Ini Bahaya yang Mengintai di Balik Cantiknya Kuku Palsu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Di antara Anda mungkin ada yang memilih menggunakan kuku palsu untuk memperindah tampilan jari tangan. Namun, di balik cantiknya tampilan kuku palsu, ada risiko bahaya yang mengintai. Mari simak lebih dalam dampak negatif pakai kuku palsu yang mungkin terjadi pada Anda berikut ini.

Apa itu kuku palsu?

Sebelum membahas mengenai bahaya kuku palsu, ada baiknya jika mengetahui apa dan terbuat dari apa kuku palsu ini.

Kuku palsu dikenal juga dengan kuku artifisial. Ini merupakan teknik memanjangkan kuku dengan berbagai bahan, seperti gel, akrilik, atau silk.

Di antara ketiganya, akrilik adalah bahan yang paling populer. Akrilik dapat membentuk cangkang keras seperti kuku asli.

Ketika memasang kuku akrilik, Anda akan diminta rutin ke salon sebanyak 2 atau 3 minggu sekali. Tujuannya, untuk memperbaiki celah antara kutikula dengan kuku akrilik yang terbentuk akibat kuku yang tumbuh.

Selain akrilik, kuku palsu berbahan gel juga kerap digunakan. Prosesnya sama seperti Anda mengecat kuku. Hanya saja, kuku palsu dari gel membutuhkan sinar ultraviolet (UV) untuk mengeraskan gel.

Bahan gel lebih tahan lama dibanding akrilik, namun harganya jauh lebih mahal.

Bahaya pakai kuku palsu

merawat kuku selama kemoterapi kanker

Bagi wanita, tampilan bisa menjadi prioritas, termasuk jari-jari tangan. Itu sebabnya, kuku palsu dipilih demi mempercantik jari tangan.

Sebelum memantapkan hati menggunakan kuku palsu, ada baiknya Anda memahami berbagai risiko yang mungkin terjadi di balik cantiknya memasang kuku palsu.

Ya, meskipun terbilang cukup aman, kuku palsu tetap membawa beberapa dampak negatif. Pasalnya, kuku palsu menggunakan bahan kimia yang bisa merusak kesehatan kuku dan kulit di sekitarnya.

Beberapa masalah pada kuku yang mungkin terjadi jika Anda memakai kuku palsu, antara lain:

1. Kuku jadi rusak

Proses pemasangan kuku akrilik akan mengikir kuku asli Anda. Setelahnya, kuku Anda akan dilapisi oleh bahan kimia. Kedua proses tersebut bisa membuat kuku jadi semakin tipis.

Selain itu, bila Anda ingin melepasnya, proses menghapus kuku palsu berbahan akrilik ataupun gel juga bisa membuat kuku semakin tipis.

Biasanya, kuku akan direndam dalam aseton selama 10 menit atau lebih. Paparan bahan kimia tersebut bisa membuat lapisan kuku Anda semakin kering.

Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus tanpa perawatan yang tepat, kuku menjadi sangat rapuh dan mudah patah.

2. Infeksi

Menurut Lawrence E. Gibson, M.D, seorang ahli kesehatan kulit di Mayo Clinic menyebutkan bahaya pakai kuku palsu. Meski jarang terjadi, kuku palsu bisa meningkatkan risiko infeksi pada kuku.

Pemakaian kuku akrilik, menyebabkan adanya celah kuku. Area tersebut sangat mudah lembap, sehingga memungkinkan bakteri dan jamur berkembang. Jika kondisi ini terus berlanjut, infeksi bakteri dan jamur bisa terjadi.

Infeksi bakteri pada kuku Anda, akan menyebabkan kuku merah, bengkak, dan bernanah. Sementara, infeksi jamur akan membuat kulit sekitarnya jadi gatal, kuku berubah menjadi kekuningan dan mudah rapuh.

3. Alergi

Beberapa orang tertentu mungkin alergi terhadap bahan dari kuku palsu. Bahan kimia yang ada di dalamnya akhirnya bisa mengiritasi.

Jika Anda termasuk orang dengan kulit sensitif, salah satu bahaya kuku palsu yang kemungkinan akan terjadi adalah timbulnya reaksi alergi, misalnya kuku memerah, gatal, dan bengkak.

Jangan cemas, bahaya kuku palsu bisa diminimalisasi

Dilansir dari laman American Academy of Dermatology, kerusakan kuku akibat riasan kuku bisa diminimalisasi. Ikuti beberapa tipsnya berikut ini.

  • Jangan terlalu sering menggunakan kuku palsu. Sesekali biarkan kuku Anda bersih dari cat, gel, ataupun akrilik. Manfaatkan penggunaan kuku palsu hanya untuk menghadiri acara tertentu, seperti pernikahan, pesta, atau acara lain, bukan penggunaan sehari-hari.
  • Pilih salon kuku yang menggunakan sinar LED untuk mengeringkan kuku gel buatan ketimbang sinar UV. Sinar LED memancarkan radiasi yang lebih rendah dibanding sinar UV.
  • Minta petugas salon untuk tidak memangkas kutikula saat kuku dibersihkan sebelum pemakaian kuku palsu. Kutikula melindungi kuku dan kulit sekitarnya dari infeksi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca