home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Tips Merawat Gigi Setelah Lepas Behel Agar Tidak Kembali Berantakan Lagi

3 Tips Merawat Gigi Setelah Lepas Behel Agar Tidak Kembali Berantakan Lagi

Pasang behel atau kawat gigi merupakan salah satu solusi untuk merapikan bentuk gigi sekaligus menjaganya tetap sehat. Umumnya kawat gigi dipakai selama dua tahun. Nah, jika sebentar lagi waktunya Anda untuk lepas behel, ada beberapa hal yang harus lebih Anda perhatikan ke depannya. Pasalnya setelah lepas behel, gigi Anda rentan kembali ke bentuknya semula kalau tidak dijaga baik-baik.

Simak panduan merawat gigi setelah lepas behel di artikel ini.

Tips merawat gigi setelah lepas behel

Sebelum Anda bisa bebas memamerkan senyum cemerlang setelah lepas behel, dokter akan membersihkan sisa-sisa lem kawat, plak, serta noda yang masih melekat di permukaan gigi. Sepulangnya dari dokter, ini yang harus Anda lakukan:

1. Pakai retainer

Gusi dan tulang rahang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan posisi gigi yang baru. Itulah kenapa penggunaan retainer menjadi bagian yang sangat penting dari perawatan gigi setelah lepas behel. Ada dua jenis retainer setelah lepas kawat gigi: permanen dan lepas-pasang.

Tipe retainer permanen biasanya berupa seutas kawat tipis yang dipasang di bagian belakang gigi depan bawah atau atas, yang terikat pada tempatnya dengan lem kuat seperti saat pasang kawat gigi. Tipe ini memberikan hasil terbaik karena kawat retainer yang menetap akan terus menahan gigi yang baru diluruskan dalam formasi sempurna setiap saat.

Tipe retainer yang lepas pasang bentuknya mirip dengan tipe permanen, namun di ujung-ujungnya terdapat sepasang kaitan untuk menahan posisi kawat retainer pada tempatnya. Karena bisa dilepas, tipe retainer ini lebih mudah dibersihkan. Akan tetapi, Anda harus ingat untuk memasangnya setiap hari. ini mempermudah membersihkan gigi, tapi pasien harus ingat untuk memakainya setiap hari. Retainer jenis ini harus digunakan terus-terusan selama enam bulan tanpa dilepas sekalipun. Setelah enam bulan, maka Anda boleh menggunakan retainer pada malam hari saja saat tidur.

Bicarakan dengan dokter mengenai jenis retainer yang terbaik untuk kondisi gigi Anda. Selama pemakaian retainer Anda juga tetap disarankan untuk kontrol rutin ke dokter gigi, untuk mengecek apakah gigi baru Anda baik-baik saja atau retainer perlu disesuaikan kembali.

2. Perhatikan apa yang Anda makan

Setelah lepas behel, gigi Anda mungkin akan terasa lebih sensitif untuk sementara waktu. Jadi sebaiknya hindari hal-hal yang tidak perlu yang bisa memperparah sensasi ngilu itu.

Jangan makan apapun yang sangat panas atau dingin selama beberapa hari sampai beberapa minggu setelah kawat gigi dilepas. Hindari juga makan makanan yang sangat renyah atau kenyal selama masa-masa ini, karena gigi Anda masih menyesuaikan diri dengan posisi barunya. Misalnya, mengunyah es batu atau permen karet, atau makan jagung rebus utuh.

Untuk beberapa makanan yang teksturnya cukup keras, seperti apel, wortel, dan roti bagel, Anda masih bisa memakannya jika Anda memotongnya menjadi potongan-potongan kecil yang bisa dikunyah dengan mudah.

3. Rutin sikat gigi dan flossing

Sikat gigi dua kali sehari: pagi setelah dan malam sebelum tidur. Jika Anda memakai retainer permanen yang tak bisa dilepas, cara membersihkan gigi Anda tetap sama seperti saat memakai behel dengan sikat kecil khusus gigi berkawat. Masukkan sikat dari atas dan naik dari bawah di antara dua kawat gigi. Gosok sikat ke segala arah dengan gerakan mirip gergaji sebelum beralih ke ruang berikutnya di antara dua kawat gigi. Ulangi prosedur sampai semua gigi telah dibersihkan.

Jika retainer Anda tipe yang lepas pasang, Anda bisa melanjutkan rutinitas menyikat gigi seperti pada umumnya. Sekali sehari atau setidaknya seminggu sekali, bersihkan retainer dengan merendamnya di cairan pembersih khusus gigi palsu atau campuran air hangat dan cuka.

Sebagai tambahan, bersihkan sela-sela gigi Anda dengan benang gigi (dental floss) dan berkumur dengan obat kumur antibakteri.

Memutihkan gigi setelah lepas kawat, perlukah?

Setelah lepas behel, Anda mungkin menyadari bahwa warna gigi Anda belang-belang atau justru menguning. Anda dapat melakukan pemutihan gigi di dokter untuk mengatasi hal ini. Ada banyak macam prosedur pemutihan gigi, termasuk pasta gigi pemutih, obat kumur, strips, trays, dan peralatan pemutih mandiri lainnya yang bisa Anda dapatkan dari dokter gigi Anda.

Namun, Anda perlu menunggu sekitar satu atau dua bulan setelah melepas kawat gigi sebelum memutuskan memutihkan gigi. Gigi Anda akan lebih sensitif setelah kawat gigi dilepas, dan produk pemutih gigi bisa menyebabkan sensasi ngilu dan tidak nyaman setelahnya.

Pemutihan gigi pun tidak bisa hanya dilakukan satu kali untuk mendapatkan efek jangka panjang. Anda harus mengunjungi dokter gigi untuk menjadwalkan pemutihan gigi rutin dari waktu ke waktu untuk menjaga kesehatan dan tampilan gigi putih bersinar yang Anda idamkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dental Braces https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/braces/home/ovc-20194716#! diakses 14 November 2017.

Dental Braces https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/braces/details/results/rsc-20194774 diakses 14 November 2017.

The Dental Braces Procedure: Treatment, Removal and Recovery http://www.yourdentistryguide.com/braces-procedure/ diakses 14 November 2017.

Types of retainers https://orthodonticassoc.com/braces/types-of-retainers/ diakses 14 November 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 17/11/2017
x