Di gigit anjing sendiri

Halo dok saya kan tadi sekitar jam 23.05 anjing saya kan mau masuk rumah lewat pager terus kakinya tersangkut nah terus saya bantuin saya tarik lah kakinya tapi saya yang di gigit dok,langsung saya cuci kaki saya pakai sabun dan air mengalir.lukanya seperti goresan kulitnya terbuka dan kelur darah dan saya sudah cuci pakai sabun dan air mengalir.

Anjing saya belum pernah suntik sih tapi tidak ada tanda"dia rabies kasi informasi ya dok terimakasih.

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
99
2

2 komentar

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda.


pertolongan pertama bila digigit oleh anjing atau luka tergores gigi anjing maka sebaiknya :

1. Cari tahu riwayat infeksi anjing -> Seperti yang telah dijelaskan, digigit anjing bisa membuat Anda berisiko terkena beberapa penyakit infeksi, termasuk rabies. Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kelumpuhan sistem saraf. Oleh karena itu, cobalah untuk mencari tahu siapa pemilik anjing yang menggigit Anda untuk menanyakan riwayat vaksinasi anjing tersebut. Jika anjing sudah melakukan vaksinasi rabies, Anda terhindar dari bahaya penyakit ini. Namun, jika yang menggigit adalah anjing liar tanpa pemilik, perhatikanlah tanda-tanda penyakit rabies pada anjing. Rabies biasanya membuat anjing menjadi lebih ganas, gelisah, dan mengeluarkan air liur berbuih.Segera periksakan diri ke dokter jika terdapat indikasi anjing tersebut terinfeksi virus penyebab rabies.

2. Periksakan diri ke dokter -> Gigitan anjing biasanya memang tidak menyebabkan luka yang membutuhkan jahitan. Namun, luka bisa bertambah parah jika dibiarkan sekalipun Anda telah membalut dan merawat luka. Hal ini karena gigitan anjing yang cukup dalam bisa menyebabkan infeksi bakteri atau virus. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memantau kondisi luka dan segera memberikan penanganan bila ada indikasi terjadinya infeksi akibat gigitan anjing. Berdasarkan buku Wound Home Skills Kit, berikut ini merupakan tanda-tanda yang menunjukkan adanya infeksi pada luka gigitan anjing.

- Luka terasa lebih sakit dari pertama kali.

- Luka jadi merah dan bengkak di sekitar gigitan.

- Keluar cairan atau nanah dari luka gigitan.

- Mengalami demam dengan suhu 38° Celcius atau lebih dan kondisi tubuh menggigil.

Jika mengalami beberapa gejala di atas, segera periksakan kondisi luka gigitan ke dokter. Dalam penanganan medis, dokter akan memberikan perawatan melalui antibiotik. Namun, jika diketahui anjing tersebut Anda terinfeksi rabies, dokter akan memberikan suntikan vaksin rabies. Sebaiknya, Anda juga menyampaikan tentang riwayat vaksin tetanus pada dokter. Apabila sudah lebih dari 5 tahun, dokter mungkin perlu memberikan suntikan tetanus.

3. selalu jaga kebersihan diri dan badan

4. segera lakukan vaksinasi rabies bila terindikasi bahwa hewan yang mengigit mempunyai kemungkinan untuk terkena rabies.


Pemberian vaksin rabies dapat diberikan pada orang walaupun tidak tergigit oleh hewan yang terinfeksi rabies. Namun akan menjadi kebutuhan yang urgent bila seorang pasien digigit oleh hewan yang terinfeksi rabies tersebut. Untuk itu, vaksin rabies perlu diberikan sesegera mungkin ketika seseorang terkena gigitan hewan yang menderita rabies. Terdapat dua jenis vaksin anti rabies, yaitu:

1. Vaksin Anti Rabies (VAR) -> Vaksin anti-rabies (VAR) dapat bekerja dengan cara merangsang sistem daya tahan tubuh untuk membentuk imunitas terhadap virus rabies. Terdapat dua macam vaksin, yaitu Profilaksis Pra-Pajanan (PrPP) yaitu vaksinasi pencegahan sebelum paparan virus rabies dan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP) atau vaksinasi untuk menghentikan menyebarnya rabies setelah paparan virus. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Indonesia, ketika seseorang telah mendapatkan PrPP dan terkena rabies, ia masih tetap membutuhkan PEP.

2. Serum Anti Rabies (SAR) -> Berbeda dengan VAR, serum anti rabies ini diberikan untuk menetralisir toksin rabies yang ada di dalam tubuh setelah seseorang digigit, dicakar, atau berisiko terkena infeksi rabies dari hewan. SAR umumnya hanya disuntikkan sebanyak satu kali di sekitar luka bekas gigitan atau cakaran.


Pemberian dosis pertama, harus diberikan sesegera mungkin setelah kamu terpapar virus rabies dari hewan. Kemudian, dosis tambahan harus diberikan pada hari ke-3, ke-7, dan ke-14 setelah vaksinasi pertama. Bila sebelumnya telah memeroleh vaksinasi rabies, maka kamu hanya perlu mendapatkan 2 dosis vaksin rabies setelah terpapar. Untuk orang dewasa, vaksin rabies harus disuntikkan di area lengan. Sedangkan pada anak-anak, mereka bisa mendapatkannya di area paha.


Untuk bila dosis kedua sudah lebih dari 13 hari maka tidak perlu mengulang dosis pertama. Dosis kedua tetap dapat diberikan, tetapi tidak perlu disertai dengan pemberian dosis Immunoglobulin Rabies (HRIG). Hal ini karena pembentukan antibodi terhadap virus rabies sudah mulai terjadi setelah pemberian dosis pertama. Pemberian dosis kedua akan membantu memperkuat pembentukan antibodi tersebuut. Namun perlu diperhatikan bahwa pemberian dosis kedua yang terlambat dapat menurunkan efektivitas vaksin tersebut.


Penanganan bila setelah digigit anjing atau suntik vaksin rabies masih terasa keram, maka sebaiknya anda berobat ke dokter spesialis penyakit dalam segera karena hal ini termasuk urgent atau kegawatan.


Sekian dan terima kasih

6 bulan yang lalu
Suka
Balas
Gigitan anjing, meskipun dari anjing peliharaan sendiri, tetap perlu diwaspadai. Luka gores akibat gigitan anjing perlu penanganan yang tepat untuk mencegah infeksi:

Mengingat anjing Anda belum pernah divaksinasi rabies, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pembersihan Luka: Anda sudah tepat mencuci luka dengan sabun dan air mengalir. Lanjutkan dengan membersihkan luka menggunakan antiseptik seperti povidone-iodine atau alkohol.
  2. Pantau Tanda Infeksi: Perhatikan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan yang menyebar, bengkak, nyeri yang bertambah, keluar nanah, demam, atau pembengkakan kelenjar getah bening. Jika ada tanda-tanda ini, segera cari pertolongan medis.
  3. Konsultasi Dokter: Sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter umum atau spesialis penyakit menular untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan mempertimbangkan pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri dan vaksinasi tetanus atau rabies, tergantung pada penilaian risiko.
  4. Observasi Anjing: Perhatikan perilaku anjing Anda selama 10-14 hari ke depan. Jika anjing menunjukkan tanda-tanda rabies seperti gelisah, takut, agresif, mengeluarkan air liur berlebihan, atau kesulitan menelan, segera laporkan ke dinas peternakan setempat. Meskipun anjing Anda tidak menunjukkan tanda-tanda rabies saat ini, tetap penting untuk berkonsultasi dengan dokter karena rabies dapat memiliki masa inkubasi yang lama. Vaksinasi rabies setelah terpapar (post-exposure prophylaxis) sangat efektif mencegah penyakit ini jika diberikan tepat waktu.
6 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan