Cara Perawatan di Rumah Jika Mengalami Gejala Ringan COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pasien yang positif terkena COVID-19 tidak selalu menunjukkan gejala yang berat. Bahkan, kebanyakan kasus seringnya tak memunculkan gejala atau hanya berupa gejala ringan seperti batuk kering dan sakit tenggorokan. Jika Anda merupakan salah satu yang mungkin terjangkit COVID-19 dan ingin melakukan perawatan di rumah, berikut hal-hal yang harus dilakukan.

Ketahui jika kondisi Anda memungkinkan untuk dirawat di rumah

membedakan jenis batuk

Sebelum mulai melakukan perawatan, tentunya Anda harus memastikan lagi kepada dokter apakah kondisi Anda memungkinkan untuk menjalani perawatan tanpa bantuan medis di rumah sakit.

Mungkin Anda memiliki kekhawatiran bahwa penyakit akan bertambah parah dan membutuhkan pengawasan dari dokter setiap saat. Namun, COVID-19 merupakan self-limiting disease, yang artinya  penyakit ini sesungguhnya bisa sembuh dengan sendirinya jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

WHO juga menyarankan bagi pasien yang mengalami gejala ringan, rawat inap mungkin tidak diperlukan selama pihak keluarga juga bekerja sama untuk terus mengawasi perkembangan pasien.

Selain memiliki gejala ringan, Anda yang ingin menjalani perawatan di rumah juga harus memastikan bahwa tidak memiliki kondisi penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung, paru-paru, atau kondisi immunocompromising yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada pasien.

Terutama pada situasi seperti sekarang, di mana rumah sakit memiliki kapasitas dan sumber daya yang terbatas sedangkan pasien terus melonjak. Dengan melakukan perawatan di rumah, Anda akan membantu menjaga ketersediaan ruang bagi pasien yang lebih membutuhkan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

291,182

Terkonfirmasi

218,487

Sembuh

10,856

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Hal yang harus dilakukan selama perawatan COVID-19 di rumah

berkeringat saat demam

Dalam perawatan untuk penyakit COVID-19, baik pihak yang merawat maupun pasien tentunya harus mendapatkan edukasi yang memadai tentang virus dan penyebarannya serta melakukan pemantauan setiap saat. Dokter mungkin akan memberikan beberapa anjuran yang berbeda tergantung dengan keadaan pasien.

Namun, berikut adalah hal-hal dasar yang harus dilakukan.

1. Isolasi di kamar terpisah dari anggota keluarga lain

Selama menjalani perawatan COVID-19 di rumah, isolasikan diri di kamar yang berbeda. Jika memungkinkan, tinggalah di kamar yang letaknya berjauhan dari kamar lainnya. Kamar juga harus memiliki ventilasi yang baik dengan pintu atau jendela terbuka. Bila ada, gunakan juga kamar mandi yang berbeda.

2. Cuci tangan

Mencuci tangan tidak hanya wajib dilakukan oleh pihak yang merawat, tapi juga pasien sendiri. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik, terutama jika tangan sudah mulai terlihat kotor, keringkan dengan tisu sekali pakai. Gunakan juga hand sanitizer yang mengandung sedikitnya 60% alkohol.

Pilih hand wash atau sabun cuci tangan dengan kandungan aloe vera yang memiliki fungsi tambahan untuk melembutkan kulit. Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, pilih hand wash yang mengandung allergen-free fragrance. Dengan begitu, Anda bisa tetap menjaga kebersihan serta kelembutan kulit tangan sekaligus.

3. Pasien COVID-19 wajib gunakan masker

Penyakit COVID-19 dapat menular melalui tetesan air liur yang keluar saat bersin, batuk, atau berbicara. Air liur yang keluar tersebut juga bisa menempel di atas permukaan benda dan bisa saja menularkan orang yang bersentuhan dengan benda tersebut.

Oleh karena itu, pasien harus menggunakan masker setiap waktu dan ganti dengan yang baru setiap beberapa kali sehari atau sampai terasa lembab. Masker bedah sudah cukup membantu untuk mengurangi tersebarnya percikan ke luar. Pastikan masker juga sudah menutupi hidung dan mulut dengan tepat. Pemakaian masker juga harus dilakukan oleh pihak yang merawat pasien.

Ketika bersin atau batuk, tutup mulut dan hidung dengan tisu kertas, setelah itu langsung buang ke tempat sampah.

ibuprofen covid-19

4. Minum obat-obatan yang meringankan gejala

Beberapa obat yang mungkin Anda perlukan adalah obat penghilang rasa sakit, obat batuk, atau obat resep. Anda juga bisa minum obat lain yang sekiranya dapat mengurangi gejala yang dirasakan.

Bagi yang merasakan gejala COVID-19 seperti nyeri tubuh atau sakit kepala obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen mungkin akan membantu. Bila mengalami demam, Anda bisa mengatasinya dengan minum obat bebas dan menggunakan bantuan lain untuk menurunkan panas seperti kompres dingin.

Suplemen tambahan seperti vitamin C mungkin akan diperlukan untuk membantu mengembalikan daya tahan tubuh.

5. Membersihkan ruangan dan benda-benda di sekitar pasien COVID-19

Terutama pada benda-benda yang sering disentuh seperti meja, bingkai tempat tidur, atau perabotan yang lainnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, virus penyebab COVID-19 bisa bertahan di atas permukaan benda-benda, oleh karena itu bersihkanlah dan jika perlu gunakan disinfektan.

Bersihkan permukaan benda dengan sabun dan air, lalu beri disinfektan yang mengandung klorin, misalnya 0.1% natrium hipoklorit atau alkohol 60-90% setidaknya sekali sehari. Cuci juga pakaian, sepatu, sprei, dan handuk mandi pasien menggunakan sabun cuci seperti biasa, atau jika Anda menggunakan mesin cuci atur suhu air pada 60-90°C.  Pisahkan cucian kotor milik pasien dari yang lainnya.

Apa Itu Herd Immunity dan Hubungannya dengan COVID-19?

Ingatlah, meski kebanyakan kondisi bisa membaik dengan sendirinya, terkadang ada beberapa kasus di mana gejala tak kunjung menghilang. Pantau keadaan Anda dan jika hal tersebut terjadi atau malah semakin parah, segera hubungi petugas kesehatan untuk segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Kementerian Kesehatan memastikan keamanan tembakan sinar thermo gun ke dahi seseorang. Hasilnya, thermo gun sama sekali tidak merusak saraf otak.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacamata masker covid-19

Apakah Memakai Kacamata Mengurangi Risiko Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit