Perlukah Pelindung Wajah (Face Shield) Digunakan Sehari-hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Dengan pelonggaran PSBB, sebagian masyarakat mulai kembali menjalani aktivitas harian mereka dengan pedoman new normal COVID-19. Salah satu hal yang mungkin cukup baru selain memakai masker adalah penggunaan face shield. Apa itu face shield dan siapa saja yang sebenarnya benar-benar butuh menggunakan ini?

Apa itu face shield?

perawat covid-19 indonesia

Selain masker, alat pelindung lainnya yang digunakan untuk mencegah penularan COVID-19 adalah face shield. Face shield adalah pelindung wajah yang terbuat dari plastik bening dan kaku untuk menutupi wajah hingga memanjang ke bawah dagu penggunanya. 

Anda mungkin sering melihat face shield pada tenaga kesehatan, bahkan sebelum pandemi COVID-19 dimulai. Normalnya, pelindung wajah ini termasuk bagian dari Alat Pelindung Diri (APD) yang dipakai oleh dokter gigi karena memeriksa mulut dalam jarak dekat. 

Sementara itu, dokter, perawat, dan petugas laboratorium menggunakan alat pelindung ini bersamaan dengan masker agar tidak terkontaminasi darah atau zat lain di udara. 

Sejak pandemi COVID-19 dimulai dengan penyebaran yang cukup tinggi membuat sebagian orang memilih untuk menggunakan face shield serta masker. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran penyakit lewat droplet (cipratan air liur).

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

381,910

Terkonfirmasi

305,100

Sembuh

13,077

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Kelebihan face shield

sumber: International Business Times

Setiap orang yang menggunakan face shield tentu ingin melindungi diri dari infeksi virus. Untungnya, alat pelindung wajah ini tidak terlalu langka seperti ketersediaan masker pada saat awal pandemi COVID-19 dimulai. 

Maka dari itu, Anda mungkin akan lebih sering melihat orang memakai face shield beserta masker saat bepergian ke tempat-tempat umum. Lantas, apa saja kelebihan pelindung wajah satu ini hingga membuatnya cukup populer di masyarakat awam?

Menurut artikel di Journal of the American Medical Association, pelindung wajah dengan plastik bening ini menawarkan beberapa keunggulan, yaitu:

  • dapat digunakan kembali tanpa batas waktu yang ditentukan
  • lebih mudah dibersihkan dengan sabun dan air atau desinfektan biasa
  • melindungi jalur masuk infeksi virus, yaitu mulut, hidung, dan mata
  • mencegah penggunanya menyentuh wajah 
  • mengurangi risiko terhirupnya virus pernapasan yang tersebar lewat droplet

new normal covid-19

Sejauh ini belum ada penelitian yang menganalisis efek atau manfaat dari penggunaan face shield pada orang yang mengalami gejala COVID-19. Mulai dari bersin, batuk, atau mereka yang terkena virus tanpa menunjukkan gejala apa pun. 

Walaupun demikian, persentase efektivitas orang yang menggunakan face shield berkisar antara 68 hingga 96 persen. Maka dari itu, ada kemungkinan dengan menambahkan face shield sebagai upaya perlindungan diri selain memakai masker bisa lebih efektif. 

Face shield bukan pengganti masker

Walaupun menggunakan face shield menawarkan kelebihan yang tidak ada pada masker, bukan berarti Anda melepas masker dan menggantinya dengan pelindung wajah. 

Penyebaran virus COVID-19 sebagian besar terjadi lewat droplet. Namun, desain pelindung wajah memiliki kekurangan, yaitu terdapat celah antara face shield dan wajah. Akibatnya, risiko penularan pun masih tetap ada meskipun sudah menggunakan face shield

Sementara itu, masker tidak menyisakan celah seperti face shield karena menempel langsung ke hidung dan mulut. Oleh karena itu, Anda tidak dapat mengandalkan face shield saja, melainkan memakainya sebagai pelindung tambahan setelah masker. 

Pada situasi tertentu, face shield dapat dipakai bersamaan dengan masker. Dengan memakai face shield, Anda dapat melindungi mata dari droplet yang mungkin terkontaminasi oleh virus. Pelindung wajah juga membantu mencegah agar masker tidak cepat basah. 

Siapa saja yang butuh menggunakan face shield?

efek covid-19 terhadap kondisi lingkungan

Imbauan memakai masker saat bepergian telah dilaksanakan sejak pandemi COVID-19 dimulai, terutama untuk menghindari penularan virus di kendaraan umum.

Walaupun demikian, ada beberapa kondisi ketika penggunaan masker mungkin tidak praktis, sehingga menggunakan face shield pun menjadi perlindungan tambahan. 

Di beberapa negara yang sudah mulai terlihat berhasil meratakan kurva pandemi, terutama Singapura, menyarankan pemakaian face shield pada kelompok tertentu. Berikut ini kelompok masyarakat yang mungkin butuh memakai pelindung wajah ketika bepergian atau berada di tempat umum. 

  • Anak berusia dua belas tahun ke bawah karena kesulitan mengenakan masker
  • Orang dengan penyakit pernapasan yang menyulitkan mereka memakai masker
  • Pekerja yang sering berbicara di suatu kelompok, seperti guru atau dosen

Ketiga kelompok di atas membutuhkan face shield karena berbagai alasan. Pertama, kesulitan mengenakan masker dalam jangka waktu yang lama hingga bisa menyebabkan sesak napas.

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Kedua, bagi mereka yang bekerja dengan berbicara kepada sekelompok orang banyak mungkin akan kesulitan menggunakan masker. Maka dari itu, pelindung wajah menjadi alternatif asalkan mereka dapat menjaga jarak dengan orang lain dan tetap berada di tempat mereka berbicara. 

Menggunakan masker dan face shield adalah salah satu upaya mencegah penularan COVID-19, terutama saat bepergian dan berada di luar rumah.

Namun, masyarakat tetap disarankan tetap berada di rumah dan bepergian ke luar hanya untuk keperluan mendesak agar dapat berkontribusi dalam mengurangi angka kasus COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Di tengah pandemi COVID-19, China juga sedang diserang wabah lain dari infeksi norovirus yakni penyakit yang menyebabkan peradangan usus.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Percepatan uji coba vaksin ini dilakukan demi menyelesaikan pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh dunia. Bagaimana kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Pastikan untuk selalu membersihkan diri setelah keluar bepergian untuk melindungi keluarga dan orang terdekat. Yuk, ikuti langkah-langkah ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Hipertensi dan Sejumlah Faktor Risiko Kematian Pasien COVID-19 di Jakarta

Hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dilaporkan dalam kasus kematian pasien COVID-19 di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
dampak COVID-19 pada laki-laki

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit