🔥 Diskusi Menarik

Pertengkaran terus menerus

Umu saya ingin bercerita.

Saya menikah sudah masuk usia 12 th dan memang dulu saya tidak di berikan restu orang tua saya, selama 9 tahun kami tinggal dengan orang tua suami Dan dr pernikahan saya itu dr awal sampai akhir saya tidak pernah bahagia walaupun saat ini anak saya sudah 2 dan sudah ber usia 11 th dan 10 th.

Dan di usia ke 5 pernikahan dia masuk penjara gara² narkoba umu saya setia da berharap pulang dari penjara dia berubah tapi ternyata tidak malah tambah menjadi² .

Dari awal suami saya pejudi, pemabuk dan pengobat dan sampai saat ini pun masih.

Dia kerja kasih gaji ke saya cuma sekedarnya dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari² selalu seperti itu jika uang nya sudah habis dia pasti tanya kemana saja uang nya sampai saya terkadang berhutang hanya untuk mencukupi kebutuhan karena suami saya selalu memaksa meminta uang ke saya setiap hri itu kalau tidak diberi saya di sakitin. Dia bicara kasar, ringan tangan dan saya beberapa kali di kdrt.

Dan yang saya selalu lelah dia selalu menuduh saya selingkuh padahal Demi Allah saya tidak pernah melakukan itu umu.

Jika saya tidak memberi dia uang dia selalu mengancam untuk tidak memberikan saya nafkah lagi.

Alhamdulillah di usia pernikahan 9 th kami punya rumah sendiri dan itupun menyicil umu dulu saya tinggal dirumah mertua dan selalu cekcok saya pikir setelah punya rumah kami akan harmonis dan bahagia ternyata saya salah itu puncaknya kami selalu bertengkar setiap hari tidak ada sudah sampai kami bertengkar terkadang didepan anak saya.

Saya habis2 an membayat hutang2 suami saya tabungan tidak ada karena bayar hutang2 suami saya umu saya lelah, saya capek saya selalu sholat 5 waktu dan tahajud berdoa sama Allah mintak petunjuk bahkan saya selalu berdoa agar saya bercerai sama suami saya , saya sudah mati rasa. Tapi saya takut selalu di ancam jika saya mengungga cerai saya akan disakiti dan anak2 akan dia ambil karena suami saya kasar ringan tangan jadi saya takut umu. Mangkanya saya sampai saat ini bertahan meskipun saya tau rumah tangga yang saya jalani ini sudah tidak baik lagi

Saya harus bagaimana umu, saya sudah lelah saya tidak ada tempat bercerita karena jika saya bercerita dengan orang tua saya mama saya sakit2 an saya tidak mau dia kepikiran? Jadi semua saya pendam sendiri

Cuma saat di luaran saya happy bisa menyimpan rasa sedih dan sakit saya didepan orang banyak.Apa yang harus saya lakukan selanjutnya, saya sangat ingin melakukan gugatan cerai. Tapi suami selalu mengancam saya

Sempat saya berpikir jika Allah tidak sayang terhadap saya karena Allah tidak mengabulkan doa saya untuk berpisah dgn suami saya sempat saya berpikir mendatangi dukun agar saya bisa berpisah dari suami saya

Dia plying fictim apa yang saya lakukan selalu salah dimata dia sedangkan apa yang dia lakukan adalah benar

Walaupun dia salah tapi dia selalu membalikan kesalahan kepada saya

Dia selalu melarang saya pulang kerumah orang tua saya baik dan mengabdi dengan orang tua saya dan saya harus mengabdi dengan orang tua nya saja

Saya selalu pulang kerumah orang tua secara diam2 dan itu selalu jadi pokok permasalahan apakah saya salah pergi dr rumah untuk berkunjung kerumah orang tua tanpa izin suami walaupun dia selalu bilang saya berdosa tanpa se izin dia

Dia terlalu asik dengan dunia nya dan dia berbicara baik terhadap saya hanya pda saat mau berhubungan suami istri

Saya lelah menuruti semua nafsunya yang menurut saya keterlaluan

Setiap saya tidak mau berhubungan badan dia selalu marah dan kasar

Dan menurut saya itu diluar batas normal di usia pernikahan 12 tahun harus melakukan hubungan suami istri setiap hari jika tidak saya layani dia mengancam saya untuk berselingkuh

Yang saya tanyakan apa yang harus saya lakukan selanjutnya 🙏

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
3
1
2

2 komentar

Halo Vivo Lahat, terima kasih untuk pertanyaannya.


Kami bisa mengerti kondisi anda. Kami turut prihatin dan sedih atas apa yang anda alami.


Untuk membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang anda alami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi. Anda dan pasangan juga dapat saling menghargai, serta saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja.

Menghadapi pasangan yang sulit diajak berkomunikasi dan kurang mampu mengelola emosi memiliki tantangan tersendiri. Sebaiknya anda tetap tenang dan tidak mudah terpancing karena hanya akan semakin memperburuk keadaan. Anda dapat menggunakan energi yang anda miliki untuk mengontrol hal yang dapat anda kendalikan (misalnya respon anda terhadap pasangan), daripada fokus pada hal yang tidak dapat anda kendalikan (misalnya perilaku pasangan). Anda juga memiliki hak untuk menetapkan batasan toleransi atas sikap pasangan anda. Jika memang diperlukan untuk mengambil jarak sejenak, maka hal tersebut boleh untuk dilakukan tetapi tetap dikomunikasikan dengan pasangan. Setiap keputusan yang anda ambil, sebaiknya diputuskan dalam kondisi yang tenang dan pikiran yang jernih. Selain itu, anda juga dapat mencari waktu yang tepat untuk membicarakan permasalahan anda dengan pasangan, kemudian bersama-sama mencari solusi yang terbaik. Tidak ada salahnya melibatkan pihak ketiga yang dianggap bijaksana dan netral sebagai penengah.


Berdasarkan cerita yang anda sampaikan, perlakuan yang anda terima tersebut sudah termasuk perilaku KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Jika dibiarkan, pola perilaku tersebut akan terus berulang. Anda tidak perlu ragu untuk meminta bantuan dan dukungan dengan keluarga besar lainnya yang lebih bijak. Sebaiknya anda juga dapat meminta pendampingan dan melaporkan hal ini ke pihak berwajib (kepolisian setempat), lembaga perlindungan perempuan, atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak sehingga permasalahan anda tertangani dengan tepat.

Jangan ragu untuk memeriksakan diri/ pasangan anda atau melakukan konseling bersama pasangan ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar segera tertangani.

3 jam yang lalu
Suka
Balas
Anda berada dalam situasi yang sangat sulit dan berbahaya. Kekerasan dalam rumah tangga adalah alasan yang sah untuk mempertimbangkan perceraian, terutama jika Anda merasa terancam dan tidak bahagia. Penting untuk memprioritaskan keselamatan Anda dan anak-anak.:

Langkah pertama yang bisa Anda ambil adalah mencari bantuan dari pihak ketiga yang dapat dipercaya, seperti konselor pernikahan atau lembaga perlindungan perempuan. Mereka dapat memberikan dukungan dan membantu Anda merencanakan langkah-langkah selanjutnya dengan aman. Jika Anda merasa terancam, pertimbangkan untuk menghubungi layanan darurat atau lembaga yang dapat memberikan perlindungan. Sebelum mengambil keputusan untuk bercerai, penting untuk mempertimbangkan beberapa hal. Apakah Anda dan suami sudah mencoba untuk memperbaiki hubungan melalui konseling? Jika belum, ini bisa menjadi langkah yang baik untuk diambil. Namun, jika situasi kekerasan terus berlanjut, perceraian mungkin menjadi pilihan terbaik untuk kesejahteraan Anda dan anak-anak. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari teman atau keluarga yang dapat membantu Anda melewati masa sulit ini. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian dan ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda. Keputusan untuk bercerai adalah besar dan harus dipikirkan dengan matang, tetapi keselamatan dan kesehatan mental Anda adalah yang terpenting.

2 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan