Saya mengadopsi anak dari adik istri saya 3 tahun yang lalu saat masuk smp, karena saat itu keuangan kami cukup baik, beliau tidak ada suami (broken home) dan mertua saya menanggung 4 orang cucu dan 1 orang anak di dalam rumahnya.
Seiring waktu, anak adopsi kami telah terbentuk bonding emosi bapak dan anak. Sementara dengan istri saya tidak. Saat akan masuk sma (5 bulan yang lalu), saya mengutarakan pertanyaan ke mertua saya, akan disekolahkan kemana, biaya akan seperti apa, namun tidak ada respon karena dianggap terlalu dini.
Hal ini karena keuangan kami mengalami kemerosotan. Hingga setelah wisuda dan tidak lulus PPDB mertua saya bingung, karena tidak ada biaya sekolah dan tidak menemukan sekolah.
Dengan seketika, anak angkat saya dipindahkan ke kota lain, diasuh oleh saudaranya, tanpa etika membincangkannya dahulu dengan saya.
Dengan kejadian ini, saya selaku kepala keluarga merasa dilangkahi, tidak didengarkan pendapatnya dan dijauhkan dari