Begini Efek Coronavirus (COVID-19) Terhadap Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah coronavirus COVID-19 yang melanda dunia telah meresahkan sebagian besar masyarakat karena memberikan efek buruk terhadap kesehatan, termasuk ibu hamil. Pasalnya, infeksi beberapa jenis virus memang diketahui dapat memengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan masalah kesehatan berat pada ibu yang sedang mengandung.

Lantas, apakah coronavirus yang kini telah menyebabkan lebih dari satu juta kasus di seluruh dunia dan puluhan ribu orang meninggal dunia menimbulkan dampak yang sama?

Efek coronavirus COVID-19 terhadap ibu hamil

bahaya paraben untuk ibu hamil

Wabah coronavirus baru diduga muncul pertama kali di Pasar Huanan, Wuhan, Tiongkok pada akhir 2019. Penyakit yang memiliki kemiripan dengan SARS dan MERS ini dikhawatirkan memiliki dampak yang cukup parah, termasuk ibu hamil. 

Pada saat wabah SARS dan MERS berlangsung, sejumlah laporan menunjukkan adanya kasus keguguran dan kematian pada ibu hamil. Maka itu, para ahli berpendapat bahwa efek coronavirus COVID-19 pada ibu hamil mungkin akan sama dengan kedua wabah tersebut. 

Dilansir dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologist, daya tahan ibu hamil cenderung menurun dibandingkan orang dewasa sehat lainnya. Terlebih lagi jika mereka terinfeksi COVID-19. 

Beberapa hari yang lalu, terdapat seorang ibu hamil di Sumatera Utara, Indonesia, yang meninggal dunia ketika dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Wanita tersebut sempat mendapatkan isolasi di rumah sakit hingga kondisinya memburuk dan meninggal dunia.

Berita tersebut meningkatkan kewaspadaan bagi para ibu hamil karena cemas dampak COVID-19 akan jauh lebih buruk dari yang mereka bayangkan.

Walaupun demikian, kebanyakan laporan memperlihatkan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami gejala COVID-19 yang cukup ringan. Mulai dari flu, demam, hingga gejala sedang lainnya.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

271,339

Terkonfirmasi

199,403

Sembuh

10,308

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Hal ini dibuktikan melalui penelitian dari Lancet. Di dalam penelitian tersebut, tiga ibu hamil menjalani pemeriksaan tunuk SARS-CoV-2. Dua diantara mereka negatif dan satu ibu hamil positif. 

Namun, tes asam nukleat virus dari plasenta dan tali pusat tidak ditemukan virus COVID-19. Pada akhir pengobatan yang dijalani oleh ibu hamil, ia tidak mengalami pneumonia dan gejala yang cukup parah. 

Hasil dari penelitian pun tetap konsisten. Akan tetapi, masih perlu dilakukan penelitian dalam skala besar untuk benar-benar memastikan efek coronavirus COVID-19 terhadap ibu hamil. 

Efek coronavirus COVID-19 terhadap kesuburan

phthalate mempengaruhi kesuburan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, efek coronavirus COVID-19 tampaknya tidak memiliki risiko tinggi untuk mengembangkan kondisi serius.

Selain itu, para ahli juga melaporkan tidak ada perbedaan yang antara infeksi COVID-19 pada ibu hamil dengan wanita yang tidak hamil pada usia reproduksi. 

Sementara itu, bagi Anda yang sedang dalam program kesuburan atau memiliki anak mungkin sedikit cemas apakah efek COVID-19 berpengaruh terhadap kesuburan. 

Jawabannya, kesuburan mungkin saja berpengaruh, tetapi sangat jarang terjadi. Pasalnya, infeksi virus yang menyebabkan demam dapat mengganggu program kesuburan. 

Menurut sebuah penelitian dari International Journal Hyperthermia, wanita yang sedang menjalani program kesuburan dan sel telur mengalami demam. Akibat dari demam tersebut, jumlah telur yang dapat diambil menjadi lebih sedikit, siklus menjadi lebih lama, dan memerlukan dosis obat lebih tinggi. 

Walaupun demam memang dapat memengaruhi siklus kesuburan untuk sementara waktu, tidak ada bukti yang benar-benar menyatakan bahwa kondisi ini berlangsung lama. 

Maka itu, sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan efek COVID-19 terhadap kesuburan atau bagi para ibu yang ingin hamil. 

Proses melahirkan ibu hamil yang terinfeksi COVID-19

tanda-tanda mau melahirkan tanda-tanda persalinan

Banyak dari ibu hamil yang mungkin bertanya-tanya, jika mereka terinfeksi virus COVID-19, bagaimana proses persalinannya?

Begini, ketika Anda masih dalam proses karantina di rumah dan tanda-tanda melahirkan sudah dekat, segera hubungi rumah sakit. Jangan lupa beritahu bahwa Anda memiliki atau mungkin terinfeksi COVID-19. 

Setelah itu, perlu diingat bahwa terinfeksi SARS-CoV-2 mungkin tidak akan berpengaruh bagaimana bayi Anda dilahirkan. Apabila Anda direkomendasikan untuk menjalani induksi persalinan atau operasi caesar, segera beritahu rumah sakit atau tim dokter. 

Sebenarnya, belum ada bukti bahwa ibu hamil yang terkena Coronavirus tidak dapat melahirkan secara normal. Semuanya tergantung pada kondisi Anda saat itu. 

Selain itu, mendapatkan dukungan selama persalinan berlangsung juga sangat penting. Maka itu, Anda sangat dianjurkan untuk memilih orang yang dapat bersama sepanjang waktu, terutama selama proses kelahiran. 

gejala dan komplikasi coronavirus

Apakah efek coronavirus pada ibu hamil berpengaruh pada janin?

komplikasi melahirkan komplikasi persalinan

Selain kesuburan dan proses persalinan, para ibu hamil juga mencemaskan apakah efek coronavirus COVID-19 dapat berpengaruh terhadap kesehatan janinnya. 

Menurut penelitian dari CDC, virus COVID-19 tampaknya tidak menular dari ibu ke janin yang ada di dalam rahim. Di dalam penelitian tersebut, para ahli mencoba menguji air ketuban, darah tali pusat, mengusap tenggorokan bayi, dan ASI. 

Hasilnya, mereka tidak menemukan bahwa virus tersebut menular dari ibu ke janin atau ketika operasi caesar berlangsung. 

Walaupun terdapat bayi yang baru lahir dinyatakan positif COVID-19 di Inggris, belum ada informasi yang benar-benar membuktikan penularan terjadi di dalam kandungan. Namun, terdapat studi yang menganalisis 10 bayi yang baru lahir dari ibu yang terinfeksi COVID-19. 

Hilang Penciuman dan Pengecapan Bisa Jadi Gejala COVID-19

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 berisiko memiliki dampak buruk terhadap bayi yang baru lahir. Mulai dari gangguan pernapasan, rendahnya jumlah trombosit darah, hingga fungsi hati yang tidak normal. 

Maka itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar agar para ahli yakin bagaimana efek coronavirus pada bayi yang baru lahir. 

Efek coronavirus COVID-19 pada ibu hamil memang cukup mengkhawatirkan mengingat dampaknya bisa berpengaruh pada dua hal, yaitu janin dan ibu.

Oleh karena itu, selalu lakukan upaya mengurangi risiko COVID-19 dengan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan serta menjaga jarak dengan orang lain.

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
thermo gun tidak merusak otak

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit