Cara Perawatan di Rumah Jika Mengalami Gejala Ringan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/04/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pasien yang positif terkena COVID-19 tidak selalu menunjukkan gejala yang berat. Bahkan, kebanyakan kasus seringnya tak memunculkan gejala atau hanya berupa gejala ringan seperti batuk kering dan sakit tenggorokan. Jika Anda merupakan salah satu yang mungkin terjangkit COVID-19 dan ingin melakukan perawatan di rumah, berikut hal-hal yang harus dilakukan.

Ketahui jika kondisi Anda memungkinkan untuk dirawat di rumah

membedakan jenis batuk

Sebelum mulai melakukan perawatan, tentunya Anda harus memastikan lagi kepada dokter apakah kondisi Anda memungkinkan untuk menjalani perawatan tanpa bantuan medis di rumah sakit.

Mungkin Anda memiliki kekhawatiran bahwa penyakit akan bertambah parah dan membutuhkan pengawasan dari dokter setiap saat. Namun, COVID-19 merupakan self-limiting disease, yang artinya  penyakit ini sesungguhnya bisa sembuh dengan sendirinya jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

WHO juga menyarankan bagi pasien yang mengalami gejala ringan, rawat inap mungkin tidak diperlukan selama pihak keluarga juga bekerja sama untuk terus mengawasi perkembangan pasien.

Selain memiliki gejala ringan, Anda yang ingin menjalani perawatan di rumah juga harus memastikan bahwa tidak memiliki kondisi penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung, paru-paru, atau kondisi immunocompromising yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada pasien.

Terutama pada situasi seperti sekarang, di mana rumah sakit memiliki kapasitas dan sumber daya yang terbatas sedangkan pasien terus melonjak. Dengan melakukan perawatan di rumah, Anda akan membantu menjaga ketersediaan ruang bagi pasien yang lebih membutuhkan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

23,165

Terkonfirmasi

5,877

Sembuh

1,418

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Hal yang harus dilakukan selama perawatan COVID-19 di rumah

berkeringat saat demam

Dalam perawatan untuk penyakit COVID-19, baik pihak yang merawat maupun pasien tentunya harus mendapatkan edukasi yang memadai tentang virus dan penyebarannya serta melakukan pemantauan setiap saat. Dokter mungkin akan memberikan beberapa anjuran yang berbeda tergantung dengan keadaan pasien.

Namun, berikut adalah hal-hal dasar yang harus dilakukan.

1. Isolasi di kamar terpisah dari anggota keluarga lain

Selama menjalani perawatan COVID-19 di rumah, isolasikan diri di kamar yang berbeda. Jika memungkinkan, tinggalah di kamar yang letaknya berjauhan dari kamar lainnya. Kamar juga harus memiliki ventilasi yang baik dengan pintu atau jendela terbuka. Bila ada, gunakan juga kamar mandi yang berbeda.

2. Cuci tangan

Mencuci tangan tidak hanya wajib dilakukan oleh pihak yang merawat, tapi juga pasien sendiri. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik, terutama jika tangan sudah mulai terlihat kotor, keringkan dengan tisu sekali pakai. Gunakan juga hand sanitizer yang mengandung sedikitnya 60% alkohol.

3. Pasien COVID-19 wajib gunakan masker

Penyakit COVID-19 dapat menular melalui tetesan air liur yang keluar saat bersin, batuk, atau berbicara. Air liur yang keluar tersebut juga bisa menempel di atas permukaan benda dan bisa saja menularkan orang yang bersentuhan dengan benda tersebut.

Oleh karena itu, pasien harus menggunakan masker setiap waktu dan ganti dengan yang baru setiap beberapa kali sehari atau sampai terasa lembab. Masker bedah sudah cukup membantu untuk mengurangi tersebarnya percikan ke luar. Pastikan masker juga sudah menutupi hidung dan mulut dengan tepat. Pemakaian masker juga harus dilakukan oleh pihak yang merawat pasien.

Ketika bersin atau batuk, tutup mulut dan hidung dengan tisu kertas, setelah itu langsung buang ke tempat sampah.

ibuprofen covid-19

4. Minum obat-obatan yang meringankan gejala

Beberapa obat yang mungkin Anda perlukan adalah obat penghilang rasa sakit, obat batuk, atau obat resep. Anda juga bisa minum obat lain yang sekiranya dapat mengurangi gejala yang dirasakan.

Bagi yang merasakan gejala COVID-19 seperti nyeri tubuh atau sakit kepala obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen mungkin akan membantu. Bila mengalami demam, Anda bisa mengatasinya dengan minum obat bebas dan menggunakan bantuan lain untuk menurunkan panas seperti kompres dingin.

Suplemen tambahan seperti vitamin C mungkin akan diperlukan untuk membantu mengembalikan daya tahan tubuh.

5. Membersihkan ruangan dan benda-benda di sekitar pasien COVID-19

Terutama pada benda-benda yang sering disentuh seperti meja, bingkai tempat tidur, atau perabotan yang lainnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, virus penyebab COVID-19 bisa bertahan di atas permukaan benda-benda, oleh karena itu bersihkanlah dan jika perlu gunakan disinfektan.

Bersihkan permukaan benda dengan sabun dan air, lalu beri disinfektan yang mengandung klorin, misalnya 0.1% natrium hipoklorit atau alkohol 60-90% setidaknya sekali sehari. Cuci juga pakaian, sepatu, sprei, dan handuk mandi pasien menggunakan sabun cuci seperti biasa, atau jika Anda menggunakan mesin cuci atur suhu air pada 60-90°C.  Pisahkan cucian kotor milik pasien dari yang lainnya.

Apa Itu Herd Immunity dan Hubungannya dengan COVID-19?

Ingatlah, meski kebanyakan kondisi bisa membaik dengan sendirinya, terkadang ada beberapa kasus di mana gejala tak kunjung menghilang. Pantau keadaan Anda dan jika hal tersebut terjadi atau malah semakin parah, segera hubungi petugas kesehatan untuk segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Aman Gerak Jalan yang Direkomendasikan Selama Pandemi

Anda tetap bisa melakukan olahraga gerak jalan atau jalan kaki saat pandemi dengan tetap mengikuti beberapa protokol kesehatan berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 Mei 22, 2020

COVID-19 Bisa Sebabkan Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak, Apa Artinya?

WHO baru-baru ini melaporkan komplikasi COVID-19 pada anak yang dikenal sebagai sindrom peradangan multisistem. Apa gejala dan dampaknya bagi anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 21, 2020

Alasan Penderita Lupus Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi COVID-19

Penyakit lupus termasuk dalam kategori kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang lebih parah. Bagaimana risiko COVID-19 pada penderita lupus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 Mei 20, 2020

Potensi Penularan COVID-19 di Desa, Bagaimana Kesiapannya?

Arus mudik yang tak bisa dikendalikan membuat masyarakat di desa harus siaga kedatangan potensi sumber penularan COVID-19. Bagaimana kesiapannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 20, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kawasaki covid-19 anak

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 24, 2020
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 24, 2020
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 23, 2020
dampak pandemi mental remaja

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 23, 2020