Ada berbagai macam tanaman di Indonesia yang sering dijadikan obat herbal, salah satunya daun sendok. Daun ini dipercaya mengurangi keluhan asam lambung, sembelit, dan biduran. Lantas, apakah klaim ini sudah terbukti?
Ada berbagai macam tanaman di Indonesia yang sering dijadikan obat herbal, salah satunya daun sendok. Daun ini dipercaya mengurangi keluhan asam lambung, sembelit, dan biduran. Lantas, apakah klaim ini sudah terbukti?

Daun sendok sebenarnya merupakan hama yang bisa menyebar luas. Daun dengan nama latin Plantago major ini memiliki bunga warna hijau dengan ukuran daun yang besar dan berbentuk oval.
Tanaman ini tumbuh di Benua Eropa, Amerika, dan beberapa daerah di Asia.
Mengutip studi terbitan Electronic Physician (2018), daun ini mengandung senyawa khas tanaman (fitonutrien) yang penting untuk kesehatan. Berikut daftar kandungannya.
Dengan kandungan di atas, berikut potensi khasiat daun sendok.
Ekstrak daun sendok berpotensi melawan infeksi bakteri, seperti:
Selain itu, ekstrak daun herbal ini berpotensi melawan infeksi jamur Candida albicans. Manfaat ini berasal dari senyawa tanin dan asam oleanolat yang terkandung dalam daun.
Inflamasi atau radang pada dasarnya merupakan respons tubuh terhadap gangguan. Namun, radang berkepanjangan bisa menimbulkan penyakit yang serius.
Nah, daun sendok bekerja mengurangi peradangan di tubuh. Manfaat ini didapat berkat senyawa flavonoid, terpenoid, glikosida, dan tanin.
Sebuah studi terbitan Evidence-based Complementary and Alternative Medicine (2015) bahkan menemukan bahwa kandungan di atas berpotensi mengurangi peradangan akibat kerusakan liver meskipun harus diteliti lebih lanjut.

Manfaat daun sendok sudah digunakan sejak lama untuk menyembuhkan luka. Terdapat agen antiradang dalam daun ini yang membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada luka.
Selain itu, daun ini dapat melawan bakteri penyebab infeksi pada luka. Luka yang terinfeksi menyebabkan proses penyembuhan melambat.
Khasiat untuk pemulihan luka ini diduga berasal dari kandungan polifenol bernama plantamajoside.
Manfaat rebusan daun sendok berpotensi sebagai herbal yang memperkuat imunitas.
Berbagai kandungan fitonutrien di dalam daun ini bisa meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh dan senyawa bernama nitric oxide. Keduanya membantu menurunkan risiko terkena infeksi hingga pertumbuhan tumor.
Selain itu, flavonoid pada daun ini berperan sebagai antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari radikal bebas pemicu berbagai penyakit kronis.

Daun sendok juga punya manfaat sebagai obat pencahar alami. Khasiat ini berasal dari kandungan polisakarida atau karbohidrat yang nantinya akan dipecah oleh bakteri di usus.
Proses ini membuat kadar bakteri baik di saluran pencernaan semakin seimbang dan proses BAB pun lancar.
Polisakarida juga akan mengikat air dan membuat feses menjadi lunak dan mudah dikeluarkan.
Daun herbal ini mengandung eicosanoid yang berpotensi mengurangi cairan asam lambung.
Diketahui, cairan lambung berlebih rentan menyebabkan kembung, nyeri ulu hati, hingga cairan naik ke kerongkongan alias refluks asam lambung.
Selain itu, kondisi tersebut bisa membuat keasaman pada cairan lambung pun berkurang. Akibatnya, ada risiko iritasi dinding lambung yang bisa menimbulkan tukak.
Nah, kandungan lendir pada daun sendok bisa memberikan lapisan pelindung pada dinding lambung.
Daun sendok merupakan obat herbal yang kerap digunakan untuk mengatasi biduran.
Kandungan ursolic acid, oleanolic acid, dan alpha-linoleic acid-nya mampu menghambat kerja senyawa tubuh yang memicu respons nyeri dan biduran.
Selain itu, daun ini mengandung luteolin yang bisa menghambat peradangan di tubuh dan mengurangi timbulnya biduran.
Tanaman ini mengandung flavone, flavonoid, dan luteolin yang berpotensi merusak sel kanker pada ginjal, payudara, dan kulit.
Kandungan flavonoid berperan sebagai antioksidan yang bisa melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Kerusakan ini diketahui meningkatkan risiko kanker.
Meski begitu, Anda perlu ingat bahwa tanaman ini bukanlah satu-satunya obat tradisional untuk kanker. Perlu uji coba lebih lanjut untuk mengetahui keampuhannya.
Daun ini tergolong aman, tetapi ada efek samping yang mungkin timbul, seperti:
Beberapa orang juga bisa mengalami alergi ringan hingga berat atau anafilaksis.

Anda bisa membeli produk suplemen yang sudah dikemas dalam bentuk kapsul bubuk. Dosis harian yang dianjurkan sebanyak 3 – 5 gram bubuk selama 1 – 3 kali sehari.
Anda bisa pilih bentuk bubuk dan diseduh dengan air sebanyak 150 ml. Konsumsi sebanyak 3 – 4 kali sehari.
Ingat, belilah produk herbal yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menghindari obat herbal berbahaya.
Anda sebenarnya juga bisa minum air rebusan daun ini secara langsung, tetapi hal ini membuat dosisnya yang masuk ke dalam tubuh tidak konsisten.
Daun sendok merupakan tanaman herbal yang memiliki berbagai potensi khasiat untuk kesehatan. Namun, sebagian besar manfaat perlu diuji lebih lanjut.
Oleh karena itu, Anda tidak bisa mengandalkannya menjadi obat alternatif pengganti saran dokter. Tetap konsultasikan dengan dokter bila Anda mencurigai adanya masalah kesehatan tertentu.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Najafian, Y., Hamedi, S. S., Farshchi, M. K., & Feyzabadi, Z. (2018). Plantago major in Traditional Persian Medicine and modern phytotherapy: A narrative review. Electronic Physician, 10(2), 6390-6399. https://doi.org/10.19082/6390
Kim, S., Lee, H., Lee, S., Yoon, Y., & Choi, H. (2015). Antimicrobial Action of Oleanolic Acid on Listeria monocytogenes, Enterococcus faecium, and Enterococcus faecalis. PLoS ONE, 10(3). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0118800
Zhang, S., Hu, J., Sun, Y., Tan, H., Yin, J., Geng, F., & Nie, S. (2021). Review of structure and bioactivity of the Plantago (Plantaginaceae) polysaccharides. Food Chemistry: X, 12. https://doi.org/10.1016/j.fochx.2021.100158
Hussan, F., Mansor, A. S., Hassan, S. N., Tasnim Tengku Nor Effendy Kamaruddin, T. N., Budin, S. B., & Othman, F. (2015). Anti-Inflammatory Property of Plantago major Leaf Extract Reduces the Inflammatory Reaction in Experimental Acetaminophen-Induced Liver Injury. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine : ECAM, 2015. https://doi.org/10.1155/2015/347861
Zubair M, Ekholm A, Nybom H, Renvert S, Widen C, Rumpunen K. Effects of Plantago major L. leaf extracts on oral epithelial cells in a scratch assay. J Ethnopharmacol. 2012 Jun 14;141(3):825-30. https://doi.org/10.1016/j.jep.2012.03.016. Epub 2012 Mar 21. PMID: 22465512.
Wink, D. A., Hines, H. B., S. Cheng, R. Y., Switzer, C. H., Flores-Santana, W., Vitek, M. P., Ridnour, L. A., & Colton, C. A. (2011). Nitric oxide and redox mechanisms in the immune response. Journal of Leukocyte Biology, 89(6), 873-891. https://doi.org/10.1189/jlb.1010550
Chiang LC, Chiang W, Chang MY, Lin CC. In vitro cytotoxic, antiviral and immunomodulatory effects of Plantago major and Plantago asiatica. Am J Chin Med. 2003;31(2):225-34. https://doi.org/10.1142/s0192415x03000874. PMID: 12856861.
Xu L, Yu W, Jiang J, Li N. [Clinical benefits after soluble dietary fiber supplementation: a randomized clinical trial in adults with slow-transit constipation]. Zhonghua Yi Xue Za Zhi. 2014 Dec 30;94(48):3813-6. Chinese. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25623312/. PMID: 25623312.
Zhang, S., Hu, J., Sun, Y., Tan, H., Yin, J., Geng, F., & Nie, S. (2021). Review of structure and bioactivity of the Plantago (Plantaginaceae) polysaccharides. Food Chemistry: X, 12. https://doi.org/10.1016/j.fochx.2021.100158
Atta, A. H., Nasr, S. M., & Mouneir, S. M. (2005). Antiulcerogenic effect of some plants extracts. Natural Product Radiance. https://nopr.niscpr.res.in/bitstream/123456789/8103/1/NPR%204%284%29%20258-263.pdf
Versi Terbaru
31/05/2023
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala