Dampak Coronavirus Terhadap Ibu Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Ibu hamil dikhawatirkan menjadi salah satu kelompok yang paling berisiko terkena dampak dari wabah novel coronavirus dari Tiongkok. Pasalnya, infeksi beberapa jenis virus memang diketahui dapat memengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan masalah kesehatan berat pada ibu yang sedang mengandung.

Infeksi virus tertentu juga terbukti dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada bayi yang lahir atau bahkan kelahiran prematur. Lantas, apakah jenis coronavirus yang belakangan menggemparkan dunia juga menimbulkan dampak yang sama?

Dampak coronavirus terhadap ibu hamil

anemia pada ibu hamil

Novel coronavirus diduga muncul pertama kali di Pasar Huanan, Wuhan, China, pada akhir 2019. Sejak kasus pertamanya, virus yang dinamai 2019-nCoV ini kini telah menginfeksi lebih dari 400 orang dan mengakibatkan 26 orang meninggal dunia.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), novel coronavirus memiliki kemiripan dengan jenis coronavirus yang menyebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Wabah SARS sempat merebak tahun 2002 lalu, sedangkan MERS muncul pada tahun 2013.

Keduanya menimbulkan dampak yang cukup parah, tidak terkecuali pada ibu hamil. Menurut laporan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases, wabah SARS tahun 2002 diyakini menjadi penyebab sejumlah kasus keguguran dan kematian ibu hamil pada tahun 2004.

Hal serupa juga terjadi saat wabah MERS tahun 2013 melanda. Sebuah laporan dalam The Journal of Infectious Disease menyebutkan bahwa wabah MERS tersebut diduga berkaitan dengan kasus keguguran yang menimpa seorang wanita setahun setelahnya.

Coronavirus penyebab SARS dan MERS kemungkinan besar berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Akan tetapi, dampak wabah novel coronavirus di China terhadap kesehatan ibu hamil belum sepenuhnya diketahui.

Kendati mirip dengan SARS dan MERS, infeksi novel coronavirus cenderung menimbulkan gejala yang lebih ringan. CDC pun melaporkan bahwa beberapa pasien telah dipulangkan usai menjalani perawatan intensif. Sayangnya, tidak banyak informasi yang bisa digali terkait dampaknya pada ibu hamil.

Mencegah penularan coronavirus selama hamil

bahaya paraben untuk ibu hamil

Novel coronavirus hingga kini telah menyebar ke beberapa negara di Asia dan Amerika Serikat. Saat ini, langkah terbaik yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mengantisipasi wabah novel coronavirus adalah melakukan upaya pencegahan.

Seseorang biasanya tertular coronavirus setelah melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau benda yang telah terkontaminasi. Guna mencegah penularan novel coronavirus, ibu hamil dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Mencuci tangan menggunakan air dan sabun secara rutin.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang demam dan batuk.
  • Menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin.
  • Mencuci tangan dan membuang tisu yang digunakan setelah batuk atau bersin.
  • Segera memeriksakan diri jika mengalami gejala gangguan pernapasan usai bepergian.
  • Memasak daging, ayam, telur, dan bahan pangan hewani lainnya hingga betul-betul matang.

Wanita hamil merupakan kelompok yang rentan terhadap wabah infeksi virus, termasuk novel coronavirus yang kini merebak di sejumlah negara. Hal ini disebabkan karena novel coronavirus memiliki kemiripan dengan virus SARS dan MERS yang berbahaya.

Mengingat masih minimnya informasi mengenai novel coronavirus, penting bagi ibu hamil untuk melakukan upaya pencegahan seoptimal mungkin. Dengan demikian, para ibu hamil dapat melindungi kesehatan diri maupun janinnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 24, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 3, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca