Bisakah Gay dan Lesbian Disembuhkan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Sekelompok kecil psikoterapis berpikir bahwa ya, homoseksualitas adalah sebuah penyakit mental yang membuat orang-orang menyukai sesama jenis. Dan mereka saat ini sedang menjalani misi khusus untuk “menyembuhkan” mereka yang menderita — dengan sebuah terapi pembalikkan. Tapi apa benar gay bisa disembuhkan?

Sesuai dengan namanya, terapi pembalikkan bertujuan untuk membantu orang-orang gay dan lesbian untuk mengubah orientasi seksual mereka dari homoseksual menjadi heteroseksual (penyuka lawan jenis). Tapi apa benar gay bisa disembuhkan? Dan jika ya, apakah terapi ini benar efektif untuk mengembalikan mereka yang “tersesat” kembali ke jalan yang benar?

Seperti apa prosedur terapi pembalikkan untuk menyembuhkan gay dan lesbian?

Keinginan untuk mengubah homoseksualitas sudah berakar sejak beberapa dekade lalu. Seringkali, homoseksualitas saling dikaitkan dengan gejala depresi dan trauma masa kecil. Pada tahun 1920, Sigmund Freud menulis tentang seorang ayah menginginkan anak perempuannya yang lesbian untuk diubah menjadi normal dan menyukai pria. Freud kemudian membatalkan terapi tersebut karena menganggap terapi ini tak mungkin berhasil untuk dilakukan.

Beberapa tahun kemudian, Freud menolak mengobati seorang anak homoseksual dengan beralasan bahwa homoseksualitas “bukanlah sesuatu yang memalukan, bukan sebuah kecacatan, atau keburukan; homoseksualitas tidak dapat diklasifikasikan sebagai penyakit.”

Psikolog di awal pertengahan 1900-an percaya gay bisa disembuhkan dan merekomendasikan berbagai perawatan. Salah satu upaya terapi pembalikkan kuno dilakukan oleh endokrinolog Wina Eugen Steinach yang mentransplantasi testis dari lelaki “normal” ke buah zakar pria gay sebagai upaya untuk membebaskan mereka dari hasrat ketertarikan seksual sesama jenis. Upaya ini gagal total.

Sepanjang tahun 1960 hingga 70-an, terapi pembalikkan menggunakan metode penyiksaan seperti kejut listrik sampai membuat kejang dengan efek samping hilang ingatan, atau memberi mereka obat perangsang mual sambil menunjukkan mereka gambar porno sesama jenis agar mereka bisa mengaitkan homoseksualitas dengan trauma pengalaman yang tidak menyenangkan. Metode lain termasuk psikoanalisis atau terapi bicara, perawatan estrogen untuk mengurangi libido pada pria. Pada beberapa negara teknik seperti ini masih terus dilakukan.

Di Inggris, misalnya. Di umurnya yang baru menginjak 12 tahun, Samuel Brinton dipaksa untuk menjalani terapi pembalikkan selama bertahun-tahun. Selama terapi, ia tunduk kepada rancangan program yang mengharuskannya mengenggam es batu balok selama berjam-jam dan pada sesi lainnya, terapis yang menangani kasus Brinton menyetrum tubuhnya, tangan Brinton dibakar dan ditusuk berulang kali, sambil ditunjukkan gambar-gambar dua pria yang sedang bercinta — agar ia bisa mengaitkan homoseksualitas dengan rasa sakit. Di kali lainnya, ia dipaksa untuk menghirup bau fesesnya sendiri selama berjam-jam sambil memandangi gambar-gambar lelaki gay.

Terapi pembalikkan agar gay bisa disembuhkan termasuk upaya penyiksaan

Ada dua keprihatinan utama tentang terapi pembalikkan homoseksual. Pertama, terapi konversi telah lama dipertanyakan legalitas standar dan etika profesionalnya, serta isu-isu yang lebih besar dari pertanggungjawaban terapis dan kesejahteraan pasien, yang berlaku untuk semua area praktik kesehatan mental. Terapi konversi tidak dianggap sebagai pengobatan psikologis utama, sehingga tidak pernah ada standar profesional atau pedoman konkret soal bagaimana hal itu dilakukan.

Terlebih lagi, homoseksualitas tidak dianggap sebagai gangguan mental, sehingga American Psychological Association (APA) tidak merekomendasikan “menyembuhkan” ketertarikan sesama jenis dalam hal apapun. Homoseksualitas telah lama dihapus dari kategori penyakit mental dalam buku pedoman Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) semenjak tahun 1973. Etika dunia psikologi dan kedokteran modern memerintahkan setiap tenaga profesional kesehatan untuk tunduk kepada metode pengobatan yang mendukung martabat manusia. Terapi konversi gay tidak memenuhi semua syarat ini.

Kedua, tidak hanya bukti sejauh ini menunjukkan bahwa terapi konversi tidak etis dan tidak bertanggung jawab, namun terapi ini juga didukung oleh “bukti-bukti ilmu” yang tidak memadai dan sangat dipertanyakan. Tidak pernah bukti ilmiah kuat yang mampu menunjukkan bahwa orientasi seksual manusia dapat diubah. Tak ada pula dukungan empiris untuk mendukung gagasan perubahan ini. Selain itu, studi-studi ini justru menemukan bahwa terapi konversi efektif membuat gay bisa disembuhkan dan justru malah berbahaya bagi “pasiennya”. Efek negatif termasuk “hilangnya hasrat dan kecenderungan seksual, depresi, gangguan kecemasan, dan bunuh diri.

Sampai saat ini, Committee Against Torture milik PBB belum mengategorikan terapi konversi sebagai salah satu jenis bentuk penyiksaan yang kejam dan tidak manusiawi; Namun, National Center for Lesbian Rights (NCLR) telah mengajukan proposal untuk PBB menyegerakan keputusan mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . 5 menit baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca