Novel Coronavirus, Virus Baru Pemicu Wabah Pneumonia di Tiongkok

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Pada akhir tahun 2019, sebuah virus pneumonia misterius menyerang puluhan warga di kota Wuhan, Tiongkok. Virus baru tersebut membuat masyarakat di negara tersebut khawatir apakah wabah pneumonia seperti SARS tahun 2004 silam kembali merebak. Namanya novel coronavirus.

Bagaimana penjelasan soal virus tersebut dan apa bedanya dengan SARS yang dahulu menyebabkan ratusan orang meninggal dunia? Berikut ulasannya.

Jenis virus baru pemicu wabah pneumonia di Tiongkok

bronchopneumonia atau bronkopneumonia adalah

Menurut seorang ilmuwan terkemuka asal Tiongkok, Xu Jianguo, wabah pneumonia yang meresahkan masyarakat disebabkan oleh jenis virus baru yang termasuk kelompok coronavirus tipe 2019-nCoV. 

Sejauh ini terdapat laporan 44 kasus penyakit yang tidak diketahui penyebabnya, termasuk 11 kasus yang dianggap parah. Korban yang terinfeksi umumnya berasal dari pasar grosir makanan laut Huanan di Wuhan. 

Setelah diteliti lebih lanjut, terdapat 15 sampel yang terindikasi positif dari jenis baru dari coronavirus melalui sampel darah dan air liur. Penemuan ini pun diperkuat oleh pernyataan dari WHO yang mengkonfirmasi hal tersebut. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

29,521

Terkonfirmasi

9,443

Sembuh

1,770

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Namun, mereka mengingatkan bahwa masih diperlukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui sumber virus, cara penularan, tingkat infeksi, hingga cara mencegahnya. 

Untungnya, delapan dari 59 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit. Akan tetapi, terdapat tujuh dari pasien-pasien tersebut yang mengalami sakit parah dan menerima perawatan di karantina

karantina adalah

Akibat dari virus baru yang menyebabkan wabah pneumonia ini, pasar makanan tersebut ditutup untuk mencegah penyebaran virus. Tak hanya itu, pemerintah Tiongkok juga melakukan desinfeksi, pemantauan, dan pencegahan pada tempat-tempat umum, seperti stasiun, bandara, dan terminal bus.

Mereka mengimbau bagi para penumpang yang mengalami gejala pneumonia diharapkan untuk melapor kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat. 

Virus baru yang menyebabkan wabah pneumonia di Tiongkok ini memang belum teridentifikasi dengan jelas. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap menjaga kebersihan tubuh dan menghindari tempat-tempat yang berisiko sebagai upaya pencegahan. 

Coronavirus, payung besar dari virus SARS

Pneumonia disebabkan bakteri penyebab batuk berdarah

Coronavirus merupakan jenis virus yang memengaruhi saluran pernapasan. Penyakit yang paling sering dialami oleh manusia akibat virus ini adalah pilek, pneumonia, SARS, hingga kesehatan usus Anda. 

Infeksi virus yang dapat menyebabkan wabah pneumonia ini sering terjadi selama musim dingin hingga awal musim semi. Biasanya, orang yang menderita flu akibat coronavirus dan sembuh, dapat tertular lagi sekitar 3-4 bulan kemudian. 

Hal ini dikarenakan antibodi coronavirus tidak bertahan lama dan hanya berlaku pada satu jenis saja. Sejauh ini, terdapat empat jenis coronavirus yang umum dialami oleh tubuh manusia, yaitu:

  • 229E (alpha coronavirus)
  • NL63 (alpha coronavirus)
  • OC43 (beta coronavirus)
  • HKU1 (beta coronavirus)

Jenis virus yang lebih jarang, namun berbahaya adalah MERS-CoV. Virus ini dapat menyebabkan MERS di Timur Tengah dan sindrom pernapasan akut yang parah, atau lebih dikenal SARS-CoV. 

Oleh karena itu, jenis virus baru yang menjadi dalang dari wabah pneumonia di Tiongkok tersebut sering dikaitkan dengan SARS. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jenis virus tersebut.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Angka Kasus COVID-19 di Korea Selatan Kembali Melonjak

Lonjakan kasus COVID-19 di Korea Selatan kini tengah menjadi pusat perhatian dunia. Lantas, apa yang menyebabkan berita mengejutkan ini terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 04/06/2020

Panduan Mempersiapkan Diri untuk Cegah Penularan COVID-19 di Tempat Kerja

Saat PSBB dicabut, para karyawan yang bekerja #dirumahaja harus kembali ke kantor. Bagaimana cara mencegah penularan COVID-19 di tempat kerja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 03/06/2020

Perhatikan Penggunaan Disinfektan yang Baik Agar Aman dan Efektif Cegah Penyebaran Virus

Sebelum menggunakan disinfektan, ada baiknya Anda memahami cara menggunakan larutan tersebut dengan baik dan benar agar efektif dan tidak memberbahayakan.

Ditulis oleh: Roby Rizki

Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

Demi mencegah penularan COVID-19, selama masa pandemi ini psikolog mencari cara agar tetap bisa memberikan konseling. Apa saja yang perlu diketahui?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 02/06/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Obat tradisional COVID-19

Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
mengatasi rasa cemas di kantor saat COVID-19

Cara Atasi Rasa Cemas Saat Kembali ke Kantor di Tengah Pandemi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
vaksin pneumonia

Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
Anak covid-19 Indonesia

Menelusuri Jumlah Kasus Positif COVID-19 Anak di Indonesia

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020