home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Setelah Berhenti Merokok, Kenapa Napas Jadi Terasa Sesak?

Setelah Berhenti Merokok, Kenapa Napas Jadi Terasa Sesak?

Berhenti merokok merupakan langkah terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun, tindakan ini juga menimbulkan efek samping, salah satunya sesak napas. Tahukah Anda apa sebabnya mantan perokok mengalami efek samping ini? Lantas, adakah cara untuk mengatasi sesak napas saat berhenti merokok? Yuk, cari jawabannya berikut ini.

Kenapa Anda merasa sesak napas saat berhenti merokok?

Rokok mengandung berbagai zat kimia pemicu kanker (karsinogen). Saat merokok, itu artinya Anda memberi tubuh asupan bahan kimia, seperti nikotin, tar, atau karbon monoksida.

Semua zat yang tak dibutuhkan tubuh itu justru dapat memicu masalah kesehatan di kemudian hari.

Menurut John Hopkins Medicine, CDC melaporkan bahwa merokok telah menyebabkan kematian lebih 480.000 di Amerika Serikat setiap tahunnya.

Ini bisa terjadi karena rokok hampir 90% menyebabkan kanker paru-paru dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik).

Inilah yang menjadi alasan kenapa kebiasaan merokok harus dihentikan.

Sayangnya, berhenti merokok bukanlah hal mudah. Mantan perokok mungkin mengalami sesak napas saat berhenti merokok.

Sesak napas saat berhenti merokok merupakan salah stau gejala putus rokok. Selama Anda merokok, bahan kimia pada rokok memberikan beragam reaksi pada tubuh.

Nah, saat Anda berhenti dari kebiasaan ini, tubuh perlu menyesuaikan diri sehingga Anda menimbulkan berbagai efek samping.

Lantas, kenapa timbul sesak napas setelah berhenti merokok?

Asap rokok dan bahan kimia lainnya yang masuk ke tubuh dapat merusak paru-paru, yakni menebalkan lendir pada alat pernapasan Anda.

Saat Anda berhenti merokok, paru-paru Anda akan kembali memulihkan diri dan lendir akan semakin berkurang.

Nah, proses pemulihan inilah yang bisa menyebabkan Anda merasa sesak napas, terus batuk, atau sakit tenggorokan.

Meskipun begitu, Anda tidak boleh menyepelekan sesak napas saat berhenti merokok.

Ini bisa jadi pertanda bahwa Anda telah mengalami masalah pernapasan ketika mulai berhenti dari kebiasaan buruk ini.

Jadi, langkah terbaik adalah periksa kesehatan Anda ke dokter. Dokter akan merekomendasikan tes fungsi paru untuk mencari tahu penyebab sesak napas yang Anda alami.

Selain itu, dokter juga akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti berapa lama Anda merokok dan berapa rokok yang biasanya Anda habiskan dalam sehari.

mual saat merokok

Tips mengatasi sesak napas saat berhenti merokok

Jika Anda berhenti merokok, persiapkan diri untuk mendetoksifikasi paru-paru. Dengan begitu, efek samping dari putus rokok akan berkurang dan mereda.

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu memulihkan paru-paru dari racun dan karsinogen, seperti:

1. Perbanyak minum air putih

Air putih bisa membantu mengencerkan dahak yang melapisi saluran pernapasan Anda. Lendir yang mencair ini akan lebih mudah dikeluarkan tubuh lewat batuk.

Jadi, tingkatkan asupan air putih Anda setiap hari. Anda bisa minum air hangat atau minuman hangat lainnya untuk meredakan gejala batuk dan sakit tenggorokan.

2. Tingkatkan asupan makanan kaya nutrisi

Untuk mempercepat proses pemulihan dari sesak napas saat berhenti merokok, paru Anda membutuhkan nutrisi.

Nutrisi tersebut bisa Anda dapatkan dari berbagai jenis makanan, mulai dari sayur, buah, kacang-kacangan, hingga daging.

Namun, kurangi asupan makanan tinggi garam dan gula untuk mengurangi peradangan yang terjadi.

3. Rajin olahraga

Untuk memperbaiki laju pernapasan Anda, beberapa jenis olahraga bisa membantu. Anda bisa memilih yoga sebagai latihan fisik.

Olahraga ini dapat melatih pernapasan yang meningkatkan kerja paru-paru sehingga Anda dapat bernapas lebih baik.

4. Jauhi asap rokok

Walaupun Anda berhenti merokok, asap rokok tetap bisa terhirup oleh Anda, terutama jika orang-orang di sekeliling Anda adalah seorang perokok.

Jadi, baiknya hindari berada di sekitar orang-orang tersebut ketika mereka sedang merokok.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Could you have shortness of breath because you quit smoking?.  Retrieved 14 April 2021, from https://www.webmd.com/lung/why-cant-i-breathe#1

Benefits of Quitting Smoking and a Quit Smoking Timeline. Retrieved 14 April 2021, from https://www.healthline.com/health/effects-of-quitting-smoking

When Will Shortness of Breath Go Away?. Retrieved 14 April 2021, from https://www.everydayhealth.com/internal-medicine-expert/quitting-smoking-and-shortness-of-breath.aspx

How the Lungs Heal After Quitting Smoking. Retrieved 14 April 2021, from https://www.orlandohealth.com/content-hub/how-the-lungs-heal-after-quitting-smoking

Smoking and Respiratory Diseases. Retrieved 14 April 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/smoking-and-respiratory-diseases


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x