Hyperdontia

Hyperdontia

Hyperdontia merupakan kondisi ketika jumlah gigi di mulut berlebih. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah supernumerary teeth.

Apa itu hyperdontia?

Hyperdontia atau supernumerary teeth adalah kondisi yang membuat pengidapnya mengalami kelebihan gigi di mulut.

Pada anak, kondisi ini terjadi ketika jumlah gigi primer lebih dari 20 buah. Sementara itu, hyperdontia pada orang dewasa membuat jumlah gigi permanen melebihi 32 gigi.

Umumnya, jumlah gigi tambahan pengidap supernumerary teeth hanya satu. Namun, dalam kasus yang langka, gigi tambahan mungkin tumbuh lebih dari satu.

Dilansir dari studi dalam American Journal of Orthodontics & Dentofacial Orthopedics, gigi tambahan yang tumbuh lebih biasanya berkaitan dengan penyakit tertentu.

Berikut beberapa di antaranya.

  • Bibir dan langit-langit sumbing,
  • Cleidocranial dysplasia.
  • Sindrom Gardner.

Seberapa umum hyperdontia?

Hyperdontia merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Sekitar 3,8% orang diketahui memiliki masalah gigi ini.

Dibanding wanita, supernumerary teeth lebih sering terjadi pada pria. Setidaknya, jumlah pria yang mengalami kondisi ini dua kali lebih banyak dibandingkan wanita.

Tanda dan gejala hyperdontia

gigi tidur

Gejala utama hyperdontia tentu saja jumlah gigi yang lebih daripada seharusnya. Namun, kemunculan gigi tambahan dapat berbeda pada masing-masing pengidapnya.

Berikut ragam gigi tambahan pada pengidap supernumerary teeth berdasarkan jenis dan posisinya.

  • Supplementary: gigi tambahan memiliki bentuk dan ukuran normal.
  • Tuberculate: gigi tambahan mempunyai dua tonjolan pada bagian mahkotanya,
  • Conical: gigi tambahan berbentuk kerucut seperti taring.
  • Complex odontoma: gigi tambahan berukuran besar dan mengganggu pertumbuhan gigi yang berdekatan.
  • Mesiodens: gigi tambahan tumbuh pada langit-langit mulut.
  • Paramolars: gigi tambahan muncul dari gusi, baik bagian dalam maupun luar.
  • Distomolars: gigi tambahan berbentuk gigi bungsu dan tumbuh sejajar dengan yang lain.

Jika Anda mengalami kondisi di atas, konsultasikan ke dokter. Dengan begitu, pengobatan bisa dilakukan sesuai kondisi yang mendasarinya.

Penyebab hyperdontia

Penyebab hyperdontia tidak diketahui secara pasti. Namun, Anda lebih berisiko mengalami masalah gigi ini jika ada anggota keluarga yang memiliki kondisi serupa.

Sementara itu, gigi tambahan yang tumbuh lebih dari satu berkaitan dengan penyakit tertentu. Beberapa pemicunya mulai dari bibir sumbing, cleidocranial dysplasia, dan Gardner syndrome.

Komplikasi hyperdontia

hyperdontia

Hyperdontia umumnya tidak menyebabkan masalah serius. Meski begitu, pengidapnya berpotensi mengalami kondisi-kondisi tertentu, seperti:

  • kesulitan dalam mengunyah makanan,
  • gangguan dalam berbicara,
  • gigi berjejal,
  • gigi bengkok,
  • kerusakan gigi akibat kesulitan membersihkannya secara efektif, dan
  • turunnya rasa percaya diri.

Diagnosis hyperdontia

Diagnosis hyperdontia dimulai dengan pertanyaan seputar gejala, riwayat gigi, dan riwayat kesehatan secara keseluruhan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Masalah gigi ini mudah dideteksi karena dapat terlihat jelas dengan mata. Namun, untuk gigi tambahan yang baru akan tumbuh, dokter biasanya akan melakukan rontgen gigi atau CT scan.

Proses diagnosis bermanfaat untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Dengan begitu, masalah Anda bisa ditangani sesuai penyebabnya.

Penanganan hyperdontia

Penanganan bergantung pada jenis dan posisi gigi tambahan. Selain itu, dokter juga akan melihat efek yang bisa ditimbulkan terhadap gigi di sekitarnya.

Berikut adalah beberapa pengobatan untuk supernumerary teeth.

1. Cabut gigi

Langkah ini biasanya dilakukan ketika gigi tambahan menimbulkan banyak masalah. Dalam prosesnya, Anda akan diberikan bius lokal agar tidak mengalami rasa sakit selama operasi.

2. Pemasangan behel

Jika posisi gigi masih bisa diperbaiki dan tidak menimbulkan masalah, dokter biasanya akan menyarankan pemasangan behel. Dengan begitu, posisi gigi yang tidak sesuai bisa dibuat sejajar dengan yang lain.

3. Perawatan endodontik

Perawatan ini dilakukan jika gigi tambahan dan gigi permanen telah menyatu. Biasanya, dokter akan melakukan perawatan pada pulpa bagian dalam dan jaringan yang mengelilingi akar gigi.

Untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan ke dokter gigi. Penanganan yang salah malah akan memperparah masalah.

Fakta seputar <em>hyperdontia</em>

  • Hyperdontia adalah kondisi yang terjadi saat jumlah gigi lebih banyak dari seharusnya.
  • Gigi tambahan yang muncul biasanya hanya satu. Jika ada lebih dari satu gigi, ini mungkin berkaitan dengan penyakit seperti bibir sumbing, cleidocranial dysplasia, dan Gardner syndrome.
  • Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi risikonya akan meningkat jika Anda memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa.
  • Tidak menimbulkan komplikasi serius dan lebih sering mengakibatkan ketidaknyamanan saat makan, berbicara, atau tersenyum.
  • Tak perlu mendapatkan penanganan jika tidak mengakibatkan masalah.
  • Agar lebih percaya diri, gigi tambahan bisa diatasi dengan cabut gigi, pasang behel, hingga perawatan endodontik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hyperdontia. (2022). Retrieved 16 November 2022, from https://hospitals.aku.edu/pakistan/diseases-and-conditions/Pages/hyperdontia.aspx

Hyperdontia: Treatment & Causes of Extra Teeth in the Mouth. (2022). Retrieved 16 November 2022, from https://www.dentaly.org/us/hyperdontia/

Prevalence and Pattern of Accessory Teeth (Hyperdontia) in Permanent Dentition of Iranian Orthodontic Patients. Iranian Journal Of Public Health, 42(11), 1259. (2013). Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4499067/

Pereira, M., de Almeida, L., Martins, M., da Silva Campos, M., Fraga, M., & Vitral, R. (2011). Multiple hyperdontia: Report of an unusual case. American Journal Of Orthodontics And Dentofacial Orthopedics, 140(4), 580-584. doi: 10.1016/j.ajodo.2010.02.038

Parolia, A., Dahal, M., Thomas, M., Kundabala, M., & Mohan, M. (2011). Management of supernumerary teeth. Journal Of Conservative Dentistry, 14(3), 221. doi: 10.4103/0972-0707.85791

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui 7 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa