Cetirizine

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Fungsi Obat Cetirizine

Untuk apa Cetirizine?

Cetirizine adalah obat antihistamin dengan fungsi untuk meredakan gejala alergi seperti:

Obat ini bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu (histamin) yang diproduksi tubuh selama reaksi alergi terjadi.

Cetirizine tidak dapat mencegah gatal atau mengobati reaksi alergi serius (misalnya anafilaktik). Maka, apabila dokter telah meresepkan epinephrine untuk mengobati reaksi alergi, selalu bawa alat suntik epinephrine ke mana-mana. Jangan gunakan cetirizine sebagai pengganti epinephrine.

Cetirizine adalah obat yang dapat diperoleh melalui resep dokter, atau dibeli tanpa resep dokter di apotik. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet kunyah, tablet hisap, dan cairan.

Dosis cetirizine dan efek samping cetirizine akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Cetirizine?

Jika Anda mengobati alergi dengan obat tanpa resep, baca semua petunjuk di bungkus produk sebelum menggunakan obat ini. Jika ingin bertanya, konsultasikanlah pada apoteker. Bila dokter telah memberikan resep obat ini, minum sesuai yang disarankan, biasanya sekali setiap hari.

Ada beberapa jenis cetirizine tablet yang tersedia, yaitu bentuk tablet kunyah dan tablet hisap cepat larut. Kalau Anda minum tablet kunyah, kunyah dulu di mulut sampai benar-benar lumat, baru telan.

Minum segelas air untuk membersihkan sisa-sisa obat. Untuk tablet cepat larut, hisap tablet sampai larut di lidah, tanpa digigit. Kemudian telan dan minum air putih.

Kalau Anda meminum tablet kunyah, kunyah setiap tablet dengan baik dan kemudian telan. Jika Anda meminum tablet yang cepat larut, biarkan tablet larut di lidah lalu telan, dengan atau tanpa air.

Bila Anda meminum obat ini dalam bentuk cairan, ukur dosis dengan hati-hati menggunakan alat pengukur atau sendok khusus yang direkomendasikan oleh dokter atau apoteker.

Jangan gunakan sendok rumah karena Anda mungkin tidak bisa mendapatkan dosis yang tepat. Dosis berdasarkan umur, kondisi medis, dan respon terhadap pengobatan. Jangan meningkatkan dosis atau minum obat sendiri tanpa arahan dokter.

Biasanya, obat ini hanya perlu diminum ketika gejala-gejala alergi sedang muncul. Obat ini bukan obat yang harus Anda minum secara rutin atau dengan dosis harian.

Beritahu dokter kalau gejala alergi Anda tidak membaik, gatal-gatal tidak kunjung hilang 3 hari setelah pengobatan, atau gatal berlangsung lebih dari 6 minggu.

Dapatkan pertolongan medis segera bila kondisi Anda memburuk atau Anda mungkin memiliki masalah kesehatan serius (misalnya reaksi alergi sangat serius/anafilaktik).

Bagaimana cara penyimpanan Cetirizine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Cetirizine untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis cetirizine yang direkomendasikan untuk orang dewasa:

  • Untuk mengatasi alergi pada orang dewasa, dosis obat cetirizine adalah 10 mg sehari sekali atau 5 mg dua kali sehari
  • Untuk mengatasi alergi pada lansia, dosis obat cetirizine adalah 5 mg sekali sehari untuk dosis awal

Bagaimana dosis Cetirizine untuk anak-anak?

Cetirizine tablet aman diberikan pada anak usia 6 hingga 12 tahun. Berikan dosis 5 mg (setengah tablet) sebanyak dua kali sehari.

Berikut adalah rincian dosis tablet cetirizine:

  • Untuk anak usia 6 – 23 bulan, dosis obat cetirizine adalah 2,5 mg sekali sehari. Dosis maksimum 2,5 mg dua kali sehari bagi usia 12 bulan ke atas
  • Untuk anak usia 2 – 5 tahun, dosis obat cetirizine adalah 5 mg sekali sehari atau 2,5 mg dua kali sehari
  • Untuk anak usia 6 tahun ke atas, dosis obat cetirizine adalah 10 mg sekali sehari atau 5 mg dua kali sehari

Anda bisa memberikan anak cetirizine di pagi dan sore hari. Usahakan untuk minum cetirizine di jam yang sama setiap hari selama masa pengobatan.

Dalam dosis apakah Cetirizine tersedia?

Ketersediaan bentuk dan dosis obat cetirizine adalah:

  • Tablet, oral: 5 mg dan 10 mg
  • Larutan, oral: 5 mg/5 ml, 2,5 mg/5 ml

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Cetirizine?

Sama seperti obat-obatan pada umumnya, cetirizine termasuk obat yang berpotensi menimbulkan terjadinya efek samping pada beberapa orang.

Efek samping paling umum dari penggunaan obat cetirizine adalah:

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Efek samping berupa reaksi alergi serius (anafilaktik) jarang terjadi akibat cetirizine. Namun, jika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala di bawah ini, segera hentikan penggunaan cetirizine dan cari pertolongan medis:

  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan di wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Kesulitan bernapas
  • Pusing
  • Sakit kepala parah

Anda dapat mengatasi efek-efek samping dari cetirizine dengan mengikuti tips berikut:

1. Menggunakan antihistamin lain

Jika konsumsi cetirizine sering kali membuat Anda mengantuk dan hal tersebut cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, coba ganti cetirizine dengan obat antihistamin lain yang tidak menyebabkan kantuk.

2. Minum banyak air

Untuk membantu mengatasi efek samping sakit kepala akibat cetirizine, pastikan Anda minum air yang banyak. Hindari alkohol untuk sementara waktu.

Anda dapat meminta resep obat penghilang rasa sakit dari dokter atau rekomendasi dari apoteker. Sakit kepala akibat cetirizine biasanya akan menghilang 1 minggu setelah minum obat. Hubungi dokter apabila sakit kepala tidak kunjung hilang dan berlangsung lebih dari seminggu.

3. Makan permen

Efek samping lain dari cetirizine, yaitu mulut kering, dapat Anda atasi dengan mengisap permen atau mengunyah permen karet. Namun, pastikan permen tersebut bebas dari gula.

4. Mengurangi makanan yang terlalu berat

Anda juga dapat mengatasi rasa mual akibat cetirizine dengan mengubah pola makan untuk sementara waktu.

Pilihlah makanan yang tidak terlalu berlebihan dari segi bumbu dan porsi. Anda juga sebaiknya menghindari makanan yang terlalu pedas.

Anda juga disarankan untuk makan dengan porsi lebih sedikit, namun lebih sering.

5. Hindari menyetir atau beraktivitas berat

Efek samping cetirizine yang cukup mengganggu adalah merasa pusing, sakit kepala, sakit perut, serta mengantuk.

Oleh karena itu, pastikan Anda menghentikan kegiatan Anda untuk sementara waktu dan istirahat terlebih dahulu. Jangan menyetir atau membawa kendaraan terlebih dahulu.

6. Sakit tenggorokan

Terkadang, cetirizine juga dapat menimbulkan efek samping berupa sakit atau radang tenggorokan. Solusinya, Anda dapat mencoba kumur dengan aspirin yang dilarutkan ke dalam setengah gelas air. Anda juga bisa menggunakan obat kumur penghilang rasa sakit.

Jika gejala sakit tenggorokan tidak kunjung hilang seminggu setelah Anda minum cetirizine, segera hubungi dokter. Selain itu, jangan berikan air larutan aspirin pada anak-anak di bawah usia 16 tahun.

Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Cetirizine?

Beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat cetirizine adalah:

  • Anda harus menghentikan pengobatan ini jika Anda alergi cetirizine.
  • Sebelum menggunakan cetirizine, beritahu dokter tentang semua kondisi medis Anda.
  • Orang lanjut usia mungkin memerlukan dosis yang lebih rendah daripada dosis normal. Ikuti instruksi dokter.
  • Beritahu dokter kalau Anda menggunakan obat lain yang membuat Anda mengantuk (seperti obat flu atau alergi lainnya), narkoba, obat tidur, obat yang membuat otot rileks, dan obat untuk kejang, depresi, atau kecemasan).
  • Cetirizine dapat menyebabkan efek samping yang mungkin mengganggu pikiran atau reaksi. Berhati-hatilah bila Anda mengendarai atau melakukan aktivitas yang mengharuskan Anda tetap terjaga dan waspada.
  • Hindari minuman alkohol. Hal ini dapat meningkatkan efek samping cetirizine.

Apakah Cetirizine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Selain itu, obat ini juga dapat terserap ke dalam air susu ibu yang menyusui. Maka dari itu, ada kemungkinan obat dapat terminum oleh bayi.

Jika Anda akan mengonsumsi obat ini saat masih dalam masa menyusui, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Anda mungkin akan mendapatkan rekomendasi obat lain yang aman untuk menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Cetirizine?

Walaupun beberapa jenis obat tidak bisa diminum secara bersamaan, ada juga kasus dimana obat bisa diminum serentak jika ada interaksi.

Dalam kasus ini, dokter mungkin mengubah dosis, atau mungkin perlu adanya pencegahan. Beritahu petugas kesehatan profesional bila Anda minum obat dengan atau tanpa resep.

Berikut adalah daftar obat yang kemungkinan dapat memicu terjadinya interaksi dengan cetirizine. Beri tahu dokter atau tim medis jika Anda sedang mengonsumsi salah satu dari obat-obatan berikut:

  • midodrine (obat penurun tekanan darah)
  • ritonavir (obat infeksi HIV)
  • obat lainnya yang menyebabkan rasa kantuk, mulut kering, atau sulit buang air kecil

Anda juga sebaiknya menghindari konsumsi obat herbal, vitamin, atau suplemen lain apabila akan meminum cetirizine.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Cetirizine?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Cetirizine?

Walaupun beberapa jenis obat tidak bisa diminum secara bersamaan, ada juga kasus dimana obat bisa diminum serentak jika ada interaksi.

Dalam kasus ini, dokter mungkin mengubah dosis, atau mungkin perlu adanya pencegahan. Beri tahu petugas kesehatan profesional bila Anda minum obat dengan atau tanpa resep.

Menggunakan obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain biasanya tidak disarankan, tapi mungkin diharuskan pada beberapa kasus.

Jika keduanya diresepkan serentak, dokter mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan satu atau kedua obat.

Menggunakan obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain mungkin meningkatkan risiko efek samping tertentu, tapi menggunakan kedua obat mungkin menjadi pengobatan terbaik untuk Anda. Jika kedua obat diresepkan serentak, dokter mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan satu atau kedua obat.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Apabila Anda merasa Anda atau anak minum cetirizine dengan dosis yang lebih banyak dari anjuran dokter atau apoteker, segera hubungi dokter. Dokter Anda akan menilai kondisi Anda dan mengambil tindakan jika diperlukan.

Efek samping yang mungkin muncul akibat kelebihan dosis cetirizine antara lain:

  • pusing
  • sakit kepala
  • diare
  • lemas
  • jantung berdegup kencang
  • tremor
  • pupil mata membesar

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Februari 3, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca