Efektifkan Melangsingkan Tubuh Dengan Akupunktur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sudah melakukan berbagai cara, dari yang tradisional sampai yang ekstrim, tapi berat badan belum juga turun? Mungkin ini saatnya Anda menjajal teknik tusuk jarum atau yang sering disebut dengan akupunktur untuk menurunkan berat badan. Bahkan katanya, rutin akupunktur bisa membakar satu kilogram lemak setiap minggu. Masa, sih? Baca terus untuk mengetahuinya.

Sekilas tentang akupunktur

Akupunktur merupakan teknik pengobatan tradisional kuno dari negeri Cina yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan secara alami. Terapi ini dilakukan dengan cara memasukkan jarum khusus ke dalam kulit untuk merangsang titik tertentu pada tubuh. Tujuannya untuk mengembalikan keseimbangan energi aliran Qi (Chi) dalam tubuh.

Chi merupakan konsep dasar budaya masyarakat Tionghoa yang memiliki filosofis sebagai tenaga kehidupan atau energi vital dalam tubuh manusia. Ada banyak gejala penyakit yang bisa diobati dengan teknik ini, termasuk untuk menurunkan berat badan.

Manfaat akupunktur untuk menurunkan berat badan

Menurut filosofi ilmu kesehatan tradisional Cina, kelebihan berat badan merupakan wujud dari aliran energi tubuh yang tidak seimbang, dari dan menuju pusat otak yang disebut hypothalamus. Jika aliran energi dari-dan-menuju hypothalamus terganggu, maka akan berpengaruh pada hormon tubuh. Inilah yang menyebabkan obesitas pada seseorang, menurut ilmu akupunktur

Prinsip utama akupunktur untuk menurunkan berat badan pada dasarnya adalah mendukung semua usaha yang dilakukan seseorang untuk diet, mulai dari mengendalikan rasa lapar, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan fungsi pencernaan, mengatur hormon yang berkaitan dengan obesitas, dan fungsi lainnya sehingga efeknya akan lebih seimbang. Misalnya, pada orang yang sudah mengubah pola makan dan olahraganya rutin tetapi berat badannya tidak kunjung mengalami perubahan.

Bagian tubuh yang nantinya ditusuk jarum tergantung pada area yang diperlukan. Dalam program akupunktur untuk mengurangi berat badan, ada 4 titik yang akan ditusuk jarum, yaitu di telinga, titik Shen Men, titik perut dan titik endokrin. Beberapa jarum steril kecil akan ditusukkan di titik-titik tersebut kemudian dihangatkan untuk menstimulasi tubuh mengeluarkan neurochemical dan hormon. Saat ditusuk pasien akan merasakan sedikit sensasi nyeri dan pegal. Namun tenang, sensasi ini merupakan hal yang normal. Selain itu, munculnya sensasi nyeri juga merupakan sinyal dari tubuh kalau jarum yang ditusuk ada pada titik yang tepat.

Eits, jangan hanya mengandalkan akupunktur untuk menurunkan berat badan

Pada dasarnya akupunktur lebih ditujukan sebagai “usaha tambahan” yang berfungsi untuk merangsang fungsi tubuh agar lebih bereaksi pada usaha utama Anda — yaitu diet dan olahraga tersebut. Jika fungsi tubuh ini sudah dibikin kembali normal dan seimbang lewat akupunktur, maka kerja hormon pun akan jadi lebih optimal untuk membantu menurunkan berat badan.

Ingat, berat badan umumnya akan turun jika asupan kalori lebih sedikit dari kalori yang dikeluarkan tubuh untuk beraktivitas. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, akupunktur hanya salah satu cara untuk membantu mengendalikan rasa lapar di dalam tubuh yang pada akhirnya bisa mengontrol nafsu makan seseorang untuk mencegah kenaikan berat badan berlebih.

Sebenarnya, inilah merupakan salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan orang dalam proses penurunan berat badan. Berat badan tidak akan turun, bahkan naiknya bisa lebih tinggi dari sebelumnya, jika Anda hanya mengandalkan akupunktur untuk menurunkan berat badan tapi pola makan masih berantakan dan olahraga malas-malasan. Intinya, sampai saat ini belum ada cara lain yang paling menjanjikan selain memperbaiki pola makan dan olahraga untuk membantu menurunkan berat badan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Mengetahui tahap perkembangan remaja menjadi panduan dalam memantau tumbuh kembangnya. Berikut berbagai aspek yang terjadi dalam tumbuh kembang remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Olahraga adalah cara mendapatkan berat badan ideal yang paling efektif. Namun dari semua jenis, mana yang lebih manjur: olahraga kardio atau angkat beban?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Kardio, Kebugaran 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan naik setelah diet

3 Penyebab Berat Badan Anda Naik Setelah Diet

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
buah plum kering untuk diet

Benarkah Makan Buah Plum Bisa Melangsingkan Badan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga jalan kaki

Turun Berat Badan Hanya dengan Jalan Kaki? Ini Rahasianya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
timbangan badan

Timbangan Badan Digital Vs Analog: Mana yang Lebih Akurat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit