Ketika bibir terasa perih, Anda mungkin menduga bahwa itu adalah sariawan. Namun, terkadang kondisi ini juga bisa menandakan herpes. Kedua masalah ini memang memiliki gejala yang mirip. Lantas, seperti apa beda sariawan dan herpes di mulut?
Perbedaan gejala sariawan dan herpes di mulut
Munculnya lepuhan putih kecil pada mulut memang terasa perih dan mengganggu. Sebelum Anda mengobatinya, pastikan dulu apakah lepuhan ini benar sariawan atau herpes oral.
Agar tidak tertukar, berikut ini adalah perbedaan antara sariawan dan herpes di mulut yang bisa Anda amati dengan mudah.
Sariawan dan herpes disebabkan hal yang berbeda. Para ahli belum tahu penyebab sariawan secara pasti. Namun, hal ini biasa terjadi jika bibir tidak sengaja tergigit saat mengunyah makanan.
Sariawan juga bisa muncul setelah Anda makan makanan yang rasanya asam, misalnya lemon, jeruk, nanas, tomat, apel, atau stroberi.
Selain itu, sariawan juga merupakan masalah yang kerap dialami oleh orang-orang yang memakai kawat gigi atau gigi palsu.
Berbeda dengan sariawan biasa, herpes di mulut disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks 1 (HSV-1).
Kondisi ini bisa makin parah bila Anda stres, sering terkena panas matahari, kelelahan, atau mengalami penyakit infeksi lain, seperti pilek.
Makin rentan kondisi sistem kekebalan tubuh Anda, makin besar pula risiko Anda untuk mengalami sariawan dan herpes.
Beda sariawan dan herpes bisa dilihat dari gejalanya. Meski sama-sama menimbulkan lepuhan di mulut, ternyata ada gejala khas yang membedakan di antara keduanya.
Ciri-ciri Anda terkena sariawan adalah sebagai berikut.
- Muncul rasa kesemutan atau panas sebelum sariawan muncul.
- Lepuhan kecil berbentuk bulat, berwarna putih yang dikelilingi garis kemerahan, dan dangkal.
- Seringnya muncul pada langit-langit mulut, di dalam pipi, atau permukaan lidah.
- Terasa sakit sampai membuat Anda malas makan atau sekadar berbicara.
Sementara itu, herpes oral juga tampak seperti lepuhan kecil. Bedanya, bila sariawan muncul di dalam mulut, lepuhan herpes muncul pada bagian luar mulut.
Sariawan herpes biasanya bisa Anda amati di bawah hidung, di sudut bibir, atau di bawah dagu.
Lepuhan ini berisi cairan dan bisa pecah saat digaruk, berwarna kuning atau abu-abu dengan tepi kemerahan, serta bisa memicu sakit yang mengganggu makan.
Beda sariawan dan herpes juga dapat diamati dari penularannya. Sariawan biasa yang muncul di bibir, lidah, atau bagian mulut lainnya tidak akan menular.
Pasalnya, kondisi ini tidak disebabkan oleh virus atau bakteri yang mampu berpindah dari satu orang ke orang lainnya.
Di sisi lain, herpes sangat menular, bahkan saat gejalanya belum muncul. Penularan herpes terjadi melalui hubungan seksual dengan pasangan yang memiliki lesi HSV-1 aktif.
Sekali HSV-1 masuk ke dalam tubuh, virus ini akan masuk ke dalam sistem saraf dan berdiam diri di sana sampai ada pemicunya.
Saat Anda mengalami stres atau kelelahan, virus HSV-1 tadi akan mulai aktif dan menginfeksi mulut. Lama-kelamaan, muncul lepuhan kecil dan gejala herpes oral lainnya.
Karena herpes oral menular, sebaiknya Anda menghindari penggunaan sedotan, gelas, lipstik, atau lip balm yang sama dengan orang lain.
Sariawan dan herpes merupakan self-limiting disease. Itu artinya, kedua masalah mulut ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.
Dilansir dari Mayo Clinic, luka sariawan dapat mulai membaik dalam 7–14 hari. Selama masa pemulihan, Anda masih akan merasakan nyeri saat makan atau berbicara.
Sementara itu, orang yang mengalami herpes oral umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar pulih.
Selama masa pemulihan, pengidap herpes di mulut dapat merasakan sensasi perih atau gatal yang bertahan lebih lama dibandingkan dengan sariawan.
Kondisi kekebalan tubuh, paparan stres, serta pola makan juga memengaruhi lamanya masa pemulihan Anda dari kedua kondisi ini.
Karena penyebab dan gejalanya berbeda, pengobatan sariawan dan herpes pun berbeda pula. Sariawan akan sembuh sendiri tanpa perlu melibatkan obat-obatan khusus.
Meski begitu, ada beberapa obat di apotek yang dapat Anda gunakan untuk meredakan gejala dan mempercepat penyembuhan sariawan.
Jika ingin mencoba cara yang lebih alami, Anda bisa berkumur-kumur dengan air garam untuk membantu meredakan nyerinya.
Apabila sariawan tak kunjung sembuh, Anda dapat minum paracetamol dan menggunakan obat benzocaine yang dioleskan ke area lepuhan sariawan.
Saat Anda terkena herpes oral, ada beberapa obat bebas yang bisa Anda gunakan. Contohnya, krim atau salep antivirus untuk mempercepat penyembuhan herpes di mulut.
Namun, perlu diketahui bahwa penyakit herpes oral bisa kambuh di kemudian hari. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Kesimpulan
- Beda sariawan dan herpes di mulut bisa dilihat dari penyebab, gejala, penularan, masa pemulihan, hingga cara mengobatinya.
- Sariawan tidak menular dan akan sembuh sendiri dalam 7–14 hari, sedangkan herpes oral disebabkan oleh virus HSV-1 yang sangat menular dan bisa kambuh.
- Luka akibat sariawan cukup diringankan dengan minum obat pereda nyeri. Sementara itu, herpes harus ditangani dengan obat antivirus untuk mengatasi infeksi virus.