Sekilas Sama, Begini Caranya Membedakan Gejala Flu dan Alergi Pada Si Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit flu dan alergi bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak. Walaupun gejalanya serupa, keduanya merupakan kondisi yang berbeda sehingga penanganannya pun akan berbeda. Jika si kecil terus bersin disertai hidung meler, bagaimana caranya Anda tahu jika itu flu atau alergi? Yuk, pahami perbedaan flu dan alergi pada ulasan berikut ini.

Cara membedakan flu dan alergi pada anak

Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Sementara alergi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alergen (zat pemicu alergi), seperti debu, bulu binatang, serbuk bunga, atau tungau. Meski berbeda, keduanya menyerang saluran pernapasan sehingga dapat menimbulkan gejala yang hampir serupa.

Bila si kecil mengalami bersin, hidung meler, batuk, dan sakit tenggorokan, Anda harus tahu lebih dahulu penyebabnya. Pasalnya, ini menentukan obat mana yang harus Anda berikan pada si kecil supaya gejalanya membaik dan kondisinya kembali sehat. Jika pengobatannya tidak sesuai, alih-alih membuatnya sembuh, penyakit bisa semakin bertambah buruk.

Jika Anda masih bingung, amati beberapa perbedaan flu dan alergi berikut ini, antara lain:

1. Amati gejalanya

Baik itu flu maupun alergi, keduanya memang menyebabkan bersin, hidung meler, dan sakit tenggorokan. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk membedakan flu dan alergi, antara lain:

Demam

Flu sering kali menyebabkan demam sementara alergi tidak. Ini terjadi karena virus mulai menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada tubuh. Demam akibat flu yang terjadi pada anak biasanya akan berlangsung selama 3 atau 4 hari.

Lendir berubah

Flu maupun alergi menyebabkan gejala hidung meler, namun lendir yang dihasilkan akan berbeda. Lendir (ingus) akibat flu pada awalnya tidak berwarna. Dalam beberapa hari ketiga atau kelima, warna lendir akan berubah hijau kekuningan dan lebih kental. Ini berbeda dengan lendir akibat alergi yang selalu tidak berwarna dan cair.

Nyeri otot

Selain demam dan warna lendir, perbedaan flu dan alergi yang perlu Anda amati adalah munculnya rasa nyeri pada tubuh. Pada penyakit flu yang cukup parah, otot dan sendi tubuh biasanya terasa sakit. Sementara alergi tidak menimbulkan gejala ini.

Mata gatal

Gatal dan berair pada mata bukan gejala flu. Gejala ini biasanya lebih umum terjadi pada penyakit alergi. Pada anak yang alergi, kantung mata mereka sering kali membengkak dan menghitam karena sering kali diusap atau digaruk.

2. Perhatikan pemicunya

Gejala alergi biasanya akan muncul jika dipicu oleh berbagai hal, seperti kondisi udara, cuaca, atau jenis makanan tertentu.

Bila udara sedang kotor, rumah belum dibersihkan, atau anak mengonsumsi makanan tertentu, gejala yang dialami anak menjadi bertambah buruk, kemungkinan besar si kecil memiliki alergi. Ini berbeda dengan flu yang biasanya tidak akan terpengaruh oleh faktor pemicu tersebut.

3. Kapan gejala berakhir dan menular atau tidak

Perbedaan flu dan alergi lainnya yang perlu diperhatikan adalah lamanya kondisi tersebut menyerang anak. Flu biasanya akan benar-benar hingga dalam waktu 1 atau 2 minggu. Biasanya akan terjadi pada musim hujan atau ketika anak kehujanan.

Beda dengan alergi, yang bisa terjadi beberapa kali sepanjang tahun akibat terpapar pemicu. Jika terus terpapar, gejalanya bisa berlangsung hingga 6 bulan.

Selain itu, alergi juga tidak menular. Jadi, kondisi ini tidak didapatkan si kecil dari orang lain, melainkan memang sistem imunnya yang bereaksi berlebihan pada suatu zat.

Bertolak belakang dengan flu yang sangat mudah menular. Jika ada teman atau anggota keluarga yang terserang flu, kemungkinan besar kondisi yang menyerang si kecil adalah flu.

Periksa ke dokter bila perlu

sindrom tourette adalah

Jika Anda sudah tahu apa penyebabnya, Anda bisa memilih obat yang sesuai. Obat flu biasanya dapat ditemukan dengan mudah di apotek, seperti acetaminophen atau ibuprofen.

Sementara alergi biasanya diobati dengan dekongestan dan antihistamin.Jika Anda masih ragu atau kondisi si kecil tidak juga membaik, segera periksa ke dokter. Dokter akan merekomendasikan obat yang sesuai untuk kondisinya, baik dari pilihan obat maupun dosisnya.

Setelah diobati, tubuh benar-benar akan sembuh dari flu. Sedangkan alergi akan tetap terus dimiliki anak, namun tetap bisa dikendalikan jika anak menghindari berbagai pemicunya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Jika mata Anda mudah merah tanpa penyebab yang jelas, coba simak artikel ini karena mungkin Anda memiliki alergi mata (konjungtivitis alergi).

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Alergi Susu, Bisakah Muncul Saat Dewasa dan Bagaimana Gejalanya?

Pada anak-anak, alergi susu itu normal. Tapi kalau Anda dulunya baik-baik saja dan kini jadi bermasalah tiap minum susu, mungkinkah Anda alergi pada susu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Alergi Makanan

Alergi makanan adalah reaksi alergi yang muncul setelah mengonsumsi suatu zat makanan tertentu. Makanan apa saya yang menyebabkan reaksi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
alergi lateks

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ciri-ciri dan gejala alergi dingin

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit