Obat Kumur Antiseptik Disebut Dapat Membunuh Virus COVID-19, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Menjaga kebersihan adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penularan virus COVID-19. Mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menggunakan masker saat bepergian dilakukan. Namun, baru-baru ini sebuah studi menunjukkan bahwa obat kumur dapat digunakan untuk mencegah COVID-19.

Benarkah penggunaan obat kumur dapat menghambat penyebaran virus penyebab penyakit pernapasan ini?

Benarkah obat kumur dapat mencegah COVID-19?

jenis obat kumur

Penularan virus COVID-19 yang cukup tinggi membuat masyarakat semakin waspada. Semua upaya pencegahan penularan dilakukan, seperti membersihkan barang belanjaan, memakai masker, hingga mencuci tangan dengan sabun. 

Baru-baru ini ada sebuah studi dari jurnal Function yang menyebutkan bahwa obat kumur dapat membantu mencegah penularan COVID-19. Mengapa demikian?

Virus SARS-CoV-2 (COVID-19) merupakan virus selubung luar yang memiliki membran lipid dan berasal dari sel inang tempat tunasnya. Namun, virus yang menyerang pernapasan ini juga cukup sensitif terhadap senyawa yang mengganggu bio-membran lipid. 

Maka dari itu, penelitian ini mencoba untuk menganalisis proses yang mengganggu membran lipid virus yang disebabkan oleh obat kumur gigi. Obat kumur gigi yang digunakan mengandung etanol, klorheksidin, hidrogen peroksida, dan povidone-iodine. 

Pasalnya, tim peneliti mengungkapkan bahwa studi sebelumnya menunjukkan senyawa yang ditemukan obat kumur dapat mengganggu membran lipid virus. Jika membran lipid virus terganggu, risiko penyebaran infeksi pun dapat berkurang. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

392,934

Terkonfirmasi

317,672

Sembuh

13,411

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Fungsi obat kumur mungkin dapat menonaktifkan virus di tenggorokan hingga membantu mencegah terjadinya batuk dan bersin. Namun, belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan apakah hal tersebut dapat terjadi.  

Menurut direktur rekanan di Cardiff University Valerie O’Donnell, pada percobaan studi klinis terbatas, sejumlah obat kumur mengandung bahan yang dapat membunuh virus. Bahkan, kandungan obat kumur tersebut juga dikenal efektif menargetkan lipid dalam virus sejenis COVID-19

Walaupun demikian, peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih mendalam untuk menguji efektivitas senyawa obat kumur dalam mencegah COVID-19. Terlebih lagi, obat kumur antiseptik pun kurang disarankan karena berisiko mengganggu keseimbangan flora normal di mulut.

Obat kumur tidak dapat menggantikan fungsi masker

Penelitian terbaru mungkin menunjukkan adanya peluang bahwa senyawa obat kumur dapat membantu mencegah penularan COVID-19. Namun, bukan berarti Anda kemudian melepas masker dan bergantung pada pemakaian obat kumur. 

Salah satu perusahaan yang memproduksi obat kumur mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan produk mereka sebagai cara menghadapi COVID-19. Pasalnya, obat kumur antiseptik merupakan obat yang secara klinis terbukti dapat membunuh kuman penyebab plak, bau mulut, dan penyakit gusi awal. 

Obat kumur belum diuji apakah dapat digunakan untuk membunuh virus corona dan memang tidak berfungsi untuk mengobati COVID-19. 

Tim peneliti pun menekankan bahwa masih belum terbukti apakah obat kumur mempunyai efek mencegah virus. Oleh karena itu, masyarakat masih perlu mengikuti cara mencegah penularan COVID-19 secara umum, seperti menjaga jarak dan mencuci tangan sesering mungkin

jenis masker

Fungsi obat kumur bagi kesehatan mulut

manfaat obat kumur

Salah satu senyawa yang ada dalam obat kumur, yaitu hidrogen peroksida, memang sering dipakai untuk mensterilkan rumah. Maka itu, banyak orang yang mengira bahwa obat kumur mungkin dapat digunakan untuk mencegah COVID-19. 

Menurut American Dental Association (ADA) pemakaian obat kumur cukup bermanfaat dalam rutinitas kebersihan mulut seharian bagi beberapa orang. Mulai dari untuk membersihkan ruang rongga gigi hingga menjangkau area yang tidak dapat dicapai sikat gigi. 

Jenis obat kumur pun terbagi menjadi dua. Pertama, obat kumur yang digunakan untuk mengurangi bau mulut sementara waktu dan kandungan kimianya tidak bermanfaat terlalu besar bagi kesehatan mulut. 

Sementara itu, obat kumur terapi mengandung senyawa aktif yang berfungsi untuk mengendalikan atau mengurangi gangguan kesehatan mulut. Mulai dari bau mulut, radang gusi, hingga kerusakan gigi.

Bahaya Menyemprot Disinfektan Langsung ke Tubuh Manusia

Senyawa kimia yang ada pada obat kumur lebih dikhususkan untuk menyerang patogen yang merusak kesehatan mulut. Apabila dikaitkan dengan mencegah penularan virus corona, tentu masih diperlukan penelitian lebih dalam lagi. 

Walaupun nantinya obat kumur terbukti dapat mencegah COVID-19 di mulut dan tenggorokan atas sementara waktu, bukan berarti akan mengurangi penyebaran virus.

Pasalnya, infeksi virus ini dapat menyebar lewat droplet orang yang terinfeksi COVID-19. Bahkan, ada banyak kasus yang menunjukkan virus masih dapat menyebar lewat pasien yang tak tunjukkan gejala sama sekali

Oleh karena itu, ahli kesehatan masyarakat di seluruh dunia mengimbau masyarakat bahwa mencuci tangan dan tidak sering menyentuh wajah adalah upaya pencegahan paling efektif.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Sejumlah studi menunjukkan bahwa laki-laki lebih berisiko mengalami gejala buruk COVID-19 daripada perempuan. Perbedaan respons imun salah satu sebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

COVID-19 baru-baru ini diduga dapat menyebabkan gangguan pendengaran mendadak. Apakah gangguan pendengaran akibat COVID-19 bisa diobati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Kepadatan penduduk suatu kota dapat memengaruhi lama waktu pandemi COVID-19 berlangsung. Kota besar diprediksi bakal lebih lama mengalami pandemi, mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Di tengah pandemi COVID-19, China juga sedang diserang wabah lain dari infeksi norovirus yakni penyakit yang menyebabkan peradangan usus.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
kebersihan mulut

Hati-hati, Malas Bersihkan Mulut Bisa Munculkan Penyakit Serius

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kebiasaan mencuci tangan covid-19

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit