Bentuk Hidung dan Hubungannya Dengan Kesehatan Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hidung manusia tidak hanya sekadar tonjolan daging dan tulang rawan di bagian depan wajah. Selain menjadi bagian sistem pernapasan tempat keluar-masuknya udara, hidung juga berkontribusi terhadap fungsi penting tubuh lainnya, seperti indera perasa dan pendengaran.

Fungsi hidung selain mencium

Tanpa hidung, tubuh Anda tidak akan mampu untuk merasakan makanan dengan baik. Apa yang kita sebut dengan “rasa” sebenarnya adalah kombinasi dari berbagai sensasi berbeda; salah satunya, penciuman. Saat Anda memakan sesuatu, hidung mencium aroma makanan dan mengirimkan informasi ke mulut. Proses ini disebut dengan referral penciuman. Inilah alasannya mengapa saat Anda sedang flu atau batuk pilek, semua makanan terasa hambar.

Hidung juga memiliki peran dalam fungsi pendengaran. Nasofaring hidung diapit di kedua sisinya oleh tabung eustachian. Tabung ini menghubungkan nasofaring dengan telinga tengah. Nasofaring akan mengisi telinga tengah dengan udara, menyeimbangkan tekanan udara dalam telinga dengan atmosfir di sekitarnya. Proses ini adalah bagian penting dalam pendengaran yang baik.

Kenapa bentuk hidung orang berbeda-beda?

Pria pada umumnya memiliki hidung yang lebih besar daripada wanita. Walaupun banyak orang berpikir bahwa bentuk hidung adalah murni estetika, peneliti menduga bahwa bentuk hidung berkembang dalam lingkungan yang berbeda untuk alasan yang berbeda pula. Misalnya, hidung tinggi dan mancung yang dimiliki oleh rata-rata orang Eropa dikaitkan sebagai bentuk adaptasi terhadap iklim dingin dan kering.

Ukuran dan bentuk hidung manusia bisa beragam, tergantung dari genetika dan cedera yang mungkin dialami. Hidung pesek atau mancung, adakah kondisi kesehatan lain yang terkait di balik bentuk hidung yang beragam?

Bentuk hidung yang menunjukkan kondisi kesehatan

Snub nose

Alias hidung kecil sedikit pesek dengan lekukan landai, dan ujung hidung agak tinggi memperlihatkan lubang hidung. Elizabeth Taylor dan Wayne Rooney adalah salah satu dari sekian banyak pemilik hidung jenis ini.

Namun, tahukah Anda? Bentuk hidung ini juga bisa menjadi salah satu tanda dari tiga kondisi genetik langka, yaitu blackfan anemia, pure red cell aplasia, dan otospondylomegaepiphyseal dysplasia. Penderita pure red cell aplasia memiliki tulang sumsum yang tidak mampu untuk memproduksi cukup sel darah merah. Otospondylomegaepiphyseal dysplasia adalah kondisi pertumbuhan tulang abnormal yang menyebabkan hilangnya pendengaran, bentuk tengkorak abnormal, dan perubahan karakteristik fitur wajah lainnya.

Saddle nose

Alias hidung pelana, adalah kondisi hilangnya struktur penyangga hidung sehingga melemahkan septum hidung, menyebabkan hidung secara keseluruhan ringsek ke dalam. Cacat bentuk hidung bisa terletak di batang hidung, di bagian tulang rawan, atau di jembatan hidung. Septum hidung, dinding lunak yang membatasi dua lubang hidung, bisa rusak dan terdorong ke kiri atau kanan, atau hidung dapat tumbuh miring. Kondisi ini disebut penyimpangan septum hidung. Penyimpangan ini bisa menyebabkan masalah pernapasan dan ketidaknyamanan karena salah satu atau kedua bilih hidung lebih kecil daripada semestinya.

Hidung pelana bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk riwayat septoplasty, operasi plastik hidung yang gagal, penggunaan narkoba, hingga kondisi medis tertentu, seperti dwarfisme, Wegener’s granulomatosis (granulomatosis dengan polyangitis), sipilis turunan, trauma hidung, William’s syndrome nasal bridge, atau dystosis cleidocranial, sebuah penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit ini diakibatkan oleh gen abnormal yang diwariskan oleh orangtua kepada anak, menyebabkan jembatan hidung penderitanya rendah dan pendek.

Potato nose

Alias hidung jambu, atau istilah medisnya Rhynophyma. Rhynophyma adalah kondisi kulit langka dimana hidung berbentuk seperti bohlam, besar, merah, menebal, berminyak, dan bergelombang. Penyebab pasti dari kondisi ini tidak diketahui, walau sempat dikaitkan dengan konsumsi alkohol berlebihan. Sejumlah studi telah membuktikan bahwa rhynophyma bisa terjadi baik pada peminum alkohol maupun yang tidak sama sekali. Kondisi ini lebih umum dialami oleh pria.

Rhynophyma juga dikaitkan dengan rosacea. Rosacea adalah peradangan kulit yang menyebabkan wajah timbul iritasi kemerahan, terutama di bagian pipi dan hidung. Benjolan kecil berwarna merah dan bernanah juga mungkin timbul di wajah Anda seiring perkembangan kondisi ini. Rhynophyma umumnya muncul di tahap akhir rosacea dan berkembang lambat selama beberapa tahun. Karateristik fisik umum dari rhynophyma adalah pemusatan massa di bagian tengah hingga ujung hidung, yang menyebabkan penyimpangan fitur wajah di banyak kasus.

Hidung besar

Hidung besar umum dimiliki oleh banyak orang di penjuru belahan dunia. Namun, jika bentuk hidung besar diikuti oleh tangan dan kaki yang juga membesar hingga ke titik tertentu di mana cincin, perhiasan, atau sepatu tak lagi muat dipakai, ini adalah gejala klasik dari akromegali. Akromegali juga bisa menyebabkan Anda mengalami perubahan lambat laun pada wajah, seperti rahang bawah yang menonjol, lidah dan bibir menebal, dan jarak antar gigi melebar. Selain itu, akromegali juga menyebabkan keringat berlebih dan bau badan, kerusakan penglihatan, hingga gerak persendian yang terbatas dan terasa sakit.

Akromegali disebabkan oleh gangguan hormon di kelenjar pituitary yang memproduksi hormon pertumbuhan di luar batas normal. Saat ini terjadi, tulang Anda juga akan membesar, dan kemudian diikuti oleh perubahan karakteristik fisik lainnya. Akromegali biasanya mempengaruhi orang-orang dewasa lanjut. Pada anak, kelebihan hormon pertumbuhan ini disebut dengan gigantisme, yang menyebabkan mereka tumbuh besar dan tinggi tidak sewajarnya. Akromegali berkembang lambat, maka dari itu gejala awal mungkin tidak akan tampak dalam beberapa tahun.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
ukuran otak dewasa berpikir

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit