Kelebihan Pemanis dari Daun Stevia Dibandingkan dengan Gula

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang telah menyadari kalau konsumsi gula berlebih akan berdampak buruk bagi kesehatannya. Salah satunya, Anda bisa berisiko mengalami penyakit diabetes melitus akibat tingginya kadar gula dalam darah terus-menerus. Maka dari itu, beralih menggunakan pemanis alami yang lebih sehat seperti stevia (berasal dari daun stevia) dapat menjadi salah satu alternatif. Apa saja kelebihan dari stevia sehingga lebih baik dipilih sebagai pemanis pengganti gula?

Daun stevia dapat dimanfaatkan menjadi pemanis

Stevia adalah nama populer dari bahan yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Daun tanaman Stevia rebaudiana ini sebenarnya sudah banyak digunakan oleh masyarakat di daerah Paraguay dan Brasil sejak masa lalu. Namun, penggunaan stevia sebagai pemanis baru mulai dikenal luas setelah “ditemukan” dan diperkenalkan oleh ahli botani Antonio Bertoni pada 1887.

Daun ini mengandung senyawa-senyawa yang memiliki rasa sangat manis, seperti stevioside dan rebaudioside. Saat diolah menjadi pemanis, tingkat kemanisannya sangat tinggi bahkan bisa 50-350 kali lipat gula pasir. Selain itu, pemanis ini memiliki kandungan nol kalori dan sedikit karbohidrat. Itu sebabnya, pemanis yang satu ini adalah pengganti gula yang tepat untuk orang diabetes.

Penggunaan daun stevia sebagai pemanis sudah banyak digunakan di berbagai negara termasuk Jepang, Korea, China, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Penggunaan pemanis dari tanaman alami ini pun bervariasi di berbagai macam produk mulai dari minuman, permen, acar sayuran, hingga produk makanan laut.

Tanaman ini dianggap bisa menjadi sumber pemanis yang lebih sehat untuk pengganti gula dan pemanis buatan, seperti sakarin dan aspartam.

Keunggulan daun stevia dibandingkan gula

daun stevia

Berikut ini adalah keunggulan yang bisa menjelaskan manfaat stevia sebagai pemanis yang lebih sehat dari gula:

1. Pemanis yang tepat untuk diabetes

Gula dan makanan manis seolah menjadi musuh terbesar bagi penderita diabetes melitus. Namun, kali ini Anda yang menderita diabetes tetap bisa merasakan kembali mengonsumsi makanan manis dengan menggunakan pemanis stevia.

Pemanis yang berasal dari ekstrak daun stevia ini dianggap lebih aman untuk penderita diabetes karena tidak membuat kadar gula darah melonjak.

Di Amerika Selatan, ekstrak tanaman ini bahkan sudah lama digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes.

2. Rendah kalori

Berat badan berlebihan sebenarnya disebabkan oleh konsumsi makanan dengan kalori dan kandungan gula yang tinggi. Itu sebabnya, jika Anda sering makan makanan manis, berat badan Anda juga bisa melonjak dengan cepat.

Nah, pemanis yang berasal dari daun stevia memiliki nol kalori sehingga lebih aman untuk Anda yang diabetes sekaligus ingin menjaga berat badan.

3. Baik untuk tekanan darah

Tak hanya menjadi alternatif untuk mengendalikan gula darah, pemanis alami jenis ini juga untuk tekanan darah Anda. Stevia juga bermanfaat menurunkan risiko hipertensi.

Hal ini disebutkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Therapeutics, yang dilakukan selama 2 tahun. Studi ini menunjukkan manfaat senyawa stevioside yang diekstrak dari daun stevia berpotensi menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Namun, masih dibutuhkan uji lebih lanjut untuk mempelajari manfaat ekstrak daun stevia ini dalam hal menurunkan tekanan darah.

4. Aman bagi anak-anak

Kasus obesitas pada anak kebanyakan disebabkan oleh tidak terkendalinya asupan makanan, terutama yang tinggi kalori dan gula. Anak-anak umumnya menyukai makanan manis. Hal ini yang menjadi salah satu faktor yang membuat berat badan mereka terus meningkat.

Jika dibiarkan, anak yang obesitas memiliki peluang lebih tinggi untuk terserang penyakit kronis di usia dewasa. Untuk mencegah hal tersebut, pemanis seperti stevia dapat dijadikan pengganti gula untuk anak-anak.

Mengenai kekhawatiran aman atau tidaknya pemanis ini untuk dikonsumsi anaka-anak, Food & Drug Administration (FDA)—atau organisasi yang setara dengan badan POM di Indonesia—telah menyatakan bahwa pemanis ini aman dikonsumsi semua kalangan, termasuk anak-anak, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Kekurangan pemanis stevia

Studi mengenai potensi manfaat kesehatan dari pemanis yang berasal dari daun stevia hingga kini masih terus dilakukan.

Hal ini disebabkan masih adanya beberapa risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan dari konsumsi pemanis ini. Oleh karena itu, Anda tetap perlu mewaspadai beberapa hal ini ketika menggunakannya sebagai pemanis pengganti gula.

1. Memicu konsumsi makanan berkalori tinggi

Penelitian dari jurnal Apetite yang menunjukkan bahwa konsumsi senyawa stevioside hingga 1.500 mg/hari aman dan tidak menyebabkan efek samping berarti.

Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa makanan yang dibuat dari pemanis stevia tidak mengubah kebiasaan makan. Meskipun rendah kalori, peserta yang mengonsumsi makanan yang dibuat dari pemanis ini tidak makan berlebihan pada waktu makan selanjutnya.

Namun, manfaat pemanis ini untuk kesehatan memang masih membutuhkan peninjauan klinis dari para peneliti lain sekaligus penelitian yang lebih dalam.

Masih terdapat kemungkinan untuk seseorang mengonsumsi kalori yang berlebih akibat pemanis dari daun stevia yang tidak memiliki nilai kalori yang tinggi. Alih-alih menurunkan berat badan, konsumsi pemanis non-kalori justru bisa mengarah pada penambahan berat badan.

2. Tidak sepenuhnya pemanis alami

Banyak yang mengira bahwa pemanis non-kalori yang digunakan saat ini berasal langsung dari daunnya. Padahal, FDA yang mengeluarkan pernyataan bahwa stevia aman hingga saat ini hanya memperbolehkan penggunaannya yang sudah mengalami proses pemurnian.

Mengonsumsi daunnya secara langsung berbahaya bagi fungsi ginjal, sistem reproduksi, dan kesehatan jantung.

Artinya, stevia yang aman dikonsumsi bukanlah lagi bahan alami, melainkan telah dimurnikan dengan bahan kimia lain (steviol glikosida), seperti halnya gula yang berasal dari bit gula atau gula tebu.

3. Efek kecanduan

Menimbang potensi manfaat stevia bagi kesehatan, tidak ada salahnya memang menjadikannya sebagai pengganti gula. Akan tetapi, Anda tetap perlu mengatur konsumsi makanan Anda dengan baik, terutama dalam membatasi asupan pemanis ini sehari-hari.

Pasalnya, stevia yang melalui proses pemurnian kimia juga memiliki efek kecanduan yang sama dengan pemanis makanan biasa seperti sukrosa.

Jika terlalu banyak mengonsumsi pemanis ini, tak menutup kemungkinan Anda juga bisa lebih berisiko mengalami kegemukan (obesitas) dan diabetes selayaknya berlebihan mengonsumsi gula biasa.

Dengan kelebihannya ini, stevia dapat digunakan sebagai peganti gula sehari-hari yang dapat menurunkan risiko gangguan kesehatan yang diakibatkan kenaikan gula darah, seperti hiperglikemia atau prediabetes.

Jika penggunaannya dibarengi dengan penerapan pola makan sehat dan gaya hidup yang aktif bergerak, Anda juga dapat mencegah penyakit diabetes melitus, khususnya diabetes tipe 2.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit
bisul atau abses

Bisul

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit