3 Benda Sehari-hari yang Sarat Amonia, dan Bahaya Amonia Buat Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/05/2019
Bagikan sekarang

Disadari atau tidak, kita mungkin menghirup gas amonia selama beraktivitas dalam rumah atau di kantor. Amonia adalah senyawa kimia yang terkandung dalam banyak produk pembersih rumah tangga. Memang, apa bahayanya? Mari simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut.

Apa itu gas amonia?

Ammonia atau amonia adalah gas kimia dengan dengan rumus NH3. Karakteristik gas ammonia adalah bening, tidak berwarna, tapi mengeluarkan bau menyengat.

Ammonia yang secara alami hadir di lingkungan sekitar dihasilkan dari sisa bahan organik di tanah seperti tumbuhan, bangkai, dan kotoran hewan yang diurai oleh bakteri.

Tubuh manusia juga memproduksi “porsi” amonia alaminya sendiri setiap kali mencerna makanan. Ketika sistem pencernaan memecah protein makanan, terbentuklah amonia yang nantinya akan diuraikan lebih lanjut menjadi urea.

Urea merupakan komponen organik terbanyak di dalam urine. Itulah salah satu alasan mengapa amonia memiliki ciri khas berupa bau yang cukup menyengat.

Selain bentuk murni yang berupa gas, terkadang Anda juga dapat menemukan sediaan produk amonia dalam bentuk padat atau cair, tergantung tujuan kegunaannya.

Apa saja produk rumah tangga yang mengandung amonia?

produk pembersih rumah

Ternyata, berbagai produk rumah tangga yang mungkin sering Anda gunakan sehari-hari juga melepaskan gas amonia ke udara sekitar. Apa saja?

1. Pupuk

Ammonia yang digunakan dalam pupuk adalah sediaan cair. Ketika disuntikkan ke dalam tanah, amonia cair akan menguap menjadi gas. Sekitar 80-90% gas ammonia yang dilepaskan ke udara berasal dari pupuk pertanian.

Ammonia membantu meningkatkan kadar pH tanah untuk mematikan mikroorganisme yang berbahaya, sembari meningkatkan kadar nutrisi penting di dalam tanah untuk diserap tanaman.

2. Produk pembersih rumah tangga

Ammonia adalah agen pembersih yang sangat efektif. Senyawa kimia ini ampuh membasmi kotoran atau noda yang berasal dari lemak hewani atau minyak nabati, seperti noda karena minyak goreng.

Itu kenapa produk pembersih rumah tangga seperti sabun pembersih kaca, pembersih bak mandi, sabun pel lantai, dan larutan pembersih toilet dibuat dengan ammonia.

Tak jarang, ammonia juga digunakan sebagai larutan pencegah goresan pada kaca dan badan mobil (polish wax)

3. Produk lainnya

Selain dalam pupuk dan produk pembersih, ammonia juga cukup banyak ditemukan dalam berbagai produk komersil lainnya. Ammonia digunakan dalam proses pembuatan plastik, kain tekstil, dan pewarna rambut.

Bahkan, senyawa kimia ini juga kerap dimanfaatkan sebagai penstabil, penetral, dan sumber nitrogen dalam proses pengolahan air, limbah, produksi karet, kertas, obat-obatan, hingga pada industri makanan.

Jumlah senyawa ammonia yang ditambahkan ke dalam produk industri biasanya berkonsentrasi cukup tinggi. Biasanya dapat mencapai sekitar 25% sehingga dinilai bersifat korosif (penyebab kerusakan).

Apa bahaya gas amonia?

masuk IGD

Risiko kesehatan ammonia terutama paling berbahaya jika kita menerima paparan dalam jumlah yang berlebihan. Baik itu sekaligus banyak dalam satu waktu  maupun sedikit demi sedikit tapi berkelanjutan.

Ammonia biasanya segera menimbulkan reaksi jika terjadi paparan pada kulit, mata, rongga mulut, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan yang memiliki lapisan lembap (mukus).

1. Pada saluran napas (terhirup)

Kebanyakan orang bisa dengan mudah terpapar amonia dalam dosis tinggi karena berat gas amonia lebih ringan daripada udara biasa di atmosfer. Ini memungkinkan gas tersebut lebih cepat menguap dan terhirup ke dalam tubuh.

Menghirup ammonia dalam konsentrasi rendah dapat mengiritasi jalur napas sehingga menyebabkan batuk-batuk.

Namun dalam konsentrasi tinggi, gas amonia berisiko menyebabkan luka bakar langsung pada saluran hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan saluran napas berupa edema bronkiolar dan alveolar, yang mengakibatkan sesak napas parah hingga gagal pernapasan.

2. Pada kontak kulit dan mata (sentuhan)

Sementara itu, paparan amonia dosis rendah dalam bentuk gas atau cair langsung pada mata dan kulit dapat menyebabkan iritasi (mata merah atau kulit ruam)/

Dalam dosis tinggi, paparan ammonia cair pada kulit dapat menyebabkan cedera permanen dan luka bakar serius. Kontak dengan amonia cair juga dapat menyebabkan radang dingin (frostbite) pada kulit.

Apabila terkena atau terciprat ke mata, ammonia dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kerusakan penglihatan permanen (kebutaan).

3. Pada sistem pencernaan (tertelan)

Mual, muntah, dan sakit perut adalah gejala umum setelah menelan amonia. Baik sengaja atau tidak.

Pada kasus yang jarang, sengaja menelan konsentrat ammonia 5-10% menyebabkan luka bakar parah pada rongga mulut, tenggorokan, kerongkongan, dan lambung.

4. Keracunan

Melansir dari jurnal Metabolic Brain Disease, profesor Erlend Nagelhus dan tim peneliti dari Institute for Basic Medical Sciences melaporkan bahwa kadar ammonia berlebihan dalam tubuh, khususnya di otak, dapat mengganggu kerja metabolisme tubuh. Hal ini khususnya berdampak buruk terhadap fungsi sel-sel dan saraf otak.

Menelan ammonia dalam jumlah banyak menyebabkan keracunan sistemik dengan gejala khas berupa kejang-kejang, dan bahkan bisa hingga koma.

Hati-hati pakai amonia jika punya penyakit hati

Masalah kesehatan akibat paparan ammonia terutama akan lebih berisiko tinggi bagi orang yang memiliki gangguan atau penyakit hati.

Normalnya, hati atau liver yang sehat dapat mengubah amonia menjadi urea dengan lancar. Urea tersebut adalah produk limbah yang nantinya akan dibuang keluar bersama dengan urin.

Namun, hati yang tidak berfungsi baik akan kesulitan untuk membilas racun-racun dari dalam tubuh sehingga pada akhirnya malah menumpuk dalam darah.

Di sisi lain, penumpukan ammonia dalam tubuh juga bisa dipengaruhi oleh penyakit hati atau penyakit ginjal kesehatan yang memang sudah Anda miliki. Hal ini pun sama-sama berpeluang menimbulkan berbagai bahaya untuk kesehatan.

Tips aman menggunakan produk mengandung amonia

cara membersihkan rumah

Supaya terhindari dari risiko bahaya dari gas ammonia, Anda bisa menerapkan beberapa cara seperti:

  • Baca dan ikuti semua petunjuk instruksi yang tertera pada label kemasan saat menggunakan produk pembersih.
  • Gunakan sarung tangan, masker, pakaian yang tertutup, bahan kacamata pelindung saat menggunakan produk tersebut guna mencegah iritasi dan keracunan.
  • Buka jendela dan pintu untuk memastikan sirkulasi udara lancar saat membersihkan perabot atau rumah.
  • Hindari mencampur amonia dengan pemutih klorin karena dapat menghasilkan gas beracun yang disebut kloramin.
  • Letakkan produk pembersih rumah di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ingin Rumah Bebas dari Bau Tidak Sedap? Ikuti 4 Tipsnya Berikut Ini

Rumah yang bau pasti membuat Anda tidak bisa bernapas lega dan menganggu kenyamanan. Yuk, ikuti tips agar rumah bebas dari bau menganggu berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

4 Tips Sederhana untuk Menghangatkan Kembali Rumah Tangga yang Hambar

Tidak selamanya pernikahan bisa hangat dan mesra terus. Lalu bagaimana cara memperbaiki pernikahan yanng mulai terasa hambar?

Ditulis oleh: Novita Joseph

Pentingnya Membersihkan Rumah Setelah Sembuh dari Sakit

Rumah tetap harus dibersihkan, apalagi usai salah satu anggota yang tinggal di dalamnya baru sembuh dari sakit. Bagaimana tips membersihkan rumah yang baik?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Tips Menyimpan Makanan di Rumah Agar Tahan Lama

Agar tidak cepat basi atau busuk, baca dulu tips ini saat menyimpan makanan di rumah. Selain hemat uang, Anda juga jadi ramah lingkungan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

cara menjaga kebersihan rumah

Cara Menjaga Kebersihan Rumah Agar Bebas Kuman dan Virus

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020
mencegah polusi dalam ruangan

Cegah Polusi di Dalam Ruangan Dengan 5 Cara Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/12/2019
berapa kali ganti seprai setelah berhubungan seks

Berapa Kali Sebaiknya Ganti Seprai Setelah Berhubungan Seks?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11/11/2019
polusi udara dalam ruangan

Kenali Berbagai Sumber Polusi yang Membuat Udara di Dalam Ruangan Tercemar

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22/10/2019