Cara Efektif Menghentikan Kebiasaan Menggemeretak Gigi Saat Tidur

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/09/2017
Bagikan sekarang

Tanpa disadari, ada beberapa orang yang sering menggemeretak gigi mereka saat tidur. Kebiasaan ini secara medis dikenal dengan istilah bruxism. Bahkan bruxism juga bisa terjadi saat Anda sedang terjaga, loh!

Jika dibiarkan secara terus menerus, kebiasaan menggemeretak gigi bisa mempengaruhi kesehatan gigi secara serius sehingga membutuhkan perawatan khusus. Tidak jarang, kebiasaan ini juga bisa menyebabkan sakit kepala. Lantas, bagaimana cara menghilangkan kebiasaan menggeretakkan gigi? Baca terus untuk mengetahuinya.

Apa itu bruxism?

Bruxism adalah aktivitas yang tidak normal di dalam rongga mulut, misalnya clenching (mengatupkan gigi-gigi pada rahang atas dan bawah dengan tekanan yang berlebihan), grinding (menggesek-gesekan gigi-gigi ke kanan dan ke kiri antara rahang atas dan bawah) atau bracing (menggemeretak gigi) yang dapat terjadi ketika seseorang sedang tidur (sleep bruxism) maupun ketika seseorang dalam keadaan sadar (awake bruxism).

Pada banyak kasus, bruxism terjadi pada malam hari saat seseorang sedang tidur. Sedangkan dalam beberapa kasus lainnya, bruxism juga bisa terjadi secara spontan saat seseorang sedang cemas atau ketika mengalami stres berlebihan.

Jika Anda masih mengalami bruxism pada tahap awal – bukan menjadi kebiasaan yang terus menurus dilakukan, hal ini tidak membutuhkan pengobatan khusus. Tapi, jika bruxism sudah menjadi kebiasaan, hal tersebut justru memungkinkan menimbulkan dampak yang lebih besar, seperti kerusakan gigi, sakit kepala, gangguan pada rahang, dan masalah lainnya.

Sampai saat ini, di dunia medis belum diketahui secara pasti apa penyebab dari bruxism. Akan tetapi, orang yang sering menggerak-gerakkan gigi cenderung memiliki gangguan tidur seperti mendengkur atau gangguan pernapasan pada saat tidur (sleep apnea). Selain itu, beberapa faktor fisik dan psikologis juga bisa menjadi pemicu terjadinya bruxsim, di antaranya cemas, stress, tegang, susunan gigi yang tidak rata, dan gaya hidup tidak sehat.

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan menggemeretak gigi?

Dalam kebanyakan kasus, bruxism tidak memerlukan penanganan khusus. Anak-anak yang mengalami bruxism bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus seiring mereka tumbuh. Orang dewasa yang mengalami bruxism juga tak memerlukan terapi tertentu untuk menyembuhkannya.

Meskipun demikian, jika masalah yang dialami cukup serius, seseorang disarankan untuk menjalani serangkaian pengobatan. Itu sebabnya, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter gigi terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kerusakan gigi dan sendi-sendi rahang yang telah terjadi. Sehingga jenis pengobatan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan penyebab munculnya bruxism.

Berikut ini beberapa cara menghilangkan kebiasaan menggemeretak gigi, di antaranya:

  • Menggunakan splint atau night guard. Yaitu sebuah alat pelindung untuk gigi-geligi pada rahang atas dan bawah, yang dibuat di laboratorium sesuai dengan ukuran gigi-geligi pasien. Bahan yang biasa digunakan adalah akrilik, co-polyester, atau polyurethane.
  • Koreksi dental. Pada kasus yang parah, seperti posisi gigi yang kurang tepat sehingga menyebabkan ketidakmampuan mengunyah makan secara sempurna, dokter akan memperbaiki permukaan gigi Anda dengan melakukan pemasangan kawat gigi atau operasi mulut. 
  • Melakukan terapi. Jika Anda menggemeretak gigi karena stres, Anda mungkin bisa mencegah masalah tersebut dengan melakukan terapi meditasi. Namun, jika Anda ingin mengubah kebiasaan buruk menggeretakkan gigi, Anda bisa melakukan terapi perilaku. Selain itu, terapi biofeedback juga bisa menjadi salah satu cara menghilangkan kebiasaan menggeretakkan gigi dengan mengontrol atau mengendalikan aktivitas otot di rahang Anda.
  • Pengobatan menggunakan obat. Beberapa kasus tertentu, dokter mungkin akan menyarankan Anda mengosumsi obat antidepresan dan relaksan otot jangka pendek yang diminum sebelum tidur. Tapi, apabila bruxism yang Anda alami sudah dalam tahap kronis dan tidak mempan diobati dengan berbagai metode pengobatan lain, biasanya dokter merekomendasikan Anda untuk melakukan suntik botox.
  • Pengobatan mandiri. Selain berobat ke dokter dan melakukan konseling, pada dasarnya Anda bisa menghilangkan kebiasaan menggeretakkan gigi di rumah dengan mengurangi stres. Tidak hanya itu, jika Anda memiliki kebiasaan minum alkohol, merokok, atau minum kopi yang berlebihan, sebaiknya dikurangi atau dihilangkan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kurang Tidur Dapat Merusak Hubungan Percintaan, Kok Bisa?

Kurang tidur biasanya membuat Anda merasa lelah dan masih banyak lagi. Tapi, tahukah Anda ternyata kurang tidur bisa merusak hubungan Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Tanpa Penanganan, Sindrom Kaki Gelisah Bisa Sebabkan Gangguan Tidur

Sindrom kaki gelisah dapat menyebabkan sejumlah dampak jangka panjang bagi kesehatan, termasuk kedua gangguan tidur berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Tidur Tanpa Bra, Tak Hanya Nyaman tapi Juga Bermanfaat bagi Kesehatan

Banyak yang beranggapan tidur dengan bra tidak baik bagi kesehatan. Benarkah demikian? Lantas, manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari tidur tanpa bra?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Mengenal Hypodontia, Kelainan Genetik Saat Sejumlah Gigi Tak Tumbuh

Hypodontia adalah kelainan genetik pada gigi yang berpengaruh besar terhadap kemampuan makan dan berbicara. Inilah ciri, penyebab, dan cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
susah tidur selama pandemi COVID-19

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
masalah tidur lansia

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
udara kotor

Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020