4 Manfaat Diet Ketogenik: Menurunkan Berat Badan Sampai Mencegah Epilepsi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Diet ketogenik, yang memanfaatkan keadaan ketosis dalam tubuh, belakangan ini sedang hangat dibicarakan sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Apakah Anda pernah mendengarnya? Atau, sedang tertarik untuk mencobanya? Sebelum melanjutkan niat Anda, sebaiknya cari tahu dulu apa itu sebenarnya keadaan ketosis saat menjalankan diet ketogenik. Apakah benar memberi manfaat bagi tubuh tanpa “efek samping”?

Apa itu ketosis?

Tubuh setiap orang mungkin pernah dalam keadaan ketosis. Tubuh Anda pasti pernah mengalaminya, tapi Anda tidak menyadarinya.

Ketosis sebenarnya adalah proses metabolisme normal yang terjadi pada tubuh setiap orang. Keadaan ini terjadi ketika tubuh tidak mempunyai cukup karbohidrat dari makanan untuk memberi energi pada sel-sel. Sehingga, untuk mengatasi kekurangan ini maka tubuh menggunakan lemak untuk menyediakan energi.

Keadaan ketosis biasanya terjadi saat Anda puasa atau saat Anda sedang membatasi asupan karbohidrat  (saat menjalani diet rendah karbohidrat, misalnya). Anda juga bisa menerapkan diet ketogenik -diet yang belakangan ini sedang tren- untuk mencapai keadaan ketosis dalam tubuh.

Apa saja manfaat diet ketogenik?

Beberapa manfaat dari diet ketogenik adalah:

1. Menurunkan berat badan

Karena tubuh pada akhirnya membakar lemak menjadi energi, maka ketosis sekarang ini banyak dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Saat Anda menerapkan diet ketogenik untuk mencapai keadaan ketosis, Anda disarankan untuk mengonsumsi sedikit karbohidrat serta memperbanyak asupan lemak sehat. Dengan begitu, tubuh akan lebih banyak memanfaatkan lemak untuk menjadi sumber energi.

Penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2008 pun mendukung hal ini. Penelitian membuktikan bahwa diet ketogenik dapat mengurangi rasa lapar dan menurunkan asupan makanan secara keseluruhan, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan.

2. Mengontrol kadar gula darah

Tak hanya untuk menurunkan berat badan, ternyata ketosis bisa memberi manfaat lain, seperti untuk mengontrol kadar gula darah. Ini mungkin sangat membantu bagi Anda yang menderita penyakit diabetes.

Pada saat menerapkan diet ketogenik, tubuh hanya mendapatkan sedikit asupan karbohidrat. Sehingga, hal ini mampu membantu Anda mengontrol kadar gula darah. Saat asupan karbohidrat rendah, tubuh akan lebih mampu menggunakan karbohidrat sebagai energi. Sehingga, kadar gula tidak akan berlebihan dalam darah.

3. Membuat otak lebih fokus

Ketosis menghasilkan senyawa keton yang dapat menjadi sumber energi yang lebih tahan lama bagi otak dibandingkan glukosa. Hal ini membuat otak lebih fokus dan konsentrasi.

Saat glukosa menjadi sumber energi bagi otak, ini hanya akan bertahan selama satu sampai dua hari. Hal ini membuat kerja otak akan menurun saat cadangan glukosa sudah menipis. Sebaliknya, saat keton menjadi sumber energi bagi otak, ini akan bertahan sampai berminggu-minggu. Sehingga, kerja optimal otak akan bertahan lebih lama.

4. Mengontrol epilepsi

Sebenarnya, sebelum diet ketogenik atau keadaan ketosis dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan, diet ini dimanfaatkan untuk mengobati epilepsi terlebih dahulu. Para ahli percaya bahwa senyawa keton yang dihasilkan saat tubuh dalam keadaan ketosis dapat menjadi sumber energi bagi otak yang lebih baik daripada glukosa. Keton juga dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan.

Hal ini telah banyak dibuktikan melalui berbagai penelitian. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa diet ketogenik dapat mengurangi kejang pada pasien epilepsi.

Tak sampai situ saja, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa diet ketogenik dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, sindrom metabolik, Alzheimer, dan Parkinson.

Bahaya ketosis jika tak dilakukan hati-hati

Keadaan ketosis menghasilkan senyawa keton bagi tubuh. Keton sebenarnya dapat diterima tubuh dan tidak berbahaya jika dalam jumlah yang tidak melampaui batas. Namun, produksi keton yang berlebihan dapat membuat tubuh menjadi asam. Keadaan ini disebut dengan ketoasidosis dan dapat membahayakan kesehatan.

Ketoasidosis bisa disebabkan karena kelaparan atau saat tubuh tidak cukup menghasilkan hormon insulin (pada penderita diabetes). Keadaan ini dapat memunculkan gejala seperti haus, mulut kering, sering buang air kecil, kulit kering, kelelahan, sakit perut, muntah, kesulitan bernapas, dan kebingungan. Bahkan, ketoasidosis yang parah dapat menyebabkan koma sampai kematian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah, adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah rentang normal. Ketahui penyebab, gejala, dan obatnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apakah diabetesi boleh makan mi instan

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit