Apa Akibatnya Pada Pria Jika Kadar Testosteronnya Rendah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Testosteron rendah biasanya terjadi pada pria saat mereka bertambah tua. Semakin lanjut usia Anda, semakin rendah pula testosteron Anda. Sekitar 20% orang di usia 60-an tahun memiliki testosteron rendah. Dan saat mereka di usia 70-an tahun, angka ini meningkat hingga 30% dan mencapai angka 50% di usia 80-an tahun.

Apa fungsi testosteron bagi pria?

Testosteron adalah hormon seks yang dihasilkan di testis pria. Fungsi testosteron adalah membantu pembentukan organ seksual saat bayi laki-laki mengalami masa pertumbuhan.

Saat pubertas, testosteron penting untuk perkembangan fisik dari laki-laki menjadi pria. Dengan testosteron, anak laki-laki bisa memiliki lebih banyak bulu di tubuhnya, otot, dan suara yang lebih dalam. Di kemudian hari dalam hidupnya, fungsi seksual pria juga dipengaruhi oleh testosteron.

Apa penyebab kadar testosteron menurun?

Saat usia bertambah, adalah hal normal bagi kadar testosteron Anda untuk menurun. Selain itu, ada penyebab lain yang bisa menyebabkan berkurangnya testosteron. Ini termasuk cedera pada testis, atau radiasi kemoterapi untuk mengobati kanker di area genital. Testosteron rendah juga bisa disebabkan oleh penyakit kelenjar di bawah otak, dan obat-obatan yang memengaruhi kelenjar ini, seperti steroid.

Apa dampaknya pada kehidupan seksual jika testosteron rendah?

Testosteron rendah bisa memberikan dampak yang besar dan penting pada kesehatan pria, terutama pada kehidupan seksualnya. Testosteron rendah bisa menyebabkan kesulitan ereksi, atau kesulitan mempertahankan ereksi. Ereksi mungkin menjadi kurang sering terjadi atau menjadi lebih lemah daripada sebelumnya. Libido dan frekuensi seks juga bisa berkurang akibat testosteron rendah, dan ini akan berdampak pada hubungan.

Masalah kesehatan lain akibat testosteron rendah

Tidak hanya kehidupan seksual, kondisi kesehatan juga bisa terkena dampak dari testosteron rendah. Ada beberapa gejala testosteron rendah yang harus diwaspadai:

  • kenaikan berat badan
  • kurang berenergi
  • meningkatnya lemak tubuh dan berkurangnya otot
  • depresi 
  • sulit berkonsentrasi

Kekurangan testosteron terkadang bisa memberikan dampak jangka panjang yang serius pada tubuh. Banyak orang dengan testosteron yang sangat rendah memiliki tulang yang lemah, yang bisa menyebabkan kondisi yang disebut osteoporosis. Dengan osteoporosis, Anda akan lebih berisiko terkena cedera. Selain itu, testosteron rendah dikaitkan dengan penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Bagaimana cara mengobati testosteron rendah?

Anda bisa diresepkan terapi pengganti testosteron jika Anda menderita testosteron rendah. Kebanyakan pria dengan testosteron rendah akan diresepkan gel testosteron untuk digosokkan pada lengan atau bahunya. Metode lainnya adalah dengan menerima suntik di otot, atau Anda bisa menggunakan eye patch yang secara perlahan melepaskan testosteron ke dalam darah.

Anda juga bisa menggunakan pelet yang ditanam di bawah kulit. Jika Anda menderita kanker prostat, Anda tidak boleh menjalani terapi untuk menambah testosteron karena bisa meningkatkan pertumbuhan kanker.

Kapan pengobatan diperlukan

Saat mencapai usia 40-an tahun, Anda harus pergi ke dokter untuk diperiksa apakah testosteron Anda rendah. Selain itu, setiap gejala yang Anda curigai sebagai akibat testosteron rendah harus diwaspadai dan diobati sesegera mungkin.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
arti warna dahak

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit