home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Jenis Makanan untuk Mengatasi Gusi Berdarah Beserta Manfaatnya

5 Jenis Makanan untuk Mengatasi Gusi Berdarah Beserta Manfaatnya

Kesehatan gusi seringkali tidak mendapat perhatian khusus daripada masalah gigi dan mulut. Padahal gusi bengkak dan berdarah bisa menimbulkan rasa tidak nyaman hingga gangguan mulut yang tidak ringan. Jika Anda sedang mengalami hal kondisi, ada beberapa tips dalam memilih makanan untuk gusi berdarah untuk meredakan keluhan Anda.

Pilihan makanan untuk mengatasi gusi berdarah

Gusi berdarah menjadi salah satu gangguan gusi yang terjadi karena menumpuknya plak pada gigi. Plak yang sangat lengket umumnya terbentuk ketika proses makan dan minum yang tidak terjaga kebersihannya.

Plak mengandung banyak bakteri yang sebagian di antaranya dapat mengganggu kesehatan gusi. Menurut penelitian, penyakit gusi (periodontitis) dapat menginfeksi bahkan merusak gigi. Penyakit tersebut juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 15 persen.

Pada dasarnya, gusi yang sehat tidak akan berdarah hanya karena gosok gigi atau tersentuh saja. Ciri-ciri utama gusi yang sehat dan ideal adalah berwarna merah muda, kencang, dan dapat menahan gigi dengan kuat.

Selain dengan perawatan gigi, sebaiknya perlu juga memperhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi untuk membantu mengatasi masalah gusi berdarah seperti berikut ini.

1. Daging tanpa lemak

daging merah vs daging putih

Tidak sembarangan daging yang bisa Anda makan jika mengalami kondisi gusi berdarah. Pastikan Anda memilih daging tanpa lemak, khususnya sejumlah lemak hewani yang buruk diketahui dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.

Beberapa jenis daging yang bisa Anda konsumsi saat mengalami gusi berdarah, antara lain:

  • daging sapi tanpa lemak,
  • daging ayam tanpa kulit, dan
  • makanan laut, seperti ikan salmon atau makarel.

Joe Tagliarini, dokter gigi dari Comprehensive Dental Health, mengatakan bahwa daging dan makanan laut (seafood) kaya akan kandungan omega-3, seng, dan berbagai mineral lainnya. Kandungan nutrisi ini berfungsi sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan meningkatkan sistem imun yang bisa melawan penyakit gusi.

Kandungan vitamin B6 yang tinggi pada daging dan makanan laut, seperti ikan dan tiram dapat membantu Anda untuk melawan penyakit gusi. Selain itu, daging ayam juga mengandung co-enzyme Q10 dan kolagen yang juga memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan.

2. Biji-bijian utuh dengan susu atau jus jeruk

biji-bijian utuh untuk mengatasi gusi berdarah

Kombinasi biji-bijian utuh dengan susu atau jus jeruk sangat menyehatkan dan baik untuk gusi. Biji-bijian utuh memiliki kandungan nutrisi omega-3 yang memiliki senyawa antiinflamasi untuk membantu pemulihan penyakit gusi.

Kombinasi kalsium dari susu akan membentuk gigi yang sehat dan kuat. Sebuah penelitian mengungkapkan, susu dapat menurunkan kadar asam dalam mulut sehingga membantu menghilangkan bakteri.

Selain itu, kandungan vitamin C dari jus jeruk bisa meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan bakteri dan membantu gusi untuk melakukan penyembuhan sendiri.

Hal yang perlu Anda ingat adalah hindari mencampur gula dalam susu atau jus jeruk, karena gula justru dapat meningkatkan kadar asam dalam mulut.

3. Sayuran dan buah-buahan

buah dan sayuran untuk asam urat

Anda pasti sudah tahu bahwa sayuran dan buah-buahan kaya akan senyawa antioksidan yang meningkatkan sistem imun. Beberapa jenis sayuran dan buah-buahan yang bisa Anda jadikan pilihan makanan untuk gusi berdarah, seperti:

  • bayam,
  • brokoli,
  • ubi jalar,
  • wortel,
  • labu,
  • paprika merah dan hijau, dan
  • buah sitrus, seperti jeruk dan lemon.

Sayuran dan buah-buahan ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sayuran dan buah-buahan berwarna kuning, seperti wortel, ubi jalar, dan jeruk juga mengandung senyawa beta karoten untuk membantu melawan penyakit gusi. Selain itu, beta karoten dibutuhkan untuk diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh.

4. Probiotik

jenis probiotik adalah

Sumber pangan probiotik artinya dalam makanan tersebut mengandung mikroorganisme yang bisa membantu mencegah dan menanggulangi penyakit. Probiotik secara alami ada dalam tubuh, namun Anda juga bisa mendapatkannya melalui makanan, minuman, dan suplemen.

Beberapa jenis makanan dan minuman probiotik yang bisa Anda konsumsi, antara lain:

  • yogurt,
  • kefir,
  • sauerkraut,
  • tempe, dan
  • kimchi.

Selain ampuh mengatasi gangguan pencernaan, probiotik juga mampu mengatasi gangguan kesehatan gigi dan mulut, termasuk gusi berdarah. Bakteri baik dalam sumber probiotik akan membantu menekan pertumbuhan bakteri jahat pada rongga mulut.

Sebuah penelitian pada 2012 mengatakan, konsumsi produk susu fermentasi seperti yogurt mampu menurunkan risiko terjadinya penyakit gusi. Asupan kalsium dalam produk susu juga dapat meningkatkan kesehatan gigi.

5. Teh hijau

minum teh hijau

Minum teh hijau secara rutin juga mampu mengatasi penyakit gusi. Teh hijau mengandung senyawa katekin yang terbukti efektif mengobati penyakit gusi dengan menghambat pertumbuhan bakteri jahat dan mencegah peradangan gusi.

Hal ini pun didukung sebuah penelitian dalam Journal of Indian Society of Periodontology yang menyimpulkan efektivitas penggunaan teh hijau untuk meningkatkan kesehatan gusi pada kalangan yang pernah mengalami gangguan sebelumnya.

Rekomendasi makanan dan minuman untuk gusi berdarah tersebut tidak hanya membantu Anda untuk tetap bisa menikmatinya, namun juga bisa membuat gusi Anda yang bengkak dan berdarah akan membaik secara perlahan.

Batasi atau hindari terlebih dahulu asupan makanan tinggi karbohidrat dan gula yang bisa memperparah kondisinya. Anda juga perlu berhenti merokok dan mengurangi tingkat stres untuk mempercepat proses penyembuhan.

Peran gusi sangatlah penting, sehingga gangguan yang terjadi bisa memengaruhi bagian mulut lainnya. Penting untuk Anda dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi secara rutin, sekaligus melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Higuera, V., & Frank, C. (2019). How to Stop Bleeding Gums: 10 Methods to Try. Healthline. Retrieved 28 April 2021, from https://www.healthline.com/health/how-to-stop-bleeding-gums

Nagdeve, M., & Vig, M. (2020). Bleeding Gums (Gingivitis): Treatments & Home Remedies | Organic Facts. Organic Facts. Retrieved 28 April 2021, from https://www.organicfacts.net/home-remedies/home-remedies-for-bleeding-gums.html

Burhenne, M. (2020). The 12 Best Foods to Eat if You Have Gum Disease. Ask The Dentist. Retrieved 28 April 2021, from https://askthedentist.com/gum-disease-diet

Andrews, R. The dental diet: 10 nutrition strategies for healthy teeth. Precision Nutrition. Retrieved 28 April 2021, from https://www.precisionnutrition.com/nutrition-teeth-dental-health

Adegboye, A. R., Christensen, L. B., Holm-Pedersen, P., Avlund, K., Boucher, B. J., & Heitmann, B. L. (2012). Intake of dairy products in relation to periodontitis in older Danish adults. Nutrients, 4(9), 1219–1229. https://doi.org/10.3390/nu4091219

Chatterjee, A., Saluja, M., Agarwal, G., & Alam, M. (2012). Green tea: A boon for periodontal and general health. Journal of Indian Society of Periodontology, 16(2), 161–167. https://doi.org/10.4103/0972-124X.99256

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal diperbarui 06/03/2017
x