5 Langkah Berpikir Positif Selama Menghadapi Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Di tengah pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian, rasanya sulit untuk berpikir positif. Setiap hari, Anda melihat berita tentang jumlah pasien positif yang terus meningkat, menipisnya persediaan alat pelindung diri, hingga cerita masyarakat yang kesusahan karena tidak dapat mencari nafkah.

Berpikir positif memang tidak akan mengakhiri pandemi COVID-19 begitu saja. Situasi yang tidak stabil saat ini mungkin akan tetap membuat Anda cemas. Meski demikian, pikiran yang positif dan realistis setidaknya dapat membantu Anda berpikir lebih jernih sebelum mengambil keputusan.

Kiat berpikir positif selama pandemi COVID-19

Rasa cemas adalah respons normal otak saat berada dalam tekanan. Namun, respons ini juga bisa menimbulkan emosi negatif apabila tidak dikelola dengan baik. Berikut tips mengelola rasa takut dan cemas selama pandemi COVID-19 melalui berpikir positif:

1. Fokus dengan apa yang bisa Anda kendalikan

Anda mungkin tidak dapat mengontrol emosi, pikiran, dan perbuatan orang lain. Anda juga tidak bisa mengontrol situasi saat ini maupun berita buruk apa yang akan muncul di layar ponsel Anda hari ini. Semua ini membuat semuanya terasa lebih menakutkan.

Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak berdaya. Ada banyak hal lainnya yang bisa Anda kontrol, misalnya kegiatan pagi hingga malam selama physical distancing, apa yang Anda makan, dengan siapa Anda ingin mengobrol hari ini, dan masih banyak lagi.

Anda mungkin tidak dapat mengontrol penyebaran virus, tapi Anda bisa mencegahnya dengan menjaga kesehatan. Sekecil apa pun itu, semua ada kegunaannya. Jadi, sebisa mungkin coba alihkan fokus Anda pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

128,776

Terkonfirmasi

83,710

Sembuh

5,824

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

2. Menyaring berita yang Anda baca

Demi mendapat informasi terbaru tentang penyebaran COVID-19, Anda mungkin tanpa sadar terus melihat berita lewat ponsel atau TV. Hal ini sebetulnya bermanfaat, tapi bagi beberapa orang, berita demikian justru membuat pikiran mereka jadi kewalahan.

Berita buruk yang bertubi-tubi tentang pandemi COVID-19 malah dapat menghalangi Anda dari berpikir positif. Maka dari itu, bila Anda mulai merasa takut atau cemas saat membaca berita COVID-19, coba istirahat sejenak dan alihkan dahulu pikiran Anda.

Anda bisa tetap mendapatkan informasi dengan mencari berita positif, misalnya cerita tentang pasien yang sembuh, anak-anak yang berdonasi, atau warga yang membantu pasien COVID-19 di lingkungan tempat tinggalnya selama karantina.

3. Mengelilingi diri dengan hal-hal yang menyenangkan

Membaca berita baik, mengobrol dengan teman lewat video call, atau sesimpel makan makanan favorit Anda bisa membuat pikiran jadi lebih optimis. Semua ini berpengaruh besar, sekalipun Anda sedang berada di tengah masa pandemi.

Berpikir positif tentu tidak semudah membalik telapak tangan, apalagi bagi orang yang terkena dampak langsung dari pandemi COVID-19. Namun, semakin sering Anda mencoba hal ini, semakin besar pengaruhnya pada cara berpikir Anda.

Jika Anda rindu mengobrol dengan orang lain, cobalah hubungi teman atau pasangan Anda. Apabila Anda ingin duduk tenang dan maraton film, itu pun tidak ada salahnya. Kelilingi diri Anda dengan kegiatan menyenangkan selama karantina yang membuat Anda nyaman.

cara sehat karantina diri COVID-19

4. Mengingat bahwa semua orang sedang berusaha

COVID-19 bertahan di udara

Berpikir positif tentu lebih sulit bila Anda membaca cerita tentang tenaga medis yang gugur, opini orang lain tentang pemerintah, dan kekacauan yang terjadi di luar. Seakan ada banyak kesalahan yang membuat keadaan jadi semakin buruk.

Namun, jika dipikir kembali, tiap orang sebetulnya sedang mengusahakan yang terbaik demi berakhirnya pandemi COVID-19. Para ilmuwan mengembangkan vaksin, petugas kebersihan menjaga rumah sakit tetap bersih, dan kasir swalayan membantu Anda saat belanja kebutuhan sehari-hari.

Di mana pun itu, Anda akan menemukan orang-orang yang berusaha membantu. Tiap orang memiliki porsinya dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan menjaga situasi tetap aman, begitu pula Anda. Sekarang tinggal bagaimana cara Anda mewujudkannya.

5. Menjalani peran Anda untuk mengakhiri pandemi

Apa pun pekerjaan Anda atau di mana pun Anda tinggal, Anda juga mempunyai peran untuk mengakhiri pandemi. Jika setiap orang menjalani perannya dengan baik, pandemi COVID-19 mungkin saja akan berakhir dengan lebih cepat.

Setiap kali Anda merasa cemas dan tidak berdaya, ingatlah bahwa Anda bisa berperan aktif mencegah penularan COVID-19. Anda dapat mencuci tangan, menjaga kebersihan di rumah, dan menerapkan karantina mandiri agar penyakit tidak menyebar.

Anda juga bisa membantu dengan tidak membeli sembako secara berlebihan ataupun menimbun masker. Bila mungkin, cobalah berdonasi untuk membantu orang di sekitar Anda. Berdonasi dapat membuat Anda berpikir lebih positif selama pandemi COVID-19.

Begini Efek Pandemi COVID-19 Terhadap Lingkungan Sekitar

Berpikir positif memang membutuhkan waktu, apalagi di tengah pandemi yang penuh dengan ketidakpastian. Ditambah lagi, Anda juga harus terpisah dari orang-orang dan rutinitas biasanya karena karantina mandiri.

Walau demikian, Anda dapat mengawalinya dengan beberapa langkah kecil di atas. Sesimpel apa pun usaha Anda, semuanya berperan dalam menghentikan penyebaran penyakit dan menjaga situasi tetap terkendali.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

COVID-19 dianggap sebagai penyakit pernapasan yang menyerang paru-paru, tapi bahayanya pada jantung juga sesuatu yang patut diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China akan diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Adakah alasan tertentu dalam pemilihan negara ini?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris berhasil memicu terbentuknya antibodi dan sel-T pada peserta uji klinis.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak covid-19 otak

COVID-19 Picu Kerusakan Saraf dan Otak Jangka Panjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 4 menit
ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 di transportasi umum kereta

Risiko Penularan COVID-19 di Kereta dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien kanker terinfeksi covid-19

Pasien Kanker Selama Pandemi: Cegah COVID-19, Rawat Kankernya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit