backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Apakah Benar meski Kurus Bisa Diabetes?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 01/11/2023

Apakah Benar meski Kurus Bisa Diabetes?

Selama ini kita selalu beranggapan bahwa orang gendut pasti diabetes dan orang kurus pasti bebas dari diabetes. Memang salah satu faktor risiko dari diabetes adalah kelebihan berat badan, lantas apakah berarti orang kurus tidak bisa terkena diabetes?

Apakah orang kurus bisa diabetes?

Ya, orang kurus atau orang yang memiliki berat badan normal juga bisa terkena diabetes. Kelebihan berat badan hanya salah satu faktor risiko diabetes tipe 2. Ada banyak faktor risiko lain yang membuat seseorang, terlepas kurus, normal, atau gemuk, terkena diabetes.

Diabetes tipe 2 terjadi pada kondisi resistensi insulin ketika sel otot, lemak, dan organ hati tidak bisa merespons hormon insulin yang menyerap glukosa dari dalam darah. Akibatnya, kadar glukosa (gula darah) meningkat. 

Orang yang kurus yang mengalami diabetes biasanya memiliki kondisi tubuh yang diistilahkan dengan skinny fat, dad bod, atau mom bod yang mengacu pada indeks massa tubuh dan berat badan yang normal tetapi lemak tubuhnya tinggi.

Dikutip dari Harvard School, memang benar indeks massa tubuh merupakan faktor risiko terbesar diabetes, tetapi IBM tidak selalu mencerminkan massa lemak dan posisi lemak yang dimiliki seseorang.

Orang kurus atau skinny fat bisa saja memiliki lemak yang ada di balik perut, di sekitar organ dalam (visceral fat) yang tinggi. Hal ini terlihat dari ukuran lingkar pinggang yang dimilikinya. Makin banyak lemak perut, makin tinggi juga risiko terkena penyakit diabetes. 

Salah satu studi dalam Indian Journal of Endocrinology and Metabolism memperlihatkan hubungan massa lemak tubuh dan diabetes pada pasien yang kurus.

Studi dilakukan pada kelompok diabetes yang memiliki berat badan kurang dengan kelompok sehat terkontrol. 

Temuannya menyebutkan kelompok diabetes dengan berat badan kurang memiliki massa lemak tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok sehat. Massa lemak yang tinggi juga memengaruhi kadar gula darah rata-rata (HbA1C) kelompok diabetes tersebut. 

Faktor risiko diabetes pada orang kurus

Selain massa lemak tubuh, Anda perlu mengenali penyebab lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang yang underweight terkena diabetes. 

1. Keturunan

Faktor keturunan berperan penting dalam diabetes meski Anda mempunyai berat badan normal, kurus, atau gemuk. Jika salah satu orangtua Anda memiliki diabetes, Anda berisiko 40% terkena diabetes juga. Apabila kedua orangtua Anda terdapat riwayat diabetes, maka Anda berisiko 70% terkena diabetes.

2. Kehamilan

manfaat bulu tangkis untuk diabetes

Diabetes gestasional merupakan kondisi melonjaknya kadar gula darah ketika hamil, tetapi wanita tersebut tidak memiliki riwayat penyakit diabetes sebelum kehamilan.

Sebagian besar kasus diabetes gestasional teratasi ketika kehamilannya telah selesai. Namun, menurut salah satu studi dalam jurnal Plos One mengatakan bahwa seorang wanita memiliki risiko 10 kali lipat lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 dalam 10 tahun setelah kehamilannya.

3. Gaya hidup sedenter

Sedentary lifestyle mengacu pada pola hidup di mana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk selama 6 jam atau lebih atau berbaring dengan sedikit aktivitas fisik.

Gaya hidup inilah yang membuat seseorang yang memiliki berat badan normal atau kurus berisiko terkena diabetes tipe 2 serta penyakit lainnya.

4. Pola makan tinggi gula

Studi dalam International Journal of Health Science mengatakan bahwa pola makan tinggi gula meningkatkan risiko diabetes.

Pola makan tinggi gula merujuk pada kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi sehingga asupan gula harian berlebih. Pola makan seperti ini bisa meningkatkan massa lemak tubuh yang mana bisa memicu resistensi insulin. 

Perlu diingat, bahwa kandungan gula tidak hanya terdapat dalam makanan atau minuman manis, tapi juga dalam saus, kecap, buah kalengan, dan buah kering.

Baik orang kurus maupun gemuk berisiko mengalami diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Risiko ini terkait dengan faktor genetik, kehamilan, gaya hidup tidak aktif, dan pola makan tinggi gula

Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya memperhatikan berat badan sebagai indikator risiko diabetes, tetapi menjaga gaya hidup sehat dengan menerapkan pola makan yang seimbang, berolahraga secara teratur, dan mengelola faktor-faktor risiko lainnya.

Dengan tindakan yang tepat, banyak kasus diabetes tipe 2 dapat dicegah atau dikelola secara efektif, baik pada individu yang kurus maupun yang gemuk.

Catatan akhir

Anggapan bahwa penyakit diabetes hanya bisa dialami oleh seseorang yang kelebihan berat badan ternyata tidak benar. Kasus diabetes bisa ditemukan pada orang yang badannya relatif kurus atau yang memiliki berat badan normal.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 01/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan