home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Langkah Menyimpan Minyak Goreng yang Benar Supaya Tidak Cepat Berbau Tengik

3 Langkah Menyimpan Minyak Goreng yang Benar Supaya Tidak Cepat Berbau Tengik

Minyak goreng yang dijual di pasaran tersedia dalam berbagai kemasan. Ada yang dimasukkan ke dalam plastik, botol, jerigen, atau kemasan lainnya. Anda boleh saja memilih kemasan minyak goreng apa pun yang Anda sukai. Namun hati-hati, bila tidak cermat menyimpannya, kualitas minyak bisa cepat menurun dan menyebabkan bau tengik. Lantas, bagaimana cara menyimpan minyak goreng yang benar? Berikut penjelasannya.

Kenapa minyak goreng harus disimpan dengan benar?

Saat membeli minyak goreng, Anda tentu akan memilih jenis minyak goreng yang kualitasnya paling bagus supaya kandungan gizinya juga tinggi. Sayangnya, sebaik apa pun kualitas minyak yang Anda beli bisa hilang jika tidak disimpan dengan benar.

Setiap minyak mengandung lemak jenuh dan lemak tak jenuh ganda. Dilansir dari Live Science, kedua lemak ini bisa berubah jadi bau tengik jika terkontaminasi oleh lima hal, yaitu cahaya, panas, air, udara, dan mikroba tertentu.

Jika minyak tidak disimpan dengan benar, misalnya dibiarkan terbuka, maka lemak pada minyak akan berikatan dengan oksigen dan membentuk senyawa asam aldehida, keton, atau karboksilat. Senyawa-senyawa inilah yang menyebabkan minyak berbau tengik.

Panas juga dapat membuat minyak jadi cepat rusak. Suhu panas dapat membuat zat-zat kimia dalam minyak goreng saling bertabrakan dan rusak. Semakin banyak zat dalam minyak yang rusak, bau tengik akan semakin tercium.

Lantas, bagaimana cara menyimpan minyak goreng yang benar?

Pada dasarnya, hampir semua jenis minyak goreng dapat bertahan hingga dua tahun jika disimpan dengan benar. Supaya minyak goreng Anda lebih awet dan tahan lama, ikuti tips-tipsnya berikut ini.

1. Simpan dalam botol kaca

Kebanyakan ibu rumah tangga lebih sering menyimpan minyak goreng dalam botol plastik daripada botol kaca. Selain karena lebih praktis, minyak yang dikemas dalam botol plastik juga lebih mudah ditemukan di pasaran. Apakah Anda salah satunya?

Jika iya, sebaiknya segera pindahkan minyak goreng Anda ke dalam botol kaca. Pasalnya, kualitas minyak goreng yang disimpan dalam kemasan plastik akan lebih cepat menurun, dibandingkan minyak yang disimpan dalam botol kaca.

Bahan plastik lebih cepat memuai dan larut ke dalam minyak. Terlebih lagi, jumlah peroksida (patokan nilai kerusakan pada minyak) akan cepat naik. Semakin tinggi bilangan peroksidanya, maka semakin cepat pula timbul bau tengik pada minyak.

Jika Anda membeli minyak goreng dalam kemasan yang besar, tuangkan ke dalam botol-botol kaca yang lebih kecil supaya lebih praktis. Selain memperpanjang daya simpan minyak secara keseluruhan, cara ini juga mencegah masuknya mikroba atau oksigen ke dalam minyak akibat keseringan buka-tutup botol.

2. Jangan taruh di dekat kompor

Sebagian besar ibu rumah tangga terbiasa menyimpan minyak di dekat kompor supaya lebih mudah saat ingin menuangkannya ke dalam wajan. Jika kebiasaan ini juga Anda lakukan, sebaiknya ubah dari sekarang.

Minyak goreng yang diletakkan di dekat kompor akan lebih mudah terkena suhu panas dari kompor. Hal ini akan membuat minyak jadi lebih mudah menguap dan menurunkan kualitas minyak goreng.

Sebagai solusinya, simpan minyak goreng Anda di rak atau lemari dapur yang tertutup. Pastikan suhu ruangan tetap stabil supaya kualitas minyak goreng tetap terjaga dengan baik.

3. Jauhkan dari sinar matahari langsung

khasiat minyak kelapa

Minyak goreng tidak boleh disimpan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Ini karena suhu panas dapat meluruhkan kandungan antioksidan minyak dan mempercepat pembusukan.

Kondisi ini bisa diperparah jika Anda menggunakan kemasan plastik saat menyimpan minyak. Semakin cepat minyak goreng memuai, maka semakin cepat kandungannya rusak dan berbau tengik.

Bolehkah saya menyimpan minyak goreng di dalam kulkas?

makanan tidak boleh masuk kulkas

Menyimpan minyak goreng dalam kulkas dapat membuat minyak tetap segar dan terjaga kualitasnya. Umur simpannya pun cenderung lebih lama, karena minyak akan berubah menjadi lebih padat karena terkena suhu dingin.

Sebetulnya, hal ini sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, minyak goreng akan lebih sulit dipakai karena harus dicairkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Alhasil, waktu Anda jadi sedikit tersita untuk menyiapkan minyak goreng terlebih dahulu sebelum mulai memasak.

Meski begitu, perubahan minyak goreng dari cair ke padat atau sebaliknya tidak akan membuat kualitas minyak jadi turun. Jadi, silakan saja kalau Anda ingin menyimpan minyak goreng dalam kulkas agar lebih awet dan tahan lama.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Do I Store Coconut Oil? https://www.livestrong.com/article/188613-how-do-i-store-coconut-oil/. Accessed 20/7/2018.

How to Keep Oil Fresh. http://www.readersdigest.ca/food/cooking-tips/how-keep-oil-fresh/. Accessed 20/7/2018.

Why Does Cooking Oil Go Rancid? https://www.livescience.com/55267-why-does-oil-go-rancid.html. Accessed 20/7/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri pada 15/08/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x