Terasa panas dan hangat jika diminum, daun sembung memiliki sejumlah khasiat untuk kesehatan. Jika Anda tertarik menggunakan daun ini sebagai pengobatan tradisional, cari tahu manfaat dan cara penggunaan daun sembung di bawah ini.
Terasa panas dan hangat jika diminum, daun sembung memiliki sejumlah khasiat untuk kesehatan. Jika Anda tertarik menggunakan daun ini sebagai pengobatan tradisional, cari tahu manfaat dan cara penggunaan daun sembung di bawah ini.

Sembung, dengan nama latin Blumea balsamifera, adalah salah satu tanaman dari famili Asteraceae.
Tanaman ini telah digunakan sebagai obat herbal selama ribuan tahun di negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, serta Indonesia.
Selain negara-negara tersebut, sembung juga sering digunakan di Cina, India, serta beberapa negara Afrika dan Oseania.
Di Indonesia dan beberapa negara lainnya, tanaman sembung memiliki ragam nama. Selain sembung, tanaman ini dikenal juga dengan nama sambong, kamandhin, capo, kesembung, buya sapa, dan chapa.
Adapun dari semua bagian tanaman sembung, daunnya disebut menjadi salah satu bagian yang sering dijadikan sebagai bahan obat herbal.
Daun yang berbentuk lonjong ini mengandung minyak atisiri serta ragam kandungan lain yang diyakini dapat memberikan khasiat untuk kesehatan.
Berikut adalah ragam kandungan dalam daun sembung.
Berkat kandungan tersebut, ada banyak manfaat daun sembung yang bisa Anda dapatkan. Berikut adalah beberapa manfaat atau khasiat daun sembung yang telah diketahui.

Daun sembung memiliki khasiat untuk mengobati diare. Khasiat ini bisa didapat berkat sifat antimikroba yang dimilikinya, sehingga dapat melawan mikroba penyebab diare.
Hal tersebut telah terbukti melalui beberapa penelitian yang salah satunya diterbitkan di Jurnal Sains dan Kesehatan pada 2015.
Menurut penelitian tersebut, penggunaan ekstrak etil asetat daun Blumea balsamifera dengan dosis 250 mg/kg berat badan dapat memberikan efek antidiare pada tikus.
Khasiat daun sembung dalam mengobati batu ginjal sudah terbukti melalui studi yang diterbitkan pada jurnal Asian Journal of Urology.
Menurut studi tersebut, ekstrak daun Blumea balsamifera ditemukan dapat membantu mengecilkan ukuran kristal kalsium oksalat serta mencegah pembentukannya.
Adapun hal tersebut dapat mempermudah tubuh untuk menghilangkan batu ginjal Anda.
Jika Anda atau anak Anda demam, menggunakan daun sembung mungkin bisa membantu menurunkan panas tubuhnya.
Khasiat ini bisa didapat berkat ekstrak methanol yang didapat dari daun ini yang diyakini dapat menurunkan suhu tubuh.
Penelitian yang dilakukan pada tikus didapatkan fakta bahwa daun Blumea balsamifera dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka eksisi di kulit.
Luka eksisi adalah jenis luka yang terjadi karena terpotongnya jaringan oleh benda yang tajam. Khasiat ini bisa didapat berkat kandungan total flavonoid yang ada di dalamnya.
Glikosida flavonoid dalam daun ini disebut memiliki efek terapeutik dalam menyembuhkan luka dengan menginduksi neovaskularisasi.
Sementara asam klorogenat bersifat anti-inflamasi (antiperadangan).

Manfaat daun sembung lainnya yang sudah sering digunakan, yaitu untuk mengurangi nyeri haid pada wanita.
Efek anti-inflamasi yang dimiliki daun ini diyakini dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan rasa nyeri tersebut.
Selain itu, daun yang satu ini pun disebut dapat membantu mengatasi masalah menstruasi lainnya, seperti haid tidak teratur atau perdarahan haid yang berlebihan (menorrhagia).
Efek anti-inflamasi dari daun Blumea balsamifera tidak hanya cukup di situ. Faktanya, efek ini juga bisa bermanfaat bagi penderita rematik (rheumatoid arthritis).
Pasalnya, efek ini dapat membantu meredakan inflamasi atau peradangan pada penderita rematik sehingga rasa nyeri yang dialaminya bisa berkurang.
Efek antihipertensi pada ekstrak daun Blumea balsamifera dapat membantu mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi.
Studi pada hewan menemukan fakta bahwa penggunaan ekstrak etanol daun sembung dapat mencegah peningkatan tekanan diastolik dan sistolik.
Bahkan, disebutkan bahwa kemampuan ekstrak daun ini setara dengan propranolol, yaitu obat golongan beta blocker yang sering digunakan untuk mengatasi hipertensi.
Meski khasiatnya terbilang banyak, perlu Anda pahami bahwa efek dari daun ini mungkin tidak sama pada setiap orang.
Beberapa khasiat di atas pun baru teruji pada hewan, sehingga belum terbukti efektif untuk mengobati penyakit pada manusia
Oleh karena itu, sebaiknya obat herbal tidak digunakan sebagai pengobatan utama. Anda disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter guna mengatasi penyakit yang Anda alami.
Sejauh ini, belum ada efek samping atau bahaya apa pun yang diketahui dapat muncul dari penggunaan daun sembung sebagai pengobatan tradisional.
Meski begitu, obat tradisional berbahan daun sembung diketahui bisa menimbulkan reaksi alergi, terutama bagi mereka yang peka terhadap tanaman ragweed dan sejenisnya.
Tanyakan kepada dokter tentang keamanan obat herbal ini sesuai kondisi Anda.

Secara umum, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menggunakan daun sembung sebagai obat herbal. Berikut penjelasannya.
Begini kira-kira cara membuat teh atau air rebusan dari daun Blumea balsamifera.
Ramuan teh herbal ini bisa Anda minum 3 kali sehari setengah gelas untuk mengobati diare, sakit perut, atau masalah kesehatan lainnya.
Air rebusan daun ini (tanpa madu) juga bisa dibasuh ke badan, muka, kaki, dan tangan, untuk menurunkan demam.
Untuk mengobati sakit kepala, Anda bisa menggunakan daun sembung berbentuk tapal dengan cara pembuatan berikut ini.
Jika Anda ingin mengonsumsi ekstrak daun sembung yang sudah tersedia di pasar, sebaiknya Anda tidak sembarang pilih produk obat herbal yang bisa membahayakan kondisi Anda.
Pastikan Anda memilih produk herbal yang sudah memiliki izin edar dari Badan POM yang telah melalui evaluasi keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu.
Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai cara aman mengatasi penyakit Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Menstrual cramps. Mayo Clinic. (2022, April 30). Retrieved April 5, 2023, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-causes/syc-20374938
Propranolol. NHS choices. (n.d.). Retrieved April 5, 2023, from https://www.nhs.uk/medicines/propranolol/
Rheumatic diseases. Centers for Disease Control and Prevention. (2022, August 15). Retrieved April 5, 2023, from https://www.cdc.gov/arthritis/communications/features/rheumatic-diseases-and-pain.html
Sambong (Blumea balsamifera L.). Herbal Medicine. (n.d.). Retrieved April 5, 2023, from https://www.philippineherbalmedicine.org/sambong.htm
Serba-Serbi manfaat Daun Sembung untuk obat tradisional. Pemerintah Kota Medan. (2015, February 26). Retrieved April 5, 2023, from https://www.pemkomedan.go.id/artikel-13465-manfaat-daun-sembung-untuk-obat-tradisional.html
Symptoms & causes of diarrhea – NIDDK. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (n.d.). Retrieved April 5, 2023, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/symptoms-causes
Tanaman Sembung (Blumea balsamifera). Repository Politeknik Kesehatan Denpasar. (n.d.). Retrieved April 5, 2023, from http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/view/divisions/
Urisam. Urisam Full Prescribing Information, Dosage & Side Effects | MIMS Philippines. (n.d.). Retrieved April 5, 2023, from https://www.mims.com/philippines/drug/info/urisam?type=full
Jirakitticharoen, S., Wisuitiprot, W., Jitareerat, P., & Wongs-Aree, C. (2022). Phenolics, Antioxidant and Antibacterial Activities of Immature and Mature Blumea balsamifera Leaf Extracts Eluted with Different Solvents. Journal of tropical medicine, 2022, 7794227. https://doi.org/10.1155/2022/7794227
Huang, X. L., Wang, D. W., Liu, Y. Q., & Cheng, Y. X. (2022). Diterpenoids from Blumea balsamifera and Their Anti-Inflammatory Activities. Molecules (Basel, Switzerland), 27(9), 2890. https://doi.org/10.3390/molecules27092890
Pang, Y., Zhang, Y., Huang, L., Xu, L., Wang, K., Wang, D., Guan, L., Zhang, Y., Yu, F., Chen, Z., & Xie, X. (2017). Effects and Mechanisms of Total Flavonoids from Blumea balsamifera (L.) DC. on Skin Wound in Rats. International journal of molecular sciences, 18(12), 2766. https://doi.org/10.3390/ijms18122766
Klein, A. H., Sawyer, C. M., Carstens, M. I., Tsagareli, M. G., Tsiklauri, N., & Carstens, E. (2010). Topical application of L-menthol induces heat analgesia, mechanical allodynia, and a biphasic effect on cold sensitivity in rats. Behavioural brain research, 212(2), 179–186. https://doi.org/10.1016/j.bbr.2010.04.015
Nissapatorn, et al. (2018). Recommended Medicinal Plants as Source of Natural Products: A Review. Digital Chinese Medicine. 1(2):131-142. https://doi.org/10.1016/S2589-3777(19)30018-7
Montealegre, C. M., & De Leon, R. L. (2017). Effect of Blumea balsamifera extract on the phase and morphology of calcium oxalate crystals. Asian journal of urology, 4(4), 201–207. https://doi.org/10.1016/j.ajur.2016.08.009
Pang, Y., Wang, D., Fan, Z., Chen, X., Yu, F., Hu, X., Wang, K., & Yuan, L. (2014). Blumea balsamifera–a phytochemical and pharmacological review. Molecules (Basel, Switzerland), 19(7), 9453–9477. https://doi.org/10.3390/molecules19079453
Rahardjo, S. S. (2016). Review Tanaman Sembung [Blumea balsamifera (L.)]. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 18–28. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.84
Larasati, E. K., Ahmad, I., & Ibrahim, A. (2015). Efek Antidiare Ekstrak Daun Sembung (Blumea Balsamifera L.) Terhadap Mencit Putih. Jurnal Sains dan Kesehatan. 1(2):56-60. https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/17/11
Novrianti et al. (2020). Herbs Used As Analgesic by Dayak Tribe in North Kalimantan Indonesia. Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas. 17(1):30-40. http://dx.doi.org/10.24071/jpsc.002053
Kuncari, E. S. (2020). Kajian Etnobotani Pakundalang (Blumea balsamifera (L.) DC.) sebagai Solusi alternatif untuk Kemandirian Kesehatan Masyarakat Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Journal of Tropical Ethnobiology. 3(2): 139-148. http://dx.doi.org/DOI:%20https://doi.org/10.46359/jte.v3i2.51.
Widhiantara, I. G., & Jawi, I. M. (2021). Phytochemical composition and health properties of Sembung plant (Blumea balsamifera): A review. Veterinary world, 14(5), 1185–1196. https://doi.org/10.14202/vetworld.2021.1185-1196
Sutjiatmo, A. B. ; Bintussolihah, F. ; Vikasari, S. N. (2019). The antihypertensive effect of the ethanol extract of sembung (Blumea balsamifera) in an epinephrine induction test animal model. Jurnal Farmasi Indonesia. 11(1):466-472. http://dx.doi.org/10.35617/jfi.v11i1.592
Efektivitas kitosan dari Limbah Kulit Udang TERHADAP angiogenesis Dalam Penyembuhan Luka Eksisi Pada tikus putih (rattus norvegicus) jantan. UNAIR REPOSITORY. (1970, January 1). Retrieved April 5, 2023, from https://repository.unair.ac.id/84116/
PENJELASAN BADAN POM RI Tentang Produk Herbal dan Suplemen Kesehatan Yang Digunakan Untuk Membantu Memelihara Daya Tahan Tubuh. Badan Pengawas obat dan Makanan – Republik Indonesia. (2023, February 10). Retrieved February 20, 2023, from https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/110/PENJELASAN-BADAN-POM-RI–Tentang-Produk-Herbal-dan-Suplemen-Kesehatan-Yang-Digunakan-Untuk-Membantu-Memelihara-Daya-Tahan-Tubuh.html
Versi Terbaru
24/04/2023
Ditulis oleh Ihda Fadila
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Diperbarui oleh: Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh
dr. Carla Pramudita Susanto
General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita