Setelah Berhenti Merokok, Kenapa Napas Jadi Terasa Sesak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/09/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berhenti merokok merupakan langkah terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun, tindakan ini juga menimbulkan efek samping, salah satunya sesak napas. Tahukah Anda apa sebabnya mantan perokok mengalami efek samping ini? Lantas, adakah cara untuk mengatasi sesak napas saat berhenti merokok? Yuk, cari jawabannya berikut ini.

Kenapa Anda merasa sesak napas saat berhenti merokok?

Rokok mengandung berbagai zat kimia pemicu kanker (karsinogen). Saat merokok, itu artinya Anda memberi tubuh asupan bahan kimia, seperti nikotin, tar, atau karbon monoksida. Semua zat yang tak dibutuhkan tubuh itu justru dapat memicu masalah kesehatan di kemudian hari.

Menurut John Hopkins Medicine, CDC melaporkan bahwa merokok telah menyebabkan kematian lebih 480.000 di Amerika Serikat setiap tahunnya. Ini bisa terjadi karena rokok hampir 90% menyebabkan kanker paru-paru dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik).

Inilah yang menjadi alasan kenapa kebiasaan merokok harus dihentikan. Sayangnya, berhenti merokok bukanlah hal mudah. Mantan perokok mungkin mengalami sesak napas saat berhenti merokok.

Sesak napas saat berhenti merokok merupakan salah stau gejala putus rokok.

Selama Anda merokok, bahan kimia pada rokok memberikan beragam reaksi pada tubuh. Nah, saat Anda berhenti dari kebiasaan ini, tubuh perlu menyesuaikan diri sehingga Anda menimbulkan berbagai efek samping.

Lantas, kenapa timbul sesak napas setelah berhenti merokok?

Asap rokok dan bahan kimia lainnya yang masuk ke tubuh dapat merusak paru-paru, yakni menebalkan lendir pada alat pernapasan Anda. Saat Anda berhenti merokok, paru-paru Anda akan kembali memulihkan diri dan lendir akan semakin berkurang. Nah, proses pemulihan inilah yang bisa menyebabkan Anda merasa sesak napas, terus batuk, atau sakit tenggorokan.

Meskipun begitu, Anda tidak boleh menyepelekan sesak napas saat berhenti merokok. Ini bisa jadi pertanda bahwa Anda telah mengalami masalah pernapasan ketika mulai berhenti dari kebiasaan buruk ini.

Jadi, langkah terbaik adalah periksa kesehatan Anda ke dokter. Dokter akan merekomendasikan tes fungsi paru untuk mencari tahu penyebab sesak napas yang Anda alami.

Selain itu, dokter juga akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti berapa lama Anda merokok dan berapa rokok yang biasanya Anda habiskan dalam sehari.

mual saat merokok

Tips mengatasi sesak napas saat berhenti merokok

Jika Anda berhenti merokok, persiapkan diri untuk mendetoksifikasi paru-paru. Dengan begitu, efek samping dari putus rokok akan berkurang dan mereda.

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu memulihkan paru-paru dari racun dan karsinogen, seperti:

1. Perbanyak minum air putih

Air putih bisa membantu mengencerkan dahak yang melapisi saluran pernapasan Anda. Lendir yang mencair ini akan lebih mudah dikeluarkan tubuh lewat batuk. Jadi, tingkatkan asupan air putih Anda setiap hari.

Anda bisa minum air hangat atau minuman hangat lainnya untuk meredakan gejala batuk dan sakit tenggorokan.

2. Tingkatkan asupan makanan kaya nutrisi

Untuk mempercepat proses pemulihan dari sesak napas saat berhenti merokok, paru Anda membutuhkan nutrisi. Nutrisi tersebut bisa Anda dapatkan dari berbagai jenis makanan, mulai dari sayur, buah, kacang-kacangan, hingga daging. Namun, kurangi asupan makanan tinggi garam dan gula untuk mengurangi peradangan yang terjadi.

3. Rajin olahraga

Untuk memperbaiki laju pernapasan Anda, beberapa jenis olahraga bisa membantu. Anda bisa memilih yoga sebagai latihan fisik. Olahraga ini dapat melatih pernapasan yang meningkatkan kerja paru-paru sehingga Anda dapat bernapas lebih baik.

4. Jauhi asap rokok

Walaupun Anda berhenti merokok, asap rokok tetap bisa terhirup oleh Anda. Terutama, jika orang-orang di sekeliling Anda adalah seorang perokok. Jadi, baiknya hindari berada di sekitar orang-orang tersebut ketika mereka sedang merokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips untuk Tetap Sehat Meski Selalu Terpapar Asap Rokok

Lakukan tips untuk membersihkan paru-paru ini sebagai cara untuk mengatasi bahaya asap rokok yang mudah masuk ke dalam tubuh atau tidak sengaja terhisap.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 17/02/2020 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Efektif Membersihkan Paru-Paru Perokok Pasif

Perokok pasif punya bahaya kesehatan yang sama dengan perokok aktif. Jangan tunda lagi, praktikkan cara membersihkan paru-paru untuk perokok pasif berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/02/2020 . Waktu baca 6 menit

Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

Rokok kretek adalah rokok asli Indonesia yang tak kalah berbahaya dengan rokok filter biasa. Kenali kandungan dan bahayanya dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 25/01/2020 . Waktu baca 12 menit

4 Jenis Obat di Apotek untuk Membantu Anda Berhenti Merokok

Berhenti merokok ternyata bisa terwujud dengan minum obat tertentu yang dibeli di apotik. Berikut obat yang biasa diresepkan untuk berhenti merokok.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sesak napas dispnea

Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 9 menit
square breathing

Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
social smoker

Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit