kasus, lapisan ini juga muncul dengan warna sedikit keabuan. Walaupun normal terjadi ketika proses produksi, chocolate bloom masih menjadi persoalan bagi para produsen cokelat.

Efek tersebut membuat tampilan cokelat tidak lagi menggugah selera dan dapat memengaruhi tekstur sehingga dianggap menurunkan kualitas cokelat.

Mengapa bercak putih pada cokelat bisa muncul?

Proses pengolahan dan penyimpanan yang kurang tepat adalah penyebab dari munculnya bercak putih pada cokelat atau chocolate blooming.

Terdapat dua jenis blooming, yaitu fat bloom dan sugar bloom. Untuk membedakannya, Anda bisa mengusap permukaan coklat dengan ujung jari.

Bila bercak putih menghilang, berarti bercak adalah hasil dari fat bloom. Namun jika bercak tetap ada dan bekasnya terasa kasar di jari, bercak timbul dari sugar bloom.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.

Fat Bloom

biji cokelat
Sumber: Perfect Daily Grind

Fat bloom merupakan jenis blooming yang sering terjadi pada saat produksi. Pembentukan fat bloom disebabkan oleh proses tempering cokelat yang kurang sempurna.

Tempering adalah proses melelehkan dan mendinginkan cokelat untuk menghasilkan permukaan yang halus dan mengkilap.

Jika proses tersebut tidak dilakukan dengan benar, ketika cokelat berada pada suhu yang hangat, lemak biji kokoa akan terpisah dari campuran cokelat.

Setelah cokelat mendingin, lemak tersebut ikut mengeras lalu muncul ke permukaan berupa bintik-bintik putih.

Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya fat bloom yang menimbulkan bercak putih pada cokelat, di antaranya adalah kristalisasi yang tidak memadai selama proses tempering, percampuran rasa cokelat yang berbeda, proses pendinginan cokelat yang tidak sempurna, suhu yang berbeda antara bagian luar dan dalam cokelat, serta penyimpanan dengan suhu dan tingkat kelembaban yang kurang tepat.

Sugar Bloom

Sugar bloom terjadi ketika cokelat disimpan di tempat yang lembap. Selain itu, perpindahan letak penyimpanan cokelat dengan perubahan suhu yang mendadak juga dapat menyebabkan pembentukan sugar bloom.

Air yang timbul pada permukaan cokelat yang lembap akan melarutkan gula dalam cokelat. Saat air tersebut menguap, gula yang sudah larut akhirnya mengkristal dan mengendap di atas permukaan cokelat.

Kristal dari gula inilah yang memunculkan bercak putih pada cokelat dan membuat tampilan seperti berdebu.

Amankah bercak putih pada cokelat untuk dikonsumsi?

menyimpan coklat
Sumber : Lake Champlain Chocolates

Kemunculan bercak putih pada cokelat merupakan hal yang sering terjadi saat mengolah dan menyimpannya. Selama cokelat tidak mengeluarkan bau tak sedap dan belum kedaluwarsa, cokelat tetap layak dan aman untuk dikonsumsi.

Mungkin beberapa dari Anda lebih suka kalau cokelat kesukaan tetap halus dan mengkilap. Meski bercak memang tidak bisa dihilangkan, Anda dapat memperlambat munculnya bercak putih pada cokelat dengan cara:

  • Tidak menyimpan cokelat di dalam kulkas. Kulkas memiliki tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Untuk menyimpannya, Anda bisa meletakkan cokelat di wadah kedap udara.
  • Simpan cokelat di tempat kering dalam suhu ruang 18-20°C. Hindari memindahkan cokelat pada tempat dengan perbedaan suhu yang drastis.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 24, 2019 | Terakhir Diedit: November 22, 2019

Sumber